TikTok Luncurkan PineDrama, Aplikasi Drama Pendek Berdurasi 1 Menit

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tiktok diam-diam merilis aplikasi baru bernama PineDrama. Platform ini menyajikan tayangan drama pendek atau mikro drama dalam format episode berdurasi satu menit.

Aplikasi ini sudah tersedia di Amerika Serikat dan Brasil untuk pengguna iOS maupun Android.

PineDrama menghadirkan video yang mirip dengan TikTok, namun kontennya berupa cerita fiksi berseri. Setiap video saling berkaitan dan membentuk alur cerita layaknya drama televisi. Aplikasi ini gratis dan saat ini belum menampilkan iklan.

Mengutip Tech Crunch, Senin (19/1/2026) melalui tab Discover pengguna bisa menelusuri berbagai drama dan menyortirnya melalui pilihan “All” atau “Trending”. Video yang disajikan berbentuk vertikal yang dipersonalisasi sesuai minat.

Beragam genre tersedia mulai dari thriller, romantis, hingga drama keluarga.

PineDrama juga dilengkapi fitur “Watch History” untuk melanjutkan tontonan yang tertunda. Lalu ada juga bagian “Favorites” untuk menyimpan serial yang disukai.

Pengguna dapat berbagai pendapat serta berinteraksi melalui kolom komentar dan menikmati mode layar penuh yang menghilangkan sidebar dan teks, sehingga ketika menonton lebih leluasa.

Sebelumnya, di akhir 2025, TikTok menghadirkan fitur “TikTok Minis” yang juga menampilkan drama mikro langsung dari aplikasi utama. Dengan PineDrama, Tiktok menantang platform drama mikro lainnya seperti ReelShort dan DramaBox.

Pada 2020, platform streaming Quibi gagal bertahan dan hanya berjalan selama enam bulan, meski sudah menawarkan episode berdurasi kurang dari 10 menit yang dibintangi aktor-aktor Hollywood ternama.

Namun sebaliknya, ReelShort dan DramaBox justru sukses memikat penonton dalam beberapa detik pertama. Kedua platform ini menargetkan penggemar kisah romantis dan cerita thriller, sementara Quibi mencoba menjangkau seluruh segmen penonton.

TikTok kini berupaya mengadopsi strategi tersebut melalui PineDrama, dengan memanfaatkan dominasinya di ranah video pendek.

TikTok Perkuat Keamanan Digital untuk Lindungi 160 Juta Pengguna Indonesia

Sebelumnya, TikTok, platform yang menjadi rumah inspirasi dan kreativitas bagi lebih dari 160 juta penggunanya di Indonesia, terus memperkokoh komitmennya terhadap keamanan digital.

Sepanjang tahun 2025, serangkaian inisiatif telah diluncurkan, mencakup penguatan kebijakan, pembaruan fitur keamanan, perluasan edukasi publik, hingga kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dengan tujuan utama menciptakan pengalaman digital yang lebih aman, positif, dan bertanggung jawab, terutama bagi para remaja.

Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menegaskan bahwa keamanan pengguna adalah prioritas utama.

"Keamanan digital tidak hanya sekadar menghapus konten berbahaya, tetapi juga memastikan seluruh pengguna, termasuk remaja, dapat berkreasi, terhubung, dan berekspresi dalam ruang digital yang aman dan positif," ujar Hilmi dalam keterangannya, Rabu (16/12/2025).

"Kami terus memperkuat perlindungan melalui penegakan kebijakan, sistem moderasi berlapis, edukasi literasi digital, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk merespons tantangan di ruang digital yang terus berkembang,” sambungnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi RI, Mediodecci Lustarini, menyambut baik upaya tersebut.

"Kami mengapresiasi upaya TikTok dalam menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi kepada publik,” kata Mediodecci.

Ia menilai, hal itu sejalan dengan prioritas Komdigi untuk memperkuat literasi digital, menekan konten berisiko, serta memastikan PSE beroperasi secara bertanggung jawab.

“Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman dan positif,” tuturnya.

Tiga Pilar Utama Keamanan TikTok 2025

Melalui pendekatan kolaboratif dan transparan, TikTok memfokuskan penguatan keamanan platform secara menyeluruh melalui tiga kampanye utama:

1. Membangun Ruang Digital Aman Melalui Edukasi Remaja dan Orang Tua

Sejak 2024, TikTok telah menjalankan inisiatif literasi digital, yang pada 2025 diperkuat melalui kampanye Seru Berkreasi dan #SalingJaga bersama Yayasan SEJIWA. Kampanye ini berfokus pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jabodetabek dan telah menjangkau lebih dari 1.600 remaja melalui sesi literasi dan diskusi.

Founder Yayasan SEJIWA, Diena Haryana, menekankan peran sentral orang tua. Kolaborasi semua pemangku kepentingan menjadi kunci, dengan orang tua memegang peran utama sebagai pengenal teknologi di keluarga. 

"Melalui pendampingan hangat, komunikasi terbuka, kebijakan yang ramah anak, serta dukungan seluruh masyarakat termasuk platform digital, ruang digital yang sehat dan positif dapat terwujud," tuturnya.

2. Menggerakkan Komunitas #LawanJudol

TikTok turut mendukung upaya memerangi Judi Online (Judol) melalui kampanye #LawanJudol, yang didukung Komdigi. Kampanye ini mencakup lokakarya luring dan daring untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong pemanfaatan platform yang positif.

TikTok juga meluncurkan laman khusus di dalam aplikasi yang menyediakan sumber daya otoritatif dari pemerintah, konten edukatif dari kreator, layanan aduan (hotline) resmi, serta panduan pelaporan konten terduga Judol.

Dari sisi penegakan kebijakan, pada semester I 2025, TikTok telah menghapus lebih dari 424 ribu konten terkait perjudian--di mana lebih dari 99% dihapus sebelum dilaporkan pengguna--serta menghapus sekitar 1,6 juta komentar yang mempromosikan Judol.

3. Mendorong Kebiasaan #PikirDuaKali Terhindar dari Penipuan Online

Penipuan online, yang menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai sekitar 800 laporan setiap hari, menjadi fokus kampanye #PikirDuaKali. Kampanye ini mendorong masyarakat untuk berpikir dua kali sebelum berinteraksi dengan tawaran atau pihak tidak dikenal.

TikTok memperkenalkan metode praktis 3C: Cek, Cegah, Cegat untuk mengidentifikasi dan melaporkan penipuan online.

Kampanye diperkuat melalui Pusat Panduan #PikirDuaKali di aplikasi, kolaborasi dengan pakar keamanan digital dan kreator, program TikTok Goes to Campus, hingga seri LIVE tentang tren penipuan online.

TikTok Uji Fitur Baru untuk Atur Seberapa Banyak Konten AI Muncul di FYP

TikTok dikabarkan sedang mulai menguji fitur baru, di mana pengguna kini memiliki kendali lebih besar atas seberapa banyak konten berbasis AI muncul di tab FYP (For You Page).

Fitur ini merupakan bagian dari upaya TikTok untuk mempersonalisasi rekomendasi dan memastikan pengguna menemukan konten yang mereka sukai.

Dilansir The Verge, Senin (1/12/2025), kontrol ini akan muncul di mnu Kelola topik, di mana pengguna bisa menggeser slider untuk meminta lebih banyak konten buatan AI atau justru dikurangi.

Tak hanya itu, fitur baru TikTok ini juga dilengkapi dengan opsi bila pengguna tidak tertarik dengan konten AI tersebut dan filter kata kunci. Aplikasi buatan ByteDance tersebut juga menyematkan watermark tidak terlihat, di mana hanya sistem TikTok yang bisa membaca dan sulit dihapus.

Adapun watermark ini diterapkan pada konten-konten yang dibuat menggunakan AI tools TikTok, seperti AI Editor Pro.

Teknologi ini juga berlaku untuk video yang diunggah memakai standar autentikasi industri C2PA. Perusahaan menyebut, pengembangan ini akan meningkatkan kemampuan deteksi AI di platform mereka.

Meskipun kontrol konten AI saat ini masih dalam tahap uji coba, TikTok mengumumkan kedua perubahan baik kontrol slider maupun implementasi watermark tak terlihat akan diluncurkan secara publik dalam beberapa minggu mendatang.

Lewat siaran pers di newsroom perusahaan, TikTok juga menegaskan komitmennya untuk menggunakan AI dalam memperkuat keamanan platform dan keamanan mereka.

Tak hanya itu, perusahaan juga menjanjikan pembaruan berkelanjutan tentang peran AI dalam mendukung keamanan, penemuan, dan kreativitas di TikTok.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |