Baim Wong Ungkap Tantangan Jadi Pasangan Kasar di Film Suamiku Lukaku, Rela Ditampar Acha Septriasa

7 hours ago 2

Jadi intinya...

  • Baim Wong membintangi "Suamiku Lukaku", mengangkat isu sensitif rumah tangga.
  • Ia selektif memilih peran, menekankan sinergi aktor-sutradara untuk pesan film.
  • Adegan kekerasan fisik dilakukan realistis, dengan batasan profesional yang ketat.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Baim Wong kembali menyapa penggemar lewat proyek layar lebar terbarunya yang berjudul Suamiku Lukaku. Film persembahan Sinemart & Tarantella Pictures ini menjadi salah satu karya yang sangat dinantikan karena mengangkat isu sensitif dan emosional dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam film ini, Baim memikul beban moral yang cukup besar agar pesan ceritanya sampai dengan baik kepada penonton. Menurutnya, kualitas akting seorang aktor harus bersinergi dengan visi sang sutradara dalam mengeksekusi naskah.

Baim Wong memang cukup selektif dalam memilih peran, terutama untuk karakter yang memiliki kedalaman emosi. Ia merasa tanggung jawab terhadap karakter suami dalam film ini menuntutnya untuk melakukan riset dan persiapan yang sangat matang.

"Gimana sampai ke penonton, pekerjaan rumahnya ya gimana caranya dia menyampaikan. Dan itu tidak tergantung cuma di aktor, tapi director juga. Jadi pemilihannya lumayan, saya mengiyakannya itu lama banget sampai saya mendapatkan skenario ganti lagi, ganti lagi, dan akhirnya ayo," ujar Baim Wong di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dalam film Suamiku Lukaku adalah adegan kekerasan yang melibatkan Baim dan lawan mainnya, Acha Septriasa. Cuplikan film tersebut memperlihatkan betapa kasarnya karakter yang dimainkan Baim saat mencekik hingga menampar istrinya.

Batin Bergejolak

Baim mengakui batinnya bergejolak setiap kali harus melakukan adegan kekerasan fisik tersebut di depan kamera. Ia bahkan sering kali beristighfar karena merasa tidak tega memperlakukan rekan kerjanya dengan cara yang begitu kasar.

"Saya setiap mau nampar astagfirullah. Saya bingung sebenarnya. Jadi kalau ke sayanya, saya bilang ke Acha itu, ini beneran, kita tahu kosongnya tamparan, atau tamparan yang terlihat real," ungkap Baim.

Menariknya, tamparan yang diterima Baim dari Acha Septriasa dilakukan secara sungguhan demi mendapatkan ekspresi yang paling jujur. Baim sengaja tidak memberi tahu gerakan pastinya kepada Acha agar reaksi yang muncul terlihat lebih natural dan mencekam.

"Setiap Acha nampar itu beneran ke saya. Kalau ke dia, saya itu tipikal yang tidak mau bilang ke Acha. Dia bilang ke saya pas cut, 'tidak ada lelaki kurang ajar yang beginiin gue'. Kadang natural itu yang penting, jadi kadang satu kali take, dua kali take," tutur Baim.

Meski begitu, Baim menekankan bahwa segalanya dilakukan di bawah pengawasan yang ketat. Ia tetap menjaga profesionalisme dengan selalu mendiskusikan batasan-batasan fisik bersama lawan main dan juga sutradara.

"Tapi di sini banyak yang jaga ya. Lucunya, saya sama Acha sudah kenal ya. Ada batasan-batasan. Batasan apa nih? Maju satu langkah masih nyaman tidak, masih. Maju lagi masih nyaman tidak, masih. Pas saya sentuh, Acha tidak nyaman. Makanya ketika take saya izin, saya boleh apa. Putri (sutradara) akhirnya ini boleh, ini tidak boleh. Jadi kita tidak bikin asal-asalan," pungkas Baim Wong.

Sinopsis Film Hoppers Produksi Pixar dan Walt Disney, Piper Curda Hingga Meryl Streep Isi Suara

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |