Trump Tak Bantu Saudi, Houthi Janji Tak Akan Serang Kapal AS

2 hours ago 3

loading...

Houthi janji tak akan serang kapal AS. Foto/X

SANAA - Kelompok Houthi Yaman telah meyakinkan Washington bahwa mereka tidak akan menyerang kapal-kapal AS di Laut Merah, menyusul laporan bahwa AS membatalkan rencana serangan terhadap kelompok tersebut pada saat-saat terakhir, kata seorang pejabat senior Houthi pada hari Senin.

Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Houthi, mengatakan Washington menghubungi kelompok tersebut setelah pergerakan cepat mereka menyusuri pantai barat Yaman menuju Selat Bab el-Mandeb awal bulan ini.

"Kami menegaskan bahwa kami tidak menargetkan Amerika Serikat, atau negara lain mana pun, di selat tersebut, kecuali musuh kami, Arab Saudi," ujarnya. "Hal itu tetap berlaku."

Al-Bukhaiti mengatakan kelompoknya memiliki kemampuan untuk berperang di berbagai front "jika ada negara yang terlibat dalam agresi terhadap Yaman bersama Arab Saudi."

"Hari ini, Yaman mampu melancarkan pertempuran—bukan sekadar konflik internal, melainkan juga konflik internasional," katanya.

Ia mengatakan serangan Houthi terhadap negara tetangga Arab Saudi akan terus berlanjut sampai Riyadh mengakhiri blokade yang telah berlangsung selama satu dekade terhadap wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai Houthi dan mengizinkan kapal-kapal mencapai pelabuhan Laut Merah yang dikuasai kelompok tersebut. Setelah itu, mereka akan siap untuk bernegosiasi, ujarnya.

Komentar Al-Bukhaiti muncul setelah media AS melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu membatalkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi di saat-saat terakhir, hanya beberapa jam setelah memutuskan untuk menargetkan posisi kelompok yang didukung Iran tersebut usai pembicaraan dengan pemimpin *de facto* Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dalam indikasi awal bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk ikut serta dalam pertempuran di pihak Riyadh, Trump mempersingkat waktu akhir pekannya di Camp David—kompleks kepresidenan terpencil di wilayah pedesaan Maryland—untuk kembali secara mendadak ke Gedung Putih.

Gedung Putih tidak memberikan penjelasan mengenai kepulangan lebih awal tersebut ataupun komentar terkait laporan-laporan itu. Sebaliknya, pada hari Minggu, AS memperingatkan bahwa pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi dapat meningkat tajam setelah serangan rudal menyasar Riyadh untuk pertama kalinya sejak perang di Yaman kembali berkecamuk.

Ledakan keras terdengar pada hari Sabtu di ibu kota Arab Saudi, dan sebuah tangki bahan bakar berlogo perusahaan minyak raksasa Aramco terbakar akibat serangan yang tampaknya ditujukan ke bandara Riyadh.

"Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," demikian peringatan Departemen Luar Negeri AS, seraya menambahkan bahwa warga negara AS di luar Timur Tengah sebaiknya "mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut".

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |