Top 3 Tekno: Bocoran spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Bikin Penasaran

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro membuat penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (18/1/2026) kemarin.

Informasi lain yang juga populer yaitu mengenai phishing yang kini mulai menyusup lewat komentar dan balasan di LinkedIn.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno liputan6.com berikut ini.

1. Bocoran iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Terbaru, Spesifikasi Kunci Mulai Terkuak

Rumor tentang iPhone Fold dan iPhone 18 Pro semakin ramai jadi perbincangan di dunia maya. Entah itu dari sisi spesifikasi hingga tampilan desain, ponsel baru Apple ini mencuri perhatian banyak pihak.

Kabar terkini datang dari analis Jeff Pu. Mengutip laporan Pu via 9to5Mac, Minggu (18/1/2026), Apple disebut akan mengambil langkah berbeda di iPhone Fold.

Ponsel layar lipat pertama dari perusahaan berbasis di Cupertino ini diklaim akan mengandalkan Touch ID, bukan Face ID seperti iPhone modern saat ini.

Menurut Jeff Pu, iPhone Fold bakal menggunakan panel berukuran 7,8 inci untuk layar di dalam. Sementara itu, layar cover ponsel baru Apple tersebut akan memiliki ukuran 5,3 inci. Untuk performa, HP layar lipat pertama Apple ini akan ditenagai chipset A20 Pro dan chip N2.

iPhone baru ini akan dibekali dengan LPDDR5 RAM 12GB, Touch ID, dan modem C2 untuk urusan konektivitas lebih aman dan cepat. Terkait kamera, perusahaan akan menyematkan dua kamera 48MP dan 18MP untuk keperluan selfie.

Selain iPhone Fold, Jeff Pu juga membeberkan detail lini iPhone 18 Pro series. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max disebut sama-sama menggunakan chipset A20 Pro, chip N2, serta modem C2. 

Kedua model juga kabarnya hadir dengan RAM 12GB dan kamera depan 18MP. Namun, laporan terbaru mengklaim seluruh seri iPhone 18 bakal menggunakan kamera selfie 24MP.

Baca selengkapnya di sini

2. Waspada, Phishing Kini Menyusup Lewat Komentar dan Balasan di LinkedIn

Penipu dilaporkan membanjiri unggahan LinkedIn dalam sepekan terakhir dengan komentar “balasan” palsu yang seolah-olah berasal dari pihak LinkedIn (phishing). Komentar tersebut berisi peringatan terkait dugaan pelanggaran kebijakan dan mendesak pengguna untuk mengeklik tautan eksternal.

Pesan-pesan itu dibuat menyerupai komunikasi resmi LinkedIn. Bahkan, dalam sejumlah kasus pelaku memanfaatkan layanan pemendek URL resmi LinkedIn, lnkd.in, sehingga tautan phishing menjadi lebih sulit dibedakan dari tautan resmi platform.

Dilansir BleepingComputer, Minggu (18/1/2026), pengguna LinkedIn menjadi sasaran serangan penipuan berbasis komentar yang dilakukan oleh akun-akun palsu menyerupai platform jejaring professional tersebut. Modus ini memanfaatkan komentar otomatis mirip bot yang mengklaim akun pengguna telah terlibat “aktivitas tidak sesuai”.

Komentar palsu tersebut mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan tertentu guna memulihkan akses akun. Sekilas, balasan ini tampak meyakinkan karena menggunakan logo LinkedIn serta bahasa resmi yang meniru pemberitahuan platform.

Dalam beberapa contoh yang beredar, komentar itu menyebutkan bahwa LikedIn mengambil langkah perlindungan akibat terdeteksinya potensi akses tidak resmi, seperti login dari Lokasi yang tidak dikenal. Pesan tersebut juga menampilkan pratinjau tautan yang terlihat seperti notifikasi resmi.

Baca selengkapnya di sini

3. OpenAI Mulai Uji Iklan di ChatGPT, Ini Dampaknya bagi Pengguna Gratis

Perbincangan panas tentang bagaimana OpenAI meraup untung kembali menemukan titik terang. Raksasa kecerdasan buatan (AI) tersebut akhirnya mengonfirmasi rumor yang sudah lama beredar, yaitu dengan cara memasang iklan di layanan mereka.

Mengutip TechCrunch, Minggu (18/1/2026), OpenAI menyatakan akan mulai menguji penayangan iklan untuk pengguna ChatGPT di Amerika Serikat (AS). Rencananya, uji coba iklan ini ditujukan untuk pengguna paket gratis dan ChatGPT Go.

Raksasa AI itu menyebut, kebijakan untuk memasang iklan adalah sebagai upaya menjaga akses gratis tetap tersedia. Tak hanya itu, rencana ini dapat menjadi sumber pendapatan baru dari pengguna yang belum siap berlangganan layanan berbayar.

Dalam keterangannya, OpenAI menjelaskan iklan akan ditampilkan di bagian bawah percakapan. Konten iklan akan disesuaikan dengan topik yang sedang dibahas pengguna. Meski begitu, perusahaan menegaskan pengalaman pengguna tetap prioritas. Mereka mengklaim, pengguna tetap memiliki kendali penuh atas iklan yang muncul

Pengguna bisa menutup iklan, melihat alasan mengapa iklan tertentu ditampilkan, hingga menonaktifkan personalisasi agar iklan tidak lagi ditargetkan berdasarkan percakapan.

Perusahaan juga memastikan, tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna yang diyakini berusia di bawah 18 tahun.

Baca selengkapnya di sini

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |