Tak Bergantung Algoritma, Kreator Bisa Punya Kendali Monetisasi Penuh Lewat Teknologi AI

1 month ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sukses melewati fase beta launch pada 2025, Fuomo mengawali tahun 2026 dengan menegaskan identitasnya sebagai tools monetisasi kreator ketimbang sekadar social platform.

Untuk memperkuat identitas tersebut Fuomo memperluas monetisasinya melalui kolaborasi talenta lintas benua dari Korea Selatan hingga Eropa.

Langkah strategis ini ditandai dengan bergabungnya Kevin Lee (Korea Selatan) sebagai Chief Financial Officer dan Cornelius (Eropa) sebagai Chief Technology Officer.

Sinergi ini bertujuan untuk menghadirkan standar monetisasi global yang tetap adaptif dengan karakteristik unik kreator di Indonesia.

Berbeda dengan platform media sosial pada umumnya yang seringkali membatasi ruang gerak kreator lewat algoritma, Fuomo memilih pendekatan sebagai penyedia alat (tools).

CEO Fuomo, Marcell Tee, menekankan bahwa kendala utama ekonomi kreator saat ini adalah sistem monetisasi yang tidak transparan.

"Kami ingin kreator memiliki kontrol penuh atas pendapatannya. Fuomo dibangun sebagai tools yang memberikan kepastian dan kemandirian, bukan ketergantungan," ucap Marcell dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Nilai ini diwujudkan dalam akronim FUOMO: Fans, Unlimited, Opportunity, Monetization, dan Outreach. Fokusnya adalah memberikan kebebasan bagi kreator untuk mengelola komunitas dan pendapatan mereka secara mandiri tanpa harus kehilangan hak atas karya mereka.

Skema Monetisasi Rendah Potongan dan Berbasis AI

Dari sisi fungsionalitas, Fuomo menawarkan struktur biaya yang kompetitif dan transparan guna mendukung keberlanjutan finansial kreator.

  • Komisi 10 persen untuk penjualan konten digital (foto, ilustrasi, voice note).
  • Komisi 3 persen untuk dukungan langsung (tipping) dari penggemar.

Tidak berhenti di situ, Fuomo tengah menyiapkan ekspansi kategori konten ke format video dan teks. Secara teknis, Cornelius mengungkapkan bahwa Fuomo sedang mengembangkan analytics engine berbasis AI.

"Fitur ini memungkinkan kreator memahami performa penjualan dan perilaku pendukung secara presisi. Kami ingin Fuomo dikenal sebagai creator tools berbasis cloud dan AI yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," Cornelius menjelaskan.

Mendorong Profesionalisme Bisnis Kreatif

Sementara itu, CMO Fuomo, Triyanto, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir bagi kreator lokal. Menurutnya, banyak kreator yang sudah konsisten berkarya namun belum memposisikan diri sebagai pelaku bisnis.

"Monetisasi tidak harus menunggu viral. Dengan tools yang tepat, langkah kecil pun bisa menghasilkan pendapatan nyata," ujarnya.

Guna menjamin keamanan ekosistem tersebut, Oscar Bambang selaku Chief Legal Officer memastikan bahwa hak cipta sepenuhnya tetap berada di tangan kreator.

Perlindungan hukum dan akuntabilitas proses pembayaran menjadi fondasi utama agar kreator dapat fokus sepenuhnya pada proses kreatif.

Dengan integrasi teknologi cloud, AI, dan kebijakan keuangan yang berpihak pada kreator, Fuomo kini bersiap menjadi mesin penggerak utama bagi ekonomi kreator yang lebih adil dan berkelanjutan di kancah internasional.

Infografis Geger Akun Penyebar Hoaks di YouTube. (Liputan6.com/Trieyasni)

Lanjut Baca:

Rekomendasi 5 Tablet Terbaik dengan SIM Card di 2026 dengan Harga Dibawah Rp 5 Juta

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |