Ardhito Pramono Syuting Film Gudang Merica: Diguyur Air Jam 3 Pagi, Ada Adegan Diulang 10 Kali Lebih

5 hours ago 2

Jadi intinya...

  • Ardhito Pramono alami tantangan mental syuting "Gudang Merica" karena cuaca ekstrem dan adegan dini hari.
  • Adegan paling banyak retake karena sulit menahan tawa, bukan kesalahan akting.
  • Ardhito merasa nyaman berakting, melihat benang merah antara musik dan film.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor sekaligus musisi Ardhito Pramono buka kartu soal romantika syuting film Gudang Merica bareng sineas Imam Darto. Tak ada kelelahan fisik tapi juga mental. Ujian mental datang dari cuaca ekstrem. Saat syuting di Cianjur, hujan deras melanda selama dua hari.

Kegiatan syuting dengan beragam barang elektronik tertunda. Menunggu memang pekerjaan yang menguji kesabaran. Hal lain yang dikenang Ardhito Pramono, syuting adegan disiram air jam 3 dini hari. Hawa dingin pagi-pagi buta bikin badan Ardhito Pramono gemetaran.

“Capainya bukan karena syuting, tapi lebih ke mental menunggu hujan kapan reda. Oh ya, jam 3 pagi masih disiram air dan di sebelah saya Beni (Benidictus Siregar) yang lagi lucu-lucunya,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY, belum lama ini. Setelahnya, Ardhito Pramono dan Fatih Unru mengenang adegan yang paling banyak retake. Lokasinya di Yogyakarta dan lagi-lagi melibatkan Benidictus Siregar.

“Paling banyak retake, Mas Beni di Yogyakarta. Awalnya take biasa dan normal. Tiba-tiba di tengah take Pak Darto datang dan bilang, ‘Tadi gue dengar lo mengeluarkan frekuensi-frekuensi suara, coba lo ulangi lagi.’ Lalu diulang, masalahnya tambah lucu,” Fatih Unru berbagi cerita. “Jadi, take diulang-ulang bukan karena salah, tapi susah menahan tawa. Kami menahan tawa semua. Itu sampai 10 kali take, lebihlah,” beri tahu Ardhito Pramono.

Nyaman Sih Selalu Nyaman

Gudang Merica adalah film ketujuh Ardhito Pramono. Pelantun “Sudah” dan “Waking Up Together With You” itu debut di layar lebar lewat film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini sebagai Kale. Ardhito Pramono mengaku sudah nyaman sebagai aktor.

“Nyaman sih selalu nyaman. Film pertama sudah nyaman, karena bisa menyelami karakter yang akan dimainkan. Menarik melihat dari metode akting. Gue kan kuliahnya ambil film, jadi selalu tertarik dengan sistem produksi film di Indonesia,” akunya.

Gue Selalu Happy

“Gue selalu happy. Ada benang merah antara musik dan film. Gue sangat tertarik dengan elemen musik di film karena 70 persen itu music driven. Awalnya gue ingin kuliah ambil musik. Cuma gue enggak bisa baca not balok,” ujar Ardhito Pramono.

Karena tak bisa baca not balok, ia pun beralih ke film. Selama kuliah, Ardhito Pramono selalu merasa berada dalam segitiga seni, audio, dan visual. Di bangku kuliah, ia mengenal elemen visual, audio engineering, dan penulisan.

Langsung Nyaman

Ketiganya membuat Ardhito Pramono belajar menulis lagu hingga memahami penokohan dalam naskah. Tak heran jika, ia langsung nyaman saat tampil di depan kamera untuk proyek Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Saat menjadi Razi dalam Gudang Merica, Ardhito Pramono makin percaya diri. “Kalau dibilang mirip (dengan Razi) enggak. Cuma banyak hal yang lumayan familier. Razi butuh banyak teman, gue juga seperti itu,” pungkasnya.

Al Ghazali Siap Jadi Ayah Siaga, Bagi Shift dengan Alyssa Daguise demi Urus Buah Hati

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |