Viral Permasalahan Aa Juju Terkait Hyundai Ioniq 5 Miliknya, Ini Kronologinya!

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Influencer sekaligus food vlogger Aa Juju, pemilik akun Instagram @makanlurrrr, membagikan pengalaman kurang menyenangkan usai membeli Hyundai Ioniq 5 secara tunai. Keluhannya yang menyangkut masalah teknis kendaraan hingga layanan purnajual ini viral di media sosial dan akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak Hyundai Indonesia.

Video keluhan yang diunggah Aa Juju di akun media sosial pribadinya telah ditonton hingga jutaan kali, dan memicu diskusi luas di kalangan pengguna mobil listrik maupun masyarakat umum soal transparansi informasi produk dan layanan purnajual kendaraan listrik di Indonesia.

Masalah Pertama: Fast Charging Tidak Berfungsi

Kendala pertama yang dialami Aa Juju berkaitan dengan fitur pengisian daya cepat atau fast charging. Ia mengaku Ioniq 5 miliknya tidak dapat melakukan pengisian daya cepat, dan hanya bisa menggunakan metode pengisian AC yang membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Aa Juju sempat membawa kendaraannya ke fasilitas servis Hyundai di Senayan Park untuk menangani masalah ini. Namun menurut pengakuannya, persoalan tersebut belum mendapat penyelesaian, dan ia justru diarahkan untuk mencoba menggunakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) lainnya.

Mobil Tiba-Tiba Mati dan Aki Harus Diganti

Persoalan berlanjut ketika mobil tiba-tiba tidak dapat dinyalakan. Aa Juju memanggil teknisi untuk melakukan pemeriksaan langsung di rumahnya, dan mendapat penjelasan bahwa baterai atau aki 12V kendaraan dalam kondisi habis sehingga harus diganti.

Dalam rekaman yang ia unggah, seorang pria yang diduga merupakan mekanik Hyundai menjelaskan bahwa kebiasaan memarkir mobil secara paralel, yakni dalam posisi transmisi netral tanpa rem tangan, dalam waktu lama dapat membuat fitur BlueLink dan sejumlah komponen kelistrikan lain tetap aktif menyedot daya dari aki, sehingga aki mengalami overuse hingga akhirnya habis.

Kontradiksi Soal Kemampuan Parkir Paralel

Penjelasan mekanik ini justru menjadi titik krusial dalam kasus tersebut. Menurut Aa Juju, kebutuhan untuk memarkir mobil secara paralel telah ia sampaikan kepada tenaga penjual sejak sebelum transaksi pembelian dilakukan, dan ia mengaku telah diyakinkan bahwa Ioniq 5 dapat digunakan untuk keperluan tersebut, bahkan sempat diperagakan langsung sebelum ia membeli unitnya.

Namun setelah masalah muncul, penjelasan yang ia terima dari pihak bengkel justru berbeda, yakni bahwa parkir paralel dalam durasi lama sebenarnya tidak disarankan. Perbedaan informasi antara tenaga penjual dan pihak teknis inilah yang membuat Aa Juju mempertanyakan kembali informasi awal yang telah disampaikan kepadanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |