Galaxy S28 bakal Pakai Exynos 2800, Samsung Kejar Performa dan Hemat Daya

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Samsung sepertinya masih belum ingin menyerah di bisnis chip mobile. Setelah merilis Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus dengan chipset berbeda di sejumlah pasar, perusahaan rumornya sudah menyiapkan Exynos 2800 debut di Galaxy S28.

Mengutip ZDNet via SamMobile, Minggu (29/3/2026), raksasa teknologi asal Korea Selatan ini sedang mempersiapkan Exynos 2800 untuk lini Galaxy S28 yang bakal meluncur pada 2028.

Disebutkan, Exynos 2800 dibuat dengan proses 2nm Samsung Foundry, lebh tepatnya SF2P+, bukan 1,4nm seperti rencana awal yang sempat dikaitkan dengan generasi chip ini.

Raksasa teknologi asal Korea ini kabarnya akan lebih fokus pada stabilitas hasil produksi dan optimalisasi performa, ketimbang memaksakan peningkatan teknologi yang terlalu agresif.

Jika laporan ini akurat, keputusan Samsung ini bisa menjadi sinyal kuat soal perubahan strategi perusahaan. Awalnya, berbagai perusahaan berlomba-lomba mengecilkan node manufaktur, kini Samsung memilih pendekatan lebih realistis.

Penamaan internal Exynos 2800 sendiri sangat menarik, karena pada awalnya memakai kode nama Vanguard. Sementara untuk Exynos 2700, perusahaan memakai nama Ulysses.

Di sisi lain, engguna perangkat Samsung dipastikan akan semakin mudah berkirim file dengan perangkat besutan Apple. Hal diketahui setelah Samsung mengungkap rencananya untuk mendukung fitur transfer file besutan Apple, AirDrop.

Dikutip dari Android Police, kabar ini disampaikan oleh Chief Operating Officer MX Business Samsung Won-joon Choi dalam konferensi pers di Jepang. Menurutnya, perusaahan berniat meluncurkan update agar perangkat besutan mereka kompatibel dengan AirDrop.

AirDrop di Galaxy S26 Series

Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Rencananya, Galaxy S26 akan menjadi model pertama yang mendapatkan update ini. Lalu, perangkat model lain disebut juga akan mendapatkannya di masa depan.

Kendati demikian, Samsung belum memberikan tanggal rilis resmi fitur ini. Ada kemungkinan fitur ini akan hadir lewat serangkaian update software, yang berarti prosesnya membutuhkan waktu cukup lama.

Langkah Samsung ini merupakan kelanjutan dari pengumuman Google yang mengonfirmasi kalau fitur interoperabilitas antara Quick Share dan AirDrop segera diperluas ke perangkat Android lain di 2026, setelah sebelumnya hadir di Pixel 9 dan Pixel 10.

Terobosan ini sebenarnya dimulai Google sejak November 2025. Lalu di bulan lalu, Oppo telah lebih dulu mengumumkan kalau fitur tersebut akan hadir di perangkat mereka dalam waktu dekat.

Dengan adanya dukungan ini, tembok besar yang sebelumnya ada di Android dan iOS tinggal menunggu waktu untuk benar-benar roboh. Sebab, kemudahan transfer file yang sebelumnya sangat eksklusif, kini bisa dilakukan di platform yang berbeda.

Samsung Galaxy A57 5G Diumumkan

 Samsung)

Lebih lanjut, Samsung Galaxy A57 5G resmi hadir dengan modal yang langsung mencuri perhatian. Samsung tampaknya ingin membuat lini ponsel kelas menengahnya terasa naik kelas, bukan cuma lewat spesifikasi, tetapi juga dari desain, fitur pintar, dan jaminan pemakaian jangka panjang.

Lewat Galaxy A57 5G, Samsung membawa kombinasi yang saat ini paling dicari banyak pengguna. Bodi tipis dan ringan, fitur Galaxy AI, baterai besar, kamera 50MP, sampai dukungan update software hingga 6 tahun. Paket seperti ini membuat Galaxy A57 5G terlihat disiapkan untuk pengguna yang ingin ponsel awet, modern, dan tetap nyaman dipakai dalam waktu lama.

Dari sisi tampilan, Galaxy A57 5G hadir dengan bodi setebal 6,9 mm dan bobot 179 gram. Angka ini membuatnya terasa lebih ramping dan ringan untuk ukuran ponsel dengan baterai 5.000 mAh. Di tengah tren perangkat yang makin besar, desain tipis seperti ini bisa jadi nilai jual yang langsung terasa sejak pertama digenggam.

Kesan premium pada Galaxy A57 5G juga diperkuat lewat material yang dipakai. Samsung membekali perangkat ini dengan Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang, lalu memasangkannya dengan frame aluminium. Detail seperti ini penting karena sering kali menjadi pembeda antara ponsel kelas menengah biasa dengan perangkat yang terasa lebih solid di tangan.

Spesifikasi Galaxy A57 5G

Samsung juga memberi perlindungan tambahan lewat sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Artinya, Galaxy A57 5G tidak hanya tampil menarik, tetapi juga membawa rasa aman lebih untuk pemakaian harian. Saat ponsel semakin sering dibawa ke berbagai situasi, fitur seperti ini makin relevan.

Masuk ke bagian layar, Samsung menyematkan panel 6,7 inci FHD+ Super AMOLED+ dengan refresh rate 120Hz. Layar ini juga punya tingkat kecerahan puncak hingga 1.900 nits. Di atas kertas, kombinasi tersebut menjanjikan pengalaman visual yang nyaman untuk menonton video, bermain game, scrolling media sosial, hingga tetap terlihat jelas saat dipakai di luar ruangan.

Untuk urusan performa, Galaxy A57 5G ditenagai Exynos 1680. Samsung juga menyebut perangkat ini membawa sistem pendingin vapour chamber 13 persen lebih besar. Peningkatan ini bisa menjadi sinyal bahwa Samsung ingin menjaga performa tetap stabil saat ponsel dipakai untuk multitasking berat, bermain game, atau menjalankan aplikasi dalam waktu lama.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |