Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya

3 hours ago 5

loading...

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah setelah Muharram yang tahun ini akan jatuh pada tanggal berbeda menurut kalender hijriyah pemerintah (16 Juli 2026) dan Muhammadiyah (15 Juli 2026). Foto ilustrasi/ist

Mengetahui jadwal Bulan Safar penting bagi umat Islam, terutama untuk merencanakan ibadah sunah maupun keperluan administrasi yang menggunakan penanggalan Hijriyah .

Merujuk Jurnal Studi Sistem Perhitungan Kalender Hijriyah dan Kalender Umat Islam di Indonesia UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, serta berbagai referensi keislaman lainnya, berikut ulasan lengkap mengenai jadwal Bulan Safar 2026, sejarah penamaannya, kedudukannya dalam Islam, hingga amalan yang dianjurkan.

Versi Kementerian Agama dan KHGT Muhammadiyah

Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026. Bulan Safar tahun ini berumur 29 hari, sehingga 29 Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sementara menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, 1 Safar 1448 H jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026. Dalam perhitungan KHGT, Bulan Safar berlangsung selama 30 hari, sehingga 30 Safar 1448 H juga berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca juga: Gus Baha Ingatkan Bahaya Memiliki Khodam Jin, Singgung Kisah Nabi Sulaiman yang Diakali Setan

Perbedaan awal bulan tersebut terjadi karena metode penetapan kalender yang berbeda. Meski demikian, kedua kalender sama-sama menetapkan akhir Bulan Safar pada 13 Agustus 2026.

Sejarah Penamaan Bulan Safar

Bulan Safar telah dikenal