Sinopsis - Review Film Memburu Pemangsa: Menguak Tabir Pembunuh Berantai yang Incar Anak-Anak

2 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Film "Memburu Pemangsa" garapan Umay Shahab memadukan horor, kriminal, dan aksi.
  • Jurnalis dan polisi menyelidiki kasus penculikan anak yang bersekutu dengan iblis.
  • Film ini mengangkat isu kekerasan anak sebagai medium edukasi penting.

Liputan6.com, Jakarta - Sinema Tanah Air akan kedatangan film baru dengan tajuk Memburu Pemangsa yang memadukan genre horor, kriminal, dan aksi. Film garapan Umay Shahab ini mengangkat isu kekerasan terhadap anak.

Memburu Pemangsa dibuka dengan sekelompok jurnalis, Cia (Prilly Latuconsina), Agnes (Laura Basuki), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem), yang sedang kesulitan mencari kasus kriminal untuk bahan beritanya.

Sementara itu, kakak Brina yang merupakan seorang polisi, Petra (Andri Mashadi), sedang dalam misi memecahkan kasus anak hilang yang pembunuhnya tak kunjung ditemukan. Brina pun akhirnya mengajak kakaknya untuk bekerja sama.

Satu per satu anak kecil terus menghilang secara tiba-tiba dan ketika ditemukan sudah menjadi jenazah dengan satu bagian tubuh yang hilang. Hal tersebut pun membuat mereka bertanya-tanya apa motif di balik itu semua.

Agnes yang memiliki kemampuan indra keenam dan melihat kejadian di masa lampau itu pun kerap membantu dengan menyentuh barang-barang di sekitar korban yang dapat membantunya memberikan petunjuk-petunjuk untuk memecahkan kasus itu.

Penculik yang Bersekutu dengan Iblis

Satu petunjuk pun akhirnya menghantarkan mereka bertemu sang penculik (Teuku Rifnu Wikana) yang rupanya cukup kuat dan sulit dikalahkan hanya dengan pukulan tangan dan senjata. Penculik itu pun kabur dan mereka kehilangan jejaknya.

Tidak menyerah, mereka pun mencari tahu dengan menyatukan segala benang merah yang mereka temukan dalam pencariannya. Rupanya, sang pemangsa itu bersekutu dengan iblis dalam penculikan setiap anak.

Keponakan Cia, Pandu (Jordan Omar), yang turut menjadi korban pun membuat mereka semakin kuat untuk menemukan dan menghabiskan pemangsa tersebut. Mereka pun pergi ke tempat yang Agnes temukan dalam penglihatannya.

Akankah satu polisi bersama empat jurnalis tersebut berhasil menangkap pemangsa anak yang sudah lama menjadi buronan itu?

Film yang Mengangkat Isu Sosial dengan Tone Horor

Film kriminal dengan isu utama kekerasan seksual terhadap anak yang dikemas secara menarik dengan menggabungkan tone horor dan aksi. Porsi yang diberikan juga cukup seimbang tanpa kehilangan fokus dalam menyampaikan pesan cerita.

Tidak hanya menikmati, penonton juga diajak ikut berpikir untuk memecahkan pencarian mereka yang masih terasa ringan. Pemilihan lokasi-lokasi kejadian yang tampak sangat nyata dan natural berhasil membangun ketegangan ketika menontonnya.

Meski memiliki fokus karakter yang lebih sedikit, porsi yang diberikan ke setiap karakter cukup seimbang dengan memiliki perannya yang penting masing-masing. Dialog dan aksi yang ditampilkan juga terlihat natural tanpa berlebihan.

Cocok untuk Edukasi

Keberanian Umay Shahab dalam mengangkat isu kekerasan terhadap anak dalam film ini perlu diacungi jempol. Ia berhasil mengolahnya masih dengan batasan-batasan yang wajar. Pemilihan aspek-aspek seperti visual dan audio pun tampak sangat natural.

Film ini menjadi medium yang cocok untuk dijadikan edukasi kepada orang tua dan anak-anak dalam mengetahui isu yang masih cukup tabu namun mungkin saja terjadi di sekitaran mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Prilly Latuconsina Harap Film Memburu Pemangsa Bikin Masyarakat Melek soal Kekerasan pada Anak

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |