5 Alasan AS Serang Iran dengan Operasi Kemarahan Epik, Salah Satunya Ganti Rezim

17 hours ago 8

loading...

Presiden Donald Trump telah paparkan lima tujuan meluncurkan Operasi Kemarahan Epik terhadap Iran. Foto/Screenshot video The Guardian

TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melancarkan serangan paling ambisius mereka terhadap Iran pada hari Sabtu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. AS menamai serangannya dengan Operation Epic Fury atau Operasi Kemarahan Epik.

Pertaruhan kebijakan luar negeri terbesar Presiden AS Donald Trump ini terjadi setelah dia berkampanye untuk pemilihan kembali sebagai "presiden perdamaian" dan setelah mengatakan bahwa dia lebih menyukai solusi diplomatik atas kebuntuan dengan Iran.

Baca Juga: Media Israel: Foto Jenazah Khamenei Ditunjukkan kepada Trump dan Netanyahu

Trump tidak menyampaikan argumen yang berkelanjutan kepada rakyat Amerika sebelum bertindak, tetapi membahas masalah ini secara singkat dalam pidato kenegaraannya Selasa lalu dan kemudian dalam pesan video yang dirilis pada hari Sabtu, yang menjabarkan lima tujuan serangannya terhadap Iran.


5 Alasan AS Menyerang Iran

1. Mencegah Iran Memperoleh Senjata Nuklir

Trump telah berulang kali mengatakan, dan melakukannya lagi dalam pesan videonya, bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Dia mengklaim telah menghancurkan program nuklir Iran dalam serangan Juni lalu, tetapi pekan ini mengatakan bahwa Teheran telah berupaya membangun kembali program tersebut.

“Bayangkan betapa beraninya rezim ini jika mereka pernah memiliki dan benar-benar dipersenjatai dengan senjata nuklir sebagai sarana untuk menyampaikan pesan mereka,” katanya pada hari Sabtu, seperti dikutip dari AFP, Minggu (1/3/2026).

Salah satu alasan yang diberikan Amerika Serikat dan Israel untuk pengeboman Juni adalah bahwa Iran semakin dekat untuk dapat memproduksi senjata nuklir.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang bernaung di bawah PBB dan komunitas intelijen AS secara terpisah menilai bahwa Iran menutup program pengembangan senjata nuklir pada tahun 2003 dan Teheran membantah pernah berupaya memiliki senjata nuklir, meskipun sebagai pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |