Alamat Gmail Lama Bisa Diganti, Google Uji Fitur Baru untuk Pengguna

1 month ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengguna Gmail selama bertahun-tahun terpaksa bertahan dengan alamat email lama dibuat saat masih sekolah atau kuliah. Nama akun terkesan kekanak-kanakan atau sudah tidak relevan kerap menjadi masalah, terutama saat dipakai untuk urusan profesional.

Karena itu, kabar Google kini mengizinkan pengguna mereka untuk mengganti alamat Gmail tanpa harus membuat akun baru bikin banyak pihak merasa lega.

Meski belum diumumkan secara resmi, dokumen internal Google mengindikasikan bahwa fitur perubahan Alamat Gmail sedang disiapkan. Informasi tersebut terungkap setelah Google memperbarui salah satu halaman dukungan resminya yang menjelaskan proses penggantian alamat email akun Google.  

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa kemampuan untuk mengubah Alamat emai akun Google akan diluncurkan secara bertahap dan belum tersedia untuk semua pengguna.

“Kemampuan mengubah Alamat email Akun Google akan tersedia secara bertahap untuk selurh pengguna,” demikian keterangan yang tertulis sebagaimana dikutip ZDnet, Minggu (4/1/2026).

Google menjelaskan, pengguna akan menerima email di Alamat lama dan Alamat baru. Seluruh data terhubung dengan Alamat lama seperti foto, pesan, dan email, tidak akan terpengaruh.

Pengguna Gmail juga tetap dapat masuk ke berbagai layanan Google, termasuk Gmail, Google Maps, Drive, dan YouTube dengan Alamat email lama maupun baru.

Meskipun begitu, terdapat sejumlah batasan yang perlu diperhatikan. Alamat email baru yang telah dibuat tidak dapat dihapus dan pengguna tidak bisa membuat Alamat Gmail baru dengan domain @gmail.com selama 12 bulan ke depan. Alamat Gmail lama juga masih bisa digunakan kembali di kemudian hari.

Menariknya, informasi terkait fitur ini baru ditemukan pada versi bahasa Hindi di halaman dukungan Google. Sementara itu, halaman berbahasa Inggris masih mencantumkan keterangan lama alamat Gmail “biasanya tidak dapat diubah.”

Hal ini memunculkan dugaan bahwa fitur tersebut akan lebih dulu tersedia di pasar berbahasa Hindi atau dokumennya baru diperbarui secara bertahap.

Cara Ubah Alamat Gmail

Sebagian besar pesaing Google telah lebih dulu menyediakan fitur penggantian alamat email. Selama ini, satu-satunya solusi bagi pengguna Gmail adalah membuat akun baru, namun cara tersebut berisiko menghilangkan akses ke data penting seperti foto, musik, dan pembelian di Google Play.

Jika fitur ini benar-benar dirilis secara global, perubahan tersebut akan menjadi langkah besar bagi Google dalam meningkatkan fleksibilitas layanan Gmail. Hingga kini, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran fitur tersebut.

Cara Mengubah Alamat Gmail (Jika Fitur Tersedia)

  • Buka menu Settings di perangkat, pilih Google, lalu Kelola Akun Google atau kunjungi myaccount.google.com.
  • Masuk ke menu Personal info, lalu pilih Email.Ketuk Google Account email.
  • Jika menu tidak bisa dibuka, berarti akun belum memenuhi syarat.
  • Alamat email dengan domain @gmail.com umumnya tidak bisa diubah.
  • Untuk akun kerja, sekolah, atau organisasi, pengguna perlu menghubungi administrator.

Google Dituduh Gunakan Data Gmail Pengguna untuk Latih Gemini AI

Di sisi lain, Google kembali menghadapi sorotan publik setelah unggahan viral di media sosial menuding perusahaan tersebut diam-diam memanfaatkan pesan Gmail untuk melatih model kecerdasan buatan (AI).

Dilansir Gizmochina, Sabtu (29/11/2025), setelah sebuah blog Malwarebytes menuduh Google mengubah kebijakannya, memicu kekhawatiran bahwa email dan lampiran pengguna diam-diam digunakan untuk melatih sistem Gemini AI.

Namun, klaim tersebut segera dibantah Google. Menurut perusahaan, unggahan viral itu menyesatkan dan salah memahami cara kerja fitur Gmail. Beberapa pengguna melaporkan fitur-fitur ini diaktifkan kembali setelah dinonaktifkan, yang semakin memperburuk keadaan.

Kebingungan ini bermula dan cara kerja fitur-fitur pintar Gmail, seperti Smart Compose, pelacakan penerbangan, dan penyortiran otomatis mengandalkan analisis data lokal untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna, bukan untuk melatih sistem AI global.

Mengaktifkan fitur ini berarti Google menggunakan konten Gmail dan Workspace pengguna untuk menyesuaikan pengalaman pengguna di seluruh aplikasinya, tetapi menurut perusahaan, hal itu sepenuhnya terpisah dari alur pelatihan Gemini.

Google menekankan personalisasi layanan dan pelatihan AI adalah dua proses yang berbeda.

Google Bantah Gugatan 

Namun, kepercayaan publik belum sepenuhnya pulih. Awal bulan ini, sebuah gugatan class action menuduh perusahaan tersebut melewati batas dengan memberi Gemini akses ke konten Gmail, Chat, dan Meet. Tetapi tuduhan langsung dibantah keras oleh Google.

Kontroversi ini muncul di saat Google sedang mempromosikan Gemini 3. Seiring dengan terintegrasinya perangkat-perangkat dalam layanan sehari-hari, membuat pengguna lebih sering memeriksa ulang pengaturan privasi mereka.

Cara Memeriksa dan Mematikan “Fitur Pintar” di Gmail

Bagi pengguna yang ingin memastikan pengaturan privasi tetap sesuai preferensi, berikut Langkah mematikan fitur pintar Gmail di dua Lokasi berbeda:

Langkah 1: Nonaktifkan fitur pintar di setelan Gmai, Chat, dan Meet

  • Buka Gmail di desktop atau aplikasi seluler.
  • Klik ikon Setting, pilih see all things atau menu atau opsi Setting.
  • Gulir ke bawah hingga menemukan bagian yang disebut smart features (fitur pintar) di Gmail, Chat, dan Meet.
  • Hapus tanda centang pada opsi fitur pintar.
  • Gulir ke bawah dan tekan Save Changes jika di desktop.

Langkah 2: Matikan fitur pintar Google Workspace

  • Masih dalam menu pengaturan, pilih menu fitur pintar Google Workspace.
  • Klik Manage Setting.
  • Pengguna akan melihat dua pilihan yaitu, fitur pintar di Google Workspace dan fitur pintar di produk Google lainnya.
  • Matikan keduanya.
  • Simpan perubahan.

Langkah 3: Verifikasi apakah keduanya sudah tidak aktif

  • Pastikan kedua tombol dalam posisi nonaktif.
  • Segarkan aplikasi Gmail atau keluar dan masuk kembali untuk mengonfirmasi perubahan tersimpan.

3 Fitur Google Vids Ini Tersedia Gratis untuk Semua Pengguna Gmail

Google mengembangkan beberapa fitur AI di platform penyuntingan video populernya, Google Vids. Perusahaan mengizinkan siapa pun yang memiliki alamat Gmail untuk mencobanya. Sebelumnya, fitur-fitur ini hanya tersedia untuk pengguna berbayar.

Dilansir ZDnet, Jumat (21/11/2025), Google menjelaskan bahwa tiga fitur Vids bertenaga AI kini tersedia bagi siapa saja.

Antara lain sulih suara yang dihasilkan AI, kemampuan untuk membersihkan audio guna menghilangkan keheningan dan kata-kata pengisi, serta penyuntingan gambar AI.

Berikut ini penjelasan mengenai cara kerja fitur-fitur tersebut:

Menghapus Jeda Panjang dan Kata Pengisi

Pemangkasan transkripsi adalah fitur yang dirancang untuk menyempurnakan klip rekaman dengan menghapus kata-kata pengisi seperti “um” atau “uh” dan jeda panjang.

Saat diuji menggunakan rekaman berisi banyak jeda dan kata pengisi, fitur ini langsung mengidentifikasi jumlah kesalahan tersebut dalam naskah transkripsi. Dengan satu klik, seluruh kata pengisi hilang dari rekaman, disusul penghapusan jeda panjang hanya dengan satu klik tambahan.

Video berdurasi 1 menit 25 detik pun terpangkas menjadi 1 menit 3 detik tanpa mengganggu alur penyampaian.

Meskipun beberapa potongan terdengar sedikit kasar, sebagian besar hasil akhir terlihat mulus dan lebih profesional. Pengguna juga tetap bisa mengembalikan kata yang terpotong tanpa dirasa kurang natural.

Membuat Voiceover dalam Hitungan Detik

Jika tidak nyaman berbicara sendiri, fitur sulih suara AI memungkinkan pengguna mengirim naskah dan menerima sulih suara profesional.

Dikutip Google, pengguna bisa membersihkan rekaman secara instan dengan pemangkasan transkrip untuk menghilangkan keheningan dan kata-kata pengisi, atau tingkatkan visual dengan penyuntingan gambar AI bawaan.

Meski beberapa sulih suara masih terdengar seperti suara sintesis, sebagian lainnya terdengar cukup natural untuk digunakan dalam video edukasi, promosi, hingga presentasi.

Ketika pengguna menyertakan foto dalam video, Vids akan menyediakan beberapa alat pengeditan AI dasar untuk menambahkan sentuhan berbeda. Pengguna dapat menghapus latar belakang gambar, mendeskripsikan apa yang diinginkan dalam prompt atau mengubah foto menjadi video.

Edit Foto dengan Bantuan AI

Dari cuplikan momen liburan hingga kartu ucapan selamat ulang tahun yang kreatif dan film pendek promosi untuk bisnis sampingan, 'Gemini in Vids' membantu pengguna untuk membuat video apapun.

Dalam pengujian terhadap sejumlah foto liburan, perintah seperti “hilangkan bayangan” atau “buat air terlihat lebih biru” dapat dijalankan dengan mulus. Sementara permintaan seperti “tambahkan hiu di air” menghasilkan gambar yang cukup meyakinkan meski masih terlihat sedikit janggal.

Fitur foto ke video menghadirkan kejutan tersendiri. Saat sebuah foto anak yang berpose dengan Donald Duck diminta dibuat seolah keduanya berpelukan, hasilnya tampak begitu natural hingga membuat orang yang melihatnya mengira momen tersebut benar-benar terjadi.

Dengan membuka akses fitur-fitur ini, Google ingin menjadikan Google Vids lebih ramah bagi kreator pemula maupun berpengalaman untuk menghasilkan video berkualitas tinggi.

Meski Google Vids masih relatif baru dan belum menjadi salah satu pemain utama dalam penyuntingan video, namun fitur AI dapat meningkatkan daya saingnya dan menarik lebih banyak pengguna baru.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |