Tasya Kamila Laporkan Pencapaian Dari Beasiswa LPDP, Ingat Tak Bisa Pulang Saat Ayah Meninggal

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tasya Kamila mendadak bikin laporan pencapaian selama kuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat, tahun 2016 sampai 2018. Ia kuliah di Negeri Paman Sam berkat beasiswa LPDP. Seperti diketahui, topik LPDP sedang memanas gara-gara unggahan Dwi Sasetyaningtyas.

Unggahan Dwi Sasetyaningtyas menampilkan paspor Inggris untuk anak-anaknya disertai narasi, cukup ayah ibunya yang WNI (Warga Negara Indonesia). anak-anak jangan sampai. Ia pun pamer paspor hitam dengan air muka bahagia karena anak-anaknya kini bukan WNI.

Tentu saja ini melukai hati rakyat Indonesia. Unggahan ini viral dan panen kecaman hingga Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, turun tangan. Dwi Sasetyaningtyas dan suami pun diminta mengembalikan beasiswa LPDP plus bunga, total mencapai miliaran rupiah.

Saat beasiswa LPDP menjadi polemik berhari-hari, Tasya Kamila sebagai awardee menolak diam. Pelantun “Jangan Takut Gelap” mengunggah laporan pencapaian dan kontribusi selama maupun setelah kuliah S2 di Columbia University, AS, di akun Instagram terverifikasi, Selasa (24/2/2026).

Tasya Kamila mengaku sering ditanya soal kontribusi sebagai awardee beasiswa LPDP. Bukannya tersinggung, ibu dua anak ini menilai masyarakat Tanah Air berhak bertanya mengingat uang LPDP berasal dari rakyat Indonesia.

“Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia, menghasilkan output yang baik buat bangsa,” Tasya Kamila menulis.

Perjalanan Pendidikan dengan Beasiswa LPDP

Tasya Kamila menjalani masa bakti LPDP dari tahun 2018 hingga 2023. Masa bakti telah tuntas. Kini saatnya ia membuat laporan pertanggungjawaban di muka publik. Pencapaian pertama yakni lulus tepat waktu dengan IPK (GPA) 3,75 dan aktif berorganisasi.

“Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: sustainable development solutions network – youth mewakili Pemuda Indonesia. Kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta,” ia menjelaskan.

Kontribusi Nyata Selama dan Setelah Studi

“Saat masa studi pun sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan memanfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT. Menjadi bendahara organisasi mahasiswa Asia Tenggara di kampus,” urai Tasya Kamila.

Selain itu, memperkenalkan budaya Indonesia ke komunitas kampus dan magang di Kementerian ESDM untuk belajar lebih detail soal kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Lalu, ada satu lagi pencapaian personal bagi Tasya Kamila.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |