Apple Rajai Pasar Smartphone Global 2025, Geser Samsung dari Posisi Teratas

5 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Samsung biasanya menempati posisi teratas dalam pasar smartphone global, salah satunya karena perusahaan teknologi Korea Selatan itu merilis lebih banyak model ponsel di setiap tahunnya dibandingkan Apple.

Meski demikian, kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut selalu bersaing ketat dalam klasmen penjualan global.

Namun, Apple disebut berhasil menyalip rivalnya yaitu Samsung pada 2025. Data pasar tebaru menunjukkan, Samsung kehilangan posisi puncaknya setelah dikalahkan Apple dalam persaingan smartphone global pada 2025.

Samsung Berada di Bawah Tekanan di Beberapa Pasar

Dilansir SamMobile, Selasa (13/1/2026), laporan terbaru Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone global naik 2 persen sepanjang 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Capaian ini menandakan dua tahun berturut-turut pertumbuhan pengiriman smartphone secara tahunan. Kinerja tahunan ini didukung oleh peningkatan adopsi ponsel 5G di pasar negara berkembang, serta semakin beragamnya pilihan skema pembiayaan yang memudahkan konsumen membeli perangkat baru.

Apple menyumbang 20 persen dari total pengiriman smartphone di seluruh pasar global, dan menempati posisi teratas. Sementara itu, Samsung berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 18 persen. Adapun posisi ketiga ditempati Xiaomi yang menguasai 13 persen pangsa pasar pengiriman smartphone dunia.

Kinerja tersebut dinilai mengesankan bagi Apple, karena pengiriman iPhone pada 2025 tercatat meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini di dorong oleh tingginya penjualan iPhone 17, serta momentum berkelanjutan dari seri iPhone 16 di sejumlah pasar utama seperti Jepang, India, dan Asia Tenggara.

Pangsa Pasar Turun, Samsung Tetap Catat Pertumbuhan Berkat Lini Galaxy A

Meskipun Samsung telah meluncurkan seri Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold 7, perusahaan hanya mampu mengamankan pangsa pasar 19 persen pada 2025. Meski demikian, capaian tersebut tetap mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan 2024

Seri Galaxy A memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan Samsung, sementara dua lini premium tetap memberikan daya tarik konsumen di segmen kelas atas dengan kinerja yang melampaui generasi pendahulunya.

Meski menghadapi tekanan di sejumlah pasar bawah seperti, Amerika Latin dan Eropa Barat, Samsung masih mencatatkan pertumbuhan di pasar lainnya, termasuk Jepang.

Perlu dicatat, data tersebut merupakan metrik yang dirilis oleh suatu perusahaan riset. Terdapat sejumlah perusahaan terkemuka lain yang juga melakukan analisis serupa, sehingga hasil yang diperoleh bisa berbeda.  

Meski demikian, Apple dan Samsung dinilai tetap bersaing ketat dalam pasar smartphone global, terlepas dari perbedaan metodologi dan temuan yang di sampaikan masing-masing perusahaan riset.

Permintaan iPhone 17 Melejit, Apple Berpeluang Dominasi Pasar dan Salip Samsung

Sebelumya, Samsung sudah hampir satu dekade memimpin penjualan smartphone global, dan kini kabarnya sedang menghadapi tekanan besar. Laporan terbaru Counterpoint Research memprediksi, Apple akan menyalip raksasa teknologi asal Korea Selatan mulai 2025.

Tak hanya itu, perusahaan berbasis di Cupertino tersebut juga bakal mempertahankan posisinya sebagai produsen smartphone nomor terbesar didunia hingga 2029.

Mengutip laporan Counterpoint via Android Authority, Jumat (28/11/2025), pengiriman iPhone diprekirakan tumbuh 10 persen pada 2025. Sementara pertumbuhan lini Galaxy milik Samsung hanya berada di angka 4,6 persen.

Selisih ii menandai perubahan besar dalam persaingan dua raksasa teknologi tersebut. Secara global, pangsa pasar Apple diprediksi mencapai sekitar 19,4 persen dari total pengiriman pasar smartphone dunia.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2011, dan menunjukkan meningkatnya minat konsumen baik di pasar maju maupun negara berkembang.

Salah satu faktor utama yang mendorong kinerja Apple adalah kehadiran seri iPhone 17. 

Tantangan Terbesar bagi Samsung

Di sisi lain, Samsung saat ini menghadapi tantangan berat. Variasi produk luas dan keunggulan HP lipat dianggap tidak lagi cukup untuk menjaga dominasinya. Populeritas ponsel layar lipat mulai menurun seiring munculnya banyak pesaing menawarkan teknologi serupa.

Artinya, Samsung dituntut untuk menghadirkan lompatan inovasi yang lebih besar, khususnya pada lini flagship Galaxy S, bukan sekadar peningkatan bertahap.

Keunggulan Apple dinilai tidak hanya berasal dari perangkat keras semata. Ekosistem yang saling terhubung, strategi pemasaran yang matang, serta pemahaman mendalam terhadap pola pembaruan konsumen menjadi faktor penting yang menguatkan posisinya.

Data yang muncul bukan hanya mencerminkan penjualan iPhone yang solid, tetapi juga perubahan perilaku konsumen secara global.

Kini tekanan berada di tangan Samsung. Jika ingin mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, generasi terbaru mereka, termasuk Galaxy S generasi berikutnya, harus menghadirkan inovasi besar yang mampu kembali menarik perhatian dunia. Tanpa lompatan berarti, Samsung berisiko kehilangan dominasinya untuk waktu yang lama.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |