Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya

11 hours ago 11

loading...

Presiden AS Donald Trump akui sudah meneken salinan dokumen MoU Amerika dan Iran yang berisi 14 poin kesepakatan. Foto/White House

TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi telah resmi menandatangani salinan nota kesepahaman (MoU) Amerika dengan Iran. Foto dokumen tersebut dilaporkan telah dikirim ke pihak Iran dan para mediator.

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa teks nota kesepahaman telah resmi diselesaikan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Baca Juga: Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik

Trump menandatangani dokumen tersebut saat menghadiri makan malam bersama Presiden Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Prancis.

"Sudah ditandatangani," kata Trump saat meninggalkan Versailles pada Rabu malam. "Saya menandatanganinya di Versailles," katanya lagi, yang dilansir Russia Today, Kamis (18/6/2026).

Gedung Putih belum menerbitkan teks final memorandum tersebut, tetapi seorang pejabat senior AS membacakan dokumen 14 poin tersebut kepada wartawan pada hari Rabu pagi, setelah beberapa hari dikritik karena kerahasiaannya.

Pembacaan tersebut sebagian besar mengikuti teks yang bocor, tetapi mencakup bahasa yang lebih rinci tentang kedaulatan Lebanon, penghapusan bertahap blokade Angkatan Laut AS, pengelolaan Selat Hormuz di masa depan, dan penanganan persediaan uranium yang diperkaya Iran di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa berakhirnya perang di Lebanon sama pentingnya bagi Teheran seperti ketentuan yang menyangkut Iran sendiri. "Itulah sebabnya klausul pertama menyebutkan negara tersebut tiga kali, termasuk penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatannya," ujarnya.

"Kami tidak memisahkan Amerika Serikat dan rezim Israel, tetapi perbedaan pendekatan dan metode mereka jelas terlihat," kata Baghaei, menurut laporan Press TV.

“Jika serangan rezim Israel terhadap Lebanon berlanjut, hal itu akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap komitmen pihak lain berdasarkan nota kesepahaman.”

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |