Syuting Film Harusnya Horror, Ronny P Tjandra Enjoy Berbaur dengan Member AAA Clan

4 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Aktor senior Ronny P. Tjandra senang berkolaborasi dengan pemain muda Harusnya Horror.
  • Film Harusnya Horror adalah debut sutradara Reza Arap, menampilkan AAA Clan dengan karakter unik.
  • Produser dan sutradara puas dengan akting perdana AAA Clan yang dianggap out of the box.

Liputan6.com, Jakarta - Selain aktor debutan dan berusia muda, film Harusnya Horror juga dibintangi Ronny P. Tjandra, yang telah muncul di berbagai film dalam dua dekade terakhir. Dalam film ini ia berperan sebagai ayah dari Kevin (Jot). 

Lantas, apakah perbedaan generasi ini membuatnya susah berbaur dan membangun chemistry di lokasi syuting? Justru sebaliknya. 

“Saya senang sekali karena di film ini saya mendapat banyak teman baru semuanya ya. Jadi, kita semua pemain adalah yang baru saya kenal dan tapi kita bisa bekerja sama dengan baik,” ujar Ronny dalam jumpa pers film Harusnya Horror yang dihelat di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Aktor berusia 68 tahun itu juga mengatakan para pemain film Harusnya Horror merupakan sosok-sosok yang menyenangkan untuk dijadikan teman.

“Pengalaman yang sangat menyenangkan. Pokoknya mereka lucu-lucu. Nyablak aja sebebas-bebasnya dan sama Pak Heroe juga jadi akrab. Dari Malka yang paling kecil sampai yang paling tua itu jadi teman saya,” katanya.

Produser Percaya Pada AAA Clan

Seperti diketahui, film Harusnya Horror yang akan tayang pada 20 Agustus 2026 mendatang ini merupakan debut Youtuber Reza Oktovian, atau yang dikenal dengan nama Reza Arap, sebagai sutradara. 

Film ini diperankan oleh Reza Arap, mendiang Lula Lahfah, dan AAA Clan yang berisi Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Arianto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe).

 Jimmy Lalwani selaku produser yakinkan bahwa bersama dengan AAA Clan, film garapan Reza Arap ini bisa menjadi karya yang unik.

“Dari awal kita sudah yakin bahwa film AAA Clan, Reza bersama semua teman-teman punya potensi karena mereka sendiri masing-masing sudah punya karakter, basic karakter di Marapthon yang unik dan selalu out of the box,” tutur Jimmy.

“Karena itu kita Ess Jay Pictures mengangkat mereka ke dalam film agar teman-teman semua bisa melihat sisi mereka di luar Marapthon. Kita mau bentuk sesuatu yang beda,” tambahnya.

Kepuasan Arap dengan Akting Para Pemain

Sebagai film pertama bagi kebanyakan dari teman-teman AAA Clan, Arap sebagai sutradara memberikan apresiasinya dengan apa yang sudah para pemainnya berikan untuk film tersebut.

“Jadi kalau dibilang apakah puas atau dibilang puaskah sama akting-akting semuanya di sini? Otomatis puas karena mereka sudah memberikan yang terbaik apalagi untuk pertama kalinya,” tutur Arap.

Sinopsis Film Harusnya Horror

Mati penasaran gara-gara tak sempat nonton ending anime favorit adalah nasib buruk seorang setan wibu penakut yang tidak menyeramkan bagi manusia. Agar diizinkan menonton episode terakhir itu, ia diberi tugas mustahil oleh akhirat yaitu mengganggu 100 ribu manusia agar takut padanya.

Di sisi lain, ada grup content creator yang sedang kesulitan bertemu dengan sang setan wibu. Benar saja, mereka tidak takut pada sang setan dan malah menjadikannya talent untuk konten mereka.

Setelah grup content creator dan setan wibu itu meraih popularitas, setan wibu terbelenggu antara menonton ending anime atau menyelamatkan teman-teman content creator yang sudah menjadi tempat nyaman untuknya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Vino G Bastian Terima Film AYAH, AKU MAU CERITA, Rela Ubah Penampilan Demi Karakter

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |