Dituding Perkeruh Suasana di Wamena, Gubernur John Tabo Lapor Polisi

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo membuat laporan polisi terkait kasus pencemaran nama baik buntut tudingan yang menyebut dirinya telah memperkeruh suasana dan terjadinya konflik perang antarsuku di Wamena.

"Saya datang ini untuk melaporkan voice atau suara yang beredar di medsos maupun grup-grup WhatsApp kemarin sore hingga pagi ini, di mana ada seorang aktor yang menuduh saya memperkeruh suasana dan terjadinya konflik perang antarsuku di Wamena," katanya di Wamena, Minggu (17/5).

John Tabo mengatakan kedatangannya ke Mapolres Jayawijaya sekaligus untuk membuktikan apakah perkataan oknum itu dalam suara yang beredar di medsos itu benar atau salah dan harus bertanggung jawab atas apa yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena menyampaikan segala sesuatu di medsos itu ada aturannya dan hukumnya. Maka sebagai warga negara yang baik maka saya menempuh jalur hukum supaya adanya asas keadilan hukum setiap warga negara Indonesia," ujarnya.

Dia menegaskan laporan polisi ini juga untuk memberikan pelajaran hukum kepada seluruh masyarakat di mana saja berada khususnya di Papua Pegunungan untuk tidak bicara sembarangan di medsos.

"Saya ingin kasih pelajaran hukum, supaya semua orang tidak bicara menuduh orang sembarangan di medsos, apalagi saya ini gubernur. Bilang saya memprovokasi, masalah pembangunan dan perang, apa hubungannya, karena masalah perang ini telah berlangsung sejak tahun 2024 di mana persoalan perang ini bermula dari senggol tabrak mobil orang Kurima dan sopirnya orang Lanny Jaya," katanya.

Dia meminta agar Polres Jayawijaya menindaklanjuti laporan polisi yang telah dibuat itu dan segera mengungkap aktor yang memberikan pesan suara di medsos tersebut dalam waktu satu minggu.

Sementara itu Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Y Enoch memastikan laporan polisi yang telah dibuat oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo segera ditindaklanjuti.

"Kami sudah mengarahkan ke Kasatreskrim, setelah laporan selesai maka langkah awal adalah memintai keterangan dari bapak gubernur dan langsung mencari pelakunya," katanya.

Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan telah menelan korban jiwa hingga 13 orang dan 19 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Sementara dari 19 orang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.

Pihak kepolisian masih melakukan jumlah bangunan yang dirusak atau dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan warga dilaporkan mengungsi.

Bentrok suku di Wamena melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), yang awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

Dalam bentrok ini, kedua belah pihak menggunakan senjata tajam dan panah. Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin mengatakan bentrokan dua kelompok warga itu dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya pada 17 Mei 2024 silam.

"Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024," kata Irjen Patrige dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Patrige belum menjelaskan lebih jauh terkait perkara denda adat yang dimaksud. Namun situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |