Google Rombak Tampilan Nano Banana di Messages, Ini Perubahannya

2 months ago 40

Liputan6.com, Jakarta - Google mulai merapikan tampilan teknologi kecerdasan buatan (AI) pembuat dan editor gambar canggih dari Google, Nano Banana, terintegrasi di Google Messages. Pembaruan ini menghilangkan ikon pisang kuning selama ini menjadi ciri khas, dan kini lebih terlihat sederhana dan terasa lebih profesional.

Perubahan ini terlihat pada versi beta Google Messages, menunjukkan arah pengembangan fitur AI Google kini lebih menahan diri secara visual dan fokus pada fungsi. Nano Banana sudah masuk ke beberapa aplikasi asli Google pada November 2025.

Selain aplikasi Gemini, Nano Banana juga tersedia di Google Photos dan Google Messages. Pengguna dapat memodifikasi gambar langsung dari dalam percakapan tanpa keluar dari aplikasi.

Di Google Messages, fitur ini dapat digunakan untuk mengedit gambar di dalam chat, membuka pratinjau gambar, hingga memilih gambar dari media picker. Alat AI ini akan terus menawarkan semua fungsi tersebut, meskipun kini tampilannya dibuat lebih sederhana.

Dilansir Android Police, Selasa (23/12/2025), Nano Banana setidaknya di dalam Google Messages, menunjukkan tanda-tanda berkembang menjadi fitur yang lebih halus.

Versi beta Google Messages terbaru 20251212_00_RC01, yang menyoroti Nano Banana mengadopsi UI lebih profesional. Dalam pembaruan tersebut, tombol remix pada pratinjau gambar di dalam chat kini berukuran lebih kecil dan tidak lagi menampilkan logo pisang khas Nano Banana.

Pratinjau gambar dalam obrolan akan segara menyoroti tombol remix yang lebih kecil secara keseluruhan, lengkap dengan hilangnya logo Pisang. Perubahan ini menyampaikan maksudnya tanpa terlalu mencolok.

Selain itu, tombol tersebut telah sepenuhnya dihapus dari lokasi penampil gambar layar penuh sebelumnya. Sekarang tombol tersebut muncul sebagai ikon baru di bagian kiri bawah halaman, di sebelah ikon komentar. Ikon tersebut menyoroti ikon tanpa pisang yang sama seperti pratinjau dalam obrolan.

Saat ini, perubahan tampilan Nano Banana masih terbatas untuk pengguna Google Messages versi beta. Namun Google diperkirakan akan merilis pembaruan ini secara luas kepada seluruh pengguna dalam beberapa pekan ke depan.

Iklan Google Disusupi Hacker, Percakapan AI ChatGPT Sebarkan Malware ke Pengguna Mac

Di sisi lain, Iklan Google kembali dimanfaatkan dalam pelaku kejahatan siber yang menargetkan perangkat macOS untuk mengarahkan korban ke percakapan ChatGPT dan Grok palsu yang tampak menawarkan solusi teknis, namun sebenarnya memberikan instruksi berbahaya yang menginstal infostealer AMOS.

Dikutip dari Bleepingcomputer, Minggu (20/12/2025)penemuan ini pertama kali diungkap peneliti keamanan siber Kaspersky, disusul laporan mendalam dari tim Huntress yang menelusuri pola serangannya.

Modus Serangan ClickFix

Serangan yang dijuluki ClickFix, bekerja saat pengguna mencari informasi tentang perawatan macOS, seperti cara membersihkan sistem atau mengatasi penyimpanan penuh. Dari pencarian tersebut, muncul iklan Google langsung mengarah ke percakapan ChatGPT dan Grok yang sudah disiapkan penyerang sejak awal.

Percakapan itu terlihat meyakinkan karena berada pada platform resmi dan menampilkan jawaban teknis seolah dapat membantu pengguna. Namun, instruksi terminal yang diberikan justru memicu unduhan skrip berbahaya.

Huntress menemukan bahwa hasil 'pencarian berbahaya' ini muncul pada berbagai pertanyaan umum. Skrip yang dijalankan akan menampilkan dialog palsu untuk meminta kata sandi. Setelah korban memasukkannya, skrip langsung memanfaatkan akses tersebut untuk mengunduh dan mengeksekusi AMOS dengan hak admin.

Evolusi AMOS: Infostealer Berbasis Mac yang Semakin Agresif

AMOS muncul pertama kali pada April 2023 sebagai layanan malware-as-a-service (MaaS) dengan tarif sekitar USD 1.000 (sekitar Rp 16 jutaan) per bulan. Malware ini berfokus menyerang ekosistem macOS.

Pada awal tahun ini, AMOS menambah modul backdoor memungkinkan pelaku melakukan eksekusi perintah, merekam ketikan, hingga menambahkan payload berbahaya lainnya

Strategi Penyusupan dan Pencurian Data oleh AMOS

Setelah terinstal, AMOS bersembunyi di folder pengguna dan memindai aplikasi seperti Ledger Wallet dan Trezor Suite. Jika ditemukan, aplikasi tersebut diganti dengan versi palsu yang meminta korban memasukkan seed phrase, dengan alasan keamanan.

Selain itu, AMOS turut memburu berbagai dompet kripto lain, seperti Electrum, Exodus, MetaMask, Ledger Live, dan Coinbase Wallet. Data browser berupa cookie, kata sandi, token sesi, hingga data autofill juga menjadi target. Bahkan, AMOS ikut menyasar Keychain macOS untuk mencuri sandi aplikasi maupun data autentikasi Wi-Fi.

Untuk bertahan di sistem, AMOS memasang LaunchDaemon yang memicu AppleScript tersembunyi sebagai mekanisme watchdog, yang otomatis menghidupkan kembali malware jika dihentikan.

Kasus ClickFix menunjukkan semakin canggihnya pelaku kejahatan dalam mengeksploitasi platform sah, termasuk layanan AI populer seperti ChatGPT dan Grok. Pengguna disarankan untuk selalu berhati-hati sebelum menjalankan perintah teknis dari internet.

Menariknya, ketika instrAMOS malwareuksi berbahaya itu ditanyakan ulang langsung kepada ChatGPT, sistem AI menyatakan bahwa perintah tersebut tidak aman dijalankan.

Google Rilis Gemini 3 Flash, Model AI Baru yang Lebih Responsif

Google resmi memperkenalkan Gemini 3 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk menyeimbangkan kecepatan tinggi dengan kemampuan penalaran dan multimodal kelas industri. Model ini kini tersedia secara global dan dapat digunakan secara gratis oleh pengguna.

Dikutip dari ZDnet, Sabtu (20/12/2025), bersamaan dengan peluncuran global, Gemini 3 Flash juga telah dijadikan model default di Google Search, aplikasi Gemini, dan AI Mode.

Langkah ini menandai perubahan strategi Google yang kini lebih agresif dalam menghadirkan teknologi AI terbaru ke layanan utama.

Dalam pernyataan resminya, Google menegaskan Gemini 3 Flash hadir untuk menghapus kompromi lama dalam dunia AI.

“Selama ini, AI memaksa kita untuk memilih model besar yang lambat dan mahal atau model berkecepatan tinggi yang kurang mumpuni,” tulis Josh Woodward, VP Google Labs dan Gemini pada sebuah postingan blog yang diterbitkan belum lama ini.

Sebelumnya, Google telah lebih dulu menyematkan Gemini 3 ke dalam Search. Keputusan untuk kembali melakukan pembaruan besar dalam waktu singkat ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri Google untuk bersaing dengan pengembang AI lain, termasuk OpenAI.

Implikasi Praktis

Di tengah persaingan model AI baru, pertanyaan utama yaitu sejauh mana manfaat yang benar-benar ditawarkan?

Untuk para pengembang, Gemini 3 Flash membawa peningkatan signifikan. Model ini menggabungkan kemampuan coding tingkat lanjut milik Gemini 3 Pro dengan latensi rendah sehingga lebih responsif.

Gemini 3 Flash juga dibekali kemampuan agentic AI, yang memungkinkan pegembangan aplikasi cerdas seperti agen layanan pelanggan real time atau asisten dalam permainan yang membutuhkan respons cepat sekaligus penalaran mendalam. Hal ini diungkapkan Tulsee Doshi, Senior Director Product Management Google.

Bagi pengguna umum, kehadiran Gemini 3 Flash akan meningkatkan pengalaman yang sudah tersedia di aplikasi Gemini dan AI Mode Search.

Pengguna dapat mendeskripsikan ide aplikasi secara sederhana, lalu sistem akan menghasilkan prototipe secara cepat. Selain itu, pencarian berbasis kebutuhan personal, seperti rencana perjalanan mendadak, kini bisa dilakukan lebih presisi.

Peningkatan Multimodal dan Performa

Kemampuan multimodal Gemini 3 Flash juga meningkat signifikan. Model ini mampu merespons pertanyaan berbasis teks, gambar, video, hingga audio. Melalui fitur Nano Banana Pro, pengguna bahkan dapat membuat gambar langsung di AI Mode Search.

Berdasarkan data internal Google, Gemini 3 Flash nyaris menyamai performa GPT-5.2 dalam uji Humanity’s Last Exam. Model ini juga mengungguli Gemini 3 Pro dan Claude Sonnet 4.5 pada pengujian agentic coding SWE-Bench Verified.

Gemini 3 Flash kini tersedia dalam versi pratinjau melalui API Gemini di Google AI Studio, dan akan mulai diluncurkan secara gratis kepada semua pengguna di aplikasi Gemini dan dalam Mode AI di Pencarian pada hari Rabu.

Infografis Google Hindari Pajak (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |