Wipe Data Artinya: Pengertian, Fungsi dan Panduan Lengkap Melakukannya

11 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta Seiring meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital, memahami wipe data artinya menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pengguna smartphone maupun komputer. Istilah ini kerap muncul saat seseorang hendak menjual perangkat lama, mengatasi masalah sistem, atau sekadar ingin membersihkan ponsel dari segala data pribadi yang tersimpan.

Data wiping adalah proses menghapus data dari perangkat penyimpanan sehingga tidak bisa dipulihkan kembali. Proses ini dilakukan secara logis pada media baca/tulis sehingga data tidak dapat lagi dibaca, baik dengan menghubungkan media ke perangkat penghapusan massa, maupun dengan mem-boot PC dari CD atau jaringan dan merupakan proses nondestruktif yang memungkinkan media digunakan kembali, tanpa kehilangan kapasitas penyimpanan.

Banyak pengguna masih keliru mengira bahwa menghapus file secara biasa sudah cukup untuk melenyapkan data sepenuhnya, padahal kenyataannya tidak demikian. Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara menyeluruh wipe data artinya apa, bagaimana fungsinya, serta langkah-langkah melakukannya dengan benar di berbagai perangkat.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (27/6/2026).  

Apa Itu Wipe Data? Memahami Arti dan Definisinya

Secara sederhana, wipe data adalah tindakan menghapus seluruh informasi yang tersimpan di memori internal perangkat secara menyeluruh dan permanen. Data wiping, yang juga dikenal sebagai data erasure, merujuk pada proses sistematis menghapus data secara permanen dari perangkat penyimpanan untuk mencegah akses tidak sah atau pemulihan data. Proses ini berbeda jauh dari sekadar menekan tombol "hapus" yang biasa dilakukan sehari-hari.

Data erasure (kadang disebut secure deletion, data clearing, data wiping, atau data destruction) adalah metode sanitasi data berbasis perangkat lunak yang bertujuan menghancurkan semua data elektronik pada hard disk, atau media digital lainnya secara menyeluruh dengan menimpa data ke seluruh sektor perangkat dalam proses yang tidak dapat dibalikkan. Artinya, setelah proses ini selesai, perangkat akan kembali ke kondisi awal layaknya baru keluar dari pabrik.

Data wiping tidaklah semudah menghapus atau memformat perangkat penyimpanan, karena penghapusan data atau pemformatan drive hanya menciptakan ruang kosong di perangkat tanpa memastikan penghancuran data yang sesungguhnya — proses tersebut hanya menyembunyikan file data untuk memberikan ruang penyimpanan tambahan.

Dalam konteks ponsel, proses wipe data akan menghapus semua aplikasi, pengaturan, foto, video, pesan, serta data akun pribadi yang pernah tersimpan. Data wiping menyediakan cara aman untuk menghapus file dan data lama, dan setelah perangkat dihapus sepenuhnya, tidak ada seorang pun yang dapat mengambil kembali data tersebut, sehingga mengurangi kemungkinan pelanggaran keamanan dan pencurian informasi.

Perbedaan Wipe Data dan Factory Reset yang Wajib Diketahui

Banyak pengguna masih menyamakan wipe data dengan factory reset. Meskipun keduanya bertujuan mengembalikan perangkat ke kondisi awal, terdapat sejumlah perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Kedua proses tersebut melibatkan penghapusan informasi dari perangkat, namun wipe data melangkah lebih jauh dengan menghapus secara permanen semua jejak informasi pribadi, sementara factory reset mengembalikan perangkat ke kondisi aslinya tetapi mungkin tidak sepenuhnya menghapus semua data.

Berikut perbedaan utama yang perlu diketahui:

  1. Tingkat Penghapusan — Factory reset hanya menghapus referensi file, sehingga data mendasar tetap utuh hingga ditimpa secara alami, sedangkan data wipe software menimpa sektor penyimpanan secara langsung, menghancurkan data secara permanen dan menghilangkan sisa-sisa yang dapat dipulihkan.
  2. Kemungkinan Pemulihan Data — Data setelah factory reset masih bisa dipulihkan menggunakan alat forensik, sementara software wipe data menggunakan prosedur timpa terverifikasi yang membuat pemulihan secara praktis mustahil jika dijalankan dengan benar.
  3. Bukti Penghapusan — Factory reset tidak menyediakan bukti bahwa data telah dihapus secara aman, sementara software wipe data menghasilkan laporan siap audit yang berisi identitas perangkat, stempel waktu, dan hasil verifikasi untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR.
  4. Pengaruh pada Kartu SD — Factory reset umumnya hanya memengaruhi penyimpanan internal dan tidak menyentuh data di kartu SD eksternal, sedangkan wipe data yang sesungguhnya dapat dikonfigurasi untuk membersihkan semua media penyimpanan.
  5. Metode Pelaksanaan — Factory reset dapat dilakukan melalui menu pengaturan ponsel dengan mudah, sedangkan wipe data yang menyeluruh biasanya memerlukan software khusus atau dilakukan melalui recovery mode.
  6. Jenis Penghapusan — Factory reset sebagian besar melakukan logical deletion di mana sistem melupakan lokasi data, sementara physical deletion menghancurkan data itu sendiri — dan factory reset umumnya hanya melakukan penghapusan logis.

Baca juga: 4 Cara Reset HP Samsung dengan Mudah, Ketahui Manfaatnya

Fungsi dan Manfaat Wipe Data bagi Keamanan Perangkat

Wipe data memiliki berbagai fungsi krusial, terutama dari sisi keamanan dan privasi. Data wiping memungkinkan organisasi maupun individu untuk menyingkirkan data lama dan tidak diperlukan secara aman, serta memastikan tidak ada pihak mana pun yang dapat mengaksesnya kembali dan menemukan konten atau informasi sensitif yang mungkin tersimpan pada hard disk atau perangkat media digital tertentu. Berikut fungsi dan manfaat utama wipe data:

  1. Melindungi Privasi Saat Menjual Perangkat — Sebelum membuang atau menjual komputer, hard drive, atau perangkat penyimpanan lainnya, sangat penting untuk melakukan wipe data guna mencegah pihak lain mengakses informasi pribadi atau rahasia. Langkah ini menjadi wajib sebelum mereset ponsel untuk dijual.
  2. Mengatasi Masalah Sistem yang Serius — Ketika perangkat mengalami kondisi lemot yang parah, sering crash, atau terinfeksi malware, wipe data menjadi solusi efektif untuk mengembalikan performa ke kondisi optimal.
  3. Memenuhi Kepatuhan Regulasi — Regulasi perlindungan data yang ketat seperti GDPR, HIPAA, dan ISO 27001 ditegakkan oleh pemerintah dan perusahaan, sehingga penghapusan data secara aman membantu mempertahankan kepatuhan dengan memastikan tidak ada jejak data yang terregulasi tertinggal pada sistem yang dibuang.
  4. Mendukung Daur Ulang Perangkat — Saat mendaur ulang perangkat elektronik, data wiping memastikan bahwa setiap data residual pada perangkat tersebut terhapus secara permanen, sehingga mengurangi risiko kebocoran data.
  5. Mengosongkan Ruang Penyimpanan — Bagi pengguna yang mengalami masalah penyimpanan penuh, wipe data memberikan pembersihan menyeluruh dan mengembalikan kapasitas memori internal sepenuhnya.
  6. Mencegah Pencurian Identitas — Metode ini membantu melindungi informasi rahasia agar tidak jatuh ke tangan yang salah dan mengurangi risiko pelanggaran data, pencurian identitas, atau akses tidak sah.

