Ahmad Dhani Bikin Bisnis Baru, Tampilannya Klasik dan Sarat Sejarah

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Ahmad Dhani resmi membuka bisnis terbarunya di bidang kuliner. Menariknya, usaha dengan jenama "Java Rock Dewa 19 Restography" itu  menempati sebuah bangunan bersejarah di Kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

Keputusan untuk menggunakan bangunan bersejarah ini bukan tanpa alasan, karena selaras dengan konsep yang diusung Ahmad Dhani pada bisnusnya. Ia menjelaskan bahwa gedung itu merupakan rumah tua peninggalan zaman kolonial yang memiliki nilai sejarah tinggi.

"Kebetulan di Kemang ini kita mendapat rezeki bangunan yang heritage. Ya, sesuai dengan konsep kita, bangunan heritage. Ini bangunan tahun 1922, rumah orang Belanda tahun 1922 yang sekarang kita kerjasamakan menjadi Dewa 19 Restography Java Rock ," ujar Ahmad Dhani di lokasi bisnis barunya, Jumat (6/2/2026).

Nuansa klasik langsung terasa saat pengunjung masuk ke area restoran, di mana ornamen asli bangunan masih dipertahankan. Dhani dengan antusias memaparkan detail arsitektur yang membedakan restorannya dengan bangunan modern lainnya.

"Yang membedakan ini rumahnya heritage, rumah saya bukan heritage. Yang membedakan rumah ini rumah Belanda beneran dulunya. Tiang-tiangnya asli dari rumah ini, kusen-kusennya asli semuanya, lantai-lantainya juga asli," paparnya.

Koleksi Foto Raja Jawa

Untuk memperkuat atmosfer budaya, Dhani menghiasi dinding restorannya dengan koleksi foto-foto langka para Raja Jawa dari masa lampau. Ia menceritakan bahwa foto-foto tersebut merupakan artefak sejarah fotografi yang dimulai sejak pertengahan abad ke-19.

"Ini di lobi ini semua Raja Jawa hampir ada di sini. Jadi begini, harus belajar fotografi dulu ya. Fotografi itu dimulai sejak 1850-an ke atas. Jadi ini foto-foto Raja Jawa, Raja Mataram, keraton, di atas 1850-an. Yang paling tua adalah foto Pakubuwono VIII. Ada juga Pakubuwono IX, Pakubuwono X, Pakubuwono XI, Pakubuwono XII," jelas pentolan Band Dewa 19 itu.

Tak hanya foto, Dhani memajang lukisan tokoh sejarah yang hidup sebelum era fotografi ditemukan, sehingga menambah kekayaan edukasi sejarah bagi pengunjung. Ia menjelaskan keberadaan lukisan Pangeran Puger yang menjadi cikal bakal dinasti Mataram Islam.

"Cuma ada satu lukisan. Kalau di dalam itu ada lukisan besar Pangeran Puger. Pangeran Puger itu Pakubuwono I. Jadi itu raja dari semua, cikal bakal Hamengkubuwono, Pakubuwono, Pangeran Puger. Karena beliau tahun 1700 jadi tidak ada fotonya tapi ada lukisannya," terangnya.

Selain foto dan lukisan, Dhani juga memperhatikan detail interior seperti pencahayaan, untuk menyempurnakan nuansa klasik. Ia menjamin bahwa lampu-lampu yang terpasang adalah barang antik yang langka. "Maka dari itu investasi di Kemang ini semua maksimal.  Seperti lampu-lampunya ini nggak ada yang palsu, nggak ada yang buatan Indonesia. Ini lampu-lampu zaman Belanda semua," akunya.  

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |