Jadi intinya...
- Taman rumah Mayangsari sangat luas dan asri.
- Berbagai jenis pohon dan hewan peliharaan menghiasi halaman.
- Fasilitas seperti gazebo dan kolam ikan menambah kenyamanan.
Liputan6.com, Jakarta Penyanyi tahun 1990-an, sekaligus istri Bambang Triatmodjo, Mayangsari, memiliki ikatan yang kuat dengan tanah kelahirannya di Purwokerto, Jawa Tengah. Momen ini pun Ia bagikan di kanal Youtube pribadinya, Mayansari Channel, di mana dirinya sempat mengenalkan salah satu tempat favorit yakni area taman di rumah.
Terdapat satu cerita menarik tentang area taman tersebut. Mayangsari sempat menceritakan bahwa sang suami, Bambang Triatmodjo pernah mengalami kejadian tak mengenakkan yakni disengat tawon. Menurut Mayang momen ini jadi story yang selalu ia ingat saat berkeliling di sana dan cerita ini pun belum banyak diketahui orang-orang.
Selain taman, area gazebo jadi salah satu spot yang menarik karena di sana bisa dijadikan sebagai ruang bersantai yang nyaman. Penasaran dengan penampakkan taman, gazebo, pepohonan teduh, hewan peliharaan sampai cerita unik tersebut? Simak informasinya, dirangkum Liputan6 untuk Anda, Jumat (22/8).
Area Taman yang Tertata Rapi
Sebelum berkeliling, Mayangsari memulai dari teras yang menghadap hamparan taman yang teduh. Dari titik ini pemandangan menyapu sisi kiri-kanan halaman, termasuk bangunan tambahan serta jalur setapak untuk akses menuju taman dan empang.
Ia menunjuk beberapa titik pohon yang menjadi daya tarik di taman miliknya, seperti pohon petai, pohon sukun dan beberapa buah lainnya. Mayangsari tampak bersemangat mengajak penonton untuk mengenal area hijau di kampung halamannya itu.
"Kebetulan di rumah saya ada tamannya," kata Mayangsari.
Ada Pohon Sukun yang Sedang Berbuah
Di sudut kebun, Mayangsari menunjukkan pohon sukun yang tengah berbuah. Kondisi buah yang tampak tumbuh di banyak ranting dan menandakan pohon tersebut dipelihara secara rutin dengan baik.
Menurutnya, pohon-pohon di kebunnya selalu berbuah. Pohon sukun tersebut misalnya, yang menurut Mayang tidak pernah berhenti untuk menghasilkan buah dengan ukuran yang besar dan segar.
"Nah ini ada pohon sukun yang alhamdulillah juga nggak pernah berhenti berbuah," katanya
Kenalkan Pohon Durian, Petai, dan Manggis
Selain sukun, kebun tersebut memiliki pohon durian, petai, dan manggis. Mayangsari menempatkan pohon-pohon tersebut dengan jarak antar-kanopi yang saling berdekatan agar tercipta suasana teduh.
Terlihat buah-buah, mulai dari manggis, petai sampai durian saat itu tengah berbuah, meski beberapa belum matang. Mayang mengaku pepohonan di kebunnya subur dan terawat berkat tangan dingin sang suami yang rajin berkebun dan menata pepohonan agar tetap rapi terjaga.
"Jujurly, baru 2 tahun belakangan pohon buah yang pada banyak yang berbuah, sepertinya yang ngurus ini benar-benar pakai hati, ya. Dan tau siapa yang doyan berkebun sejatinya? Perkenalkan, Mr. Bambang Triatmodjo," katanya.
Pelihara Angsa dan Ayam Kalkun
Di sisi belakang, terlihat deret kandang berwarna kontras dengan atap seng sederhana. Desain tertutup dengan kisi memperlancar sirkulasi udara, namun tetap mencegah hewan keluar sembarangan. Penataan kandang berjajar memudahkan pemberian pakan dan pembersihan rutin. Di sana, terlihat beberapa angsa yang berkeliaran, burung-burung putih sampai ayam kalkun berukuran kecil.
Pendekatan kandang yang rapi ini juga mempercantik tampilan taman yang mirip dengan area kebun binatang mini, sekaligus tempat yang bisa jadi penghilang lelah bagi Mayangsari dan keluarga setelah beraktivitas di ibu kota.
Gazebo Berdiri di Atas Empang, Ruang Santai Hadir agar Memberi Makan Ikan Jadi Momen Keluarga
Sorotan utama berada di empang berisi beberapa jenis ikan dari mujair hingga nila, dengan sebuah gazebo kayu berdiri di atasnya. Jembatan kecil menjadi akses menuju semacam bangunan kecil untuk duduk menikmati suasana.
Gazebo ini menghadirkan suasana keluarga yang bersantai untuk memberi pakan ikan, atau sekadar menikmati pantulan pepohonan di permukaan air. Posisi di atas kolam membuat semilir angin terasa konstan.
"Di sini juga ada empang dengan beberapa ikan, mujair, nila," katanya.
Pelihara Kura-Kura
Mayangsari juga memelihara kura-kura darat. Satwa ini relatif tenang dan membutuhkan zona kering dengan akses ke sinar pagi serta pakan hijauan. Mayang bercerita bahwa kura-kura tersebut merupakan hewan yang ia bawa dari Jakarta. Sebelumnya, kura-kura ini ia pelihara di rumahnya di ibu kota.
"Nah tuh saya punya kura-kura, tadinya dia tinggal di Jakarta, sekarang sudah jadi warga negara "Karsa" Karangsalam (kampung halamannya di Purwokerto)," kata Mayangsari.
Cerita Bambang Triatmodjo Pernah Disengat Tawon dan Menceburkan Diri Ke Empang
Cerita menarik lainnya dari area taman milik Mayangsari adalah ketika beberapa tahun lalu sang suami Bambang Triatmodjo mengalami insiden yang menakutkan. Saat itu, menurut Mayang, Bambang bersama pegawai di kebunnya tengah melakukan aktivitas berkebun dan membersihkan ranting pohon. Sayangnya, yang terpotong justru ranting dengan sarang tawong hingga menyerang keduanya.
Pegawai kebun bernama Karno harus berlari menjauhi pohon setelah terkena 4 sengatan di kepala dan punggung, sedangkan Bambang beruntung hanya terkena 1 sengatan di tubuh karena menceburkan diri ke area empang.
"Ceritanya suami saya lagi berkebun dibantu orang rumah (Karno), enggak sengaja pas lagi motong pohon terpotonglah rumah tawon itu, rupanya dendamlah si tawon dan mengejar, pegawai di kebun lari dan suami saya terjun ke empang," kata Mayangsari.
People Also Ask
1. Di mana lokasi taman rumah Mayangsari?
Di Purwokerto, Jawa Tengah, taman berada di kompleks kediaman pribadinya.
2. Apa saja pohon buah yang ditanam di taman?
Ada sukun yang sedang berbuah, serta deret pohon durian, petai, dan manggis.
3. Hewan apa yang dipelihara Mayangsari di area taman?
Sejumlah unggas termasuk angsa serta kura-kura darat.
4. Ikan apa yang hidup di empang?
Empang diisi aneka ikan air tawar, antara lain mujair dan nila.
5. Benarkah ada insiden di empang?
Ya. Saat menata taman, Bambang Triatmodjo pernah tersengat tawon dan spontan tercebur ke empang; sejak itu, penanganan area rawan lebih berhati-hati.