Baca juga: Cara Menyembunyikan Aplikasi di HP Android dengan Aman dan Mudah

Standar Internasional dalam Proses Wipe Data

Dalam dunia profesional, proses wipe data tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat sejumlah standar internasional yang mengatur bagaimana data harus dihapus secara aman dan terverifikasi. NIST Special Publication 800-88, atau lebih sederhana disebut NIST 800-88, adalah dokumen pemerintah AS yang menyediakan panduan metodis mengenai penghapusan data dari media penyimpanan elektronik, dengan tujuan melakukan sanitasi media secara efektif sehingga semua data tidak dapat dipulihkan setelah mencapai akhir masa pakainya.

NIST 800-88 dikenal luas karena kategori sanitasi datanya, yaitu Clear, Purge, dan Destroy, dan prinsipnya berlaku untuk teknologi penyimpanan magnetik, berbasis flash, maupun teknologi lainnya mulai dari USB drive hingga server — bahkan panduan ini tidak dimaksudkan untuk teknologi tertentu saja, melainkan dirancang untuk berlaku secara universal pada berbagai jenis media. Standar ini menjadi acuan utama bagi perusahaan, lembaga pemerintah, dan penyedia layanan IT di seluruh dunia.

Selain NIST, terdapat standar lain yang juga banyak digunakan. Sebagaimana dikutip dari R-Studio, standar DOD 5220.22-M yang digunakan oleh Departemen Pertahanan AS dan Program Keamanan Industri Nasional AS melibatkan penulisan serangkaian angka 0 pada pass pertama, angka 1 pada pass kedua, kemudian karakter acak pada pass ketiga dan terakhir. Pemahaman tentang standar-standar ini membantu pengguna menyadari bahwa wipe data merupakan proses serius yang memerlukan metode tertentu agar benar-benar efektif.

Cara Melakukan Wipe Data di Berbagai Perangkat

Proses wipe data dapat dilakukan pada berbagai jenis perangkat, mulai dari smartphone Android, iPhone, hingga komputer. Setiap platform memiliki metode yang sedikit berbeda, namun prinsip dasarnya tetap sama. Pastikan Anda memahami langkah-langkah berikut sebelum memulai.

1. Wipe Data di HP Android Melalui Recovery Mode

Metode ini paling umum digunakan saat perangkat Android mengalami masalah serius seperti hang atau stuck di logo. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Matikan perangkat Android sepenuhnya.
  2. Tekan dan tahan tombol Volume Atas dan Power secara bersamaan hingga muncul menu recovery mode.
  3. Gunakan tombol volume untuk menavigasi ke opsi Wipe Data/Factory Reset.
  4. Tekan tombol Power untuk mengonfirmasi pilihan.
  5. Pilih Yes untuk memulai proses penghapusan data.
  6. Tunggu proses selesai, lalu pilih Reboot System Now.

Baca juga: 3 Cara Reset HP OPPO yang Mudah, Cepat, dan Aman

2. Wipe Data di HP Android Melalui Menu Pengaturan

Jika perangkat masih bisa dioperasikan secara normal, Anda bisa melakukan wipe data melalui pengaturan:

  1. Buka Settings (Pengaturan).
  2. Pilih System atau General Management.
  3. Klik Reset atau Reset Options.
  4. Pilih Erase All Data (Factory Reset).
  5. Masukkan PIN atau pola keamanan jika diminta.
  6. Konfirmasi dengan mengetuk Reset Phone atau Erase Everything.

3. Wipe Data di iPhone (iOS)

Untuk pengguna iPhone, prosesnya lebih ringkas namun tetap efektif. Pastikan Anda telah menonaktifkan fitur Find My terlebih dahulu:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih General, lalu ketuk Transfer or Reset iPhone.
  3. Pilih Erase All Content and Settings.
  4. Masukkan passcode, lalu ketuk Erase untuk mengonfirmasi.

4. Wipe Data di Komputer Windows

Bagi pengguna Windows 10 atau 11, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Update & Security, lalu klik Recovery.
  3. Di bagian Reset this PC, klik Get Started.
  4. Pilih Remove Everything untuk penghapusan menyeluruh.
  5. Ikuti petunjuk di layar hingga proses selesai.

Baca juga: 4 Cara Reboot HP Samsung Terbaru, Ikuti Langkah-langkahnya

Persiapan Penting Sebelum Melakukan Wipe Data

  1. Backup Seluruh Data Penting — Cadangkan foto, video, kontak, dokumen, dan riwayat chat ke layanan cloud seperti Google Drive, iCloud, atau media penyimpanan eksternal. Ini adalah langkah paling krusial yang tidak boleh dilewatkan.
  2. Pastikan Daya Baterai Mencukupi — Perangkat sebaiknya memiliki daya baterai minimal 50 persen atau terhubung ke sumber daya selama proses berlangsung. Proses yang terhenti karena baterai habis dapat menyebabkan kerusakan sistem yang serius.
  3. Catat Informasi Akun — Pastikan Anda mengingat email, kata sandi akun Google, Apple ID, serta akun media sosial lainnya. Setelah wipe data, perangkat akan meminta verifikasi akun yang sebelumnya terdaftar melalui fitur Factory Reset Protection (FRP).
  4. Logout dari Semua Akun — Keluar dari akun Google, Mi Account, Samsung Account, atau akun lainnya sebelum memulai proses. Hal ini mencegah masalah kunci aktivasi pada perangkat pasca-reset.
  5. Lepas Kartu SD dan SIM — Meskipun wipe data umumnya tidak memengaruhi kartu SD eksternal, melepasnya terlebih dahulu merupakan langkah pencegahan yang bijak untuk menghindari penghapusan data yang tidak disengaja.
  6. Enkripsi Perangkat Sebelum Reset — Untuk keamanan ekstra, terutama jika perangkat akan berpindah tangan, aktifkan enkripsi perangkat sebelum melakukan wipe data agar sisa data yang mungkin tertinggal menjadi teracak dan tidak dapat diakses oleh pihak lain.
  7. Jangan Interupsi Proses — Selama wipe data berlangsung, hindari menekan tombol secara acak atau memaksa perangkat untuk reboot. Interupsi dapat menyebabkan brick (perangkat mati total) yang memerlukan penanganan profesional.

Baca juga: 10 Penyebab HP Lemot dan Cara Mengatasinya, Tak Perlu Panik

Pertanyaan Seputar Wipe Data

1. Apakah data di kartu SD ikut terhapus saat wipe data?

Secara umum, proses wipe data hanya memengaruhi memori internal perangkat dan tidak menghapus data yang tersimpan di kartu SD eksternal. Meskipun demikian, sebaiknya lepaskan kartu SD sebelum melakukan wipe data untuk menghindari risiko penghapusan tidak disengaja, terutama pada beberapa merek ponsel tertentu yang mungkin menyertakan opsi penghapusan kartu SD dalam proses reset.

2. Bisakah data dipulihkan setelah wipe data dilakukan?

Jika wipe data dilakukan dengan metode overwrite yang benar sesuai standar keamanan, data menjadi sangat sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan. Namun, perlu diketahui bahwa factory reset biasa pada ponsel belum tentu menghapus data secara sempurna, sehingga masih ada kemungkinan pemulihan menggunakan software forensik tertentu.

3. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan wipe data?

Wipe data sebaiknya dilakukan dalam beberapa situasi spesifik, yakni saat hendak menjual atau memberikan perangkat kepada orang lain, ketika perangkat mengalami masalah sistem yang tidak bisa diatasi dengan cara biasa, saat perangkat terinfeksi malware yang sulit dihapus, atau ketika Anda ingin memulai perangkat dari awal dengan kondisi bersih seperti baru. Selalu pastikan data penting sudah dicadangkan sebelum memulai proses apa pun.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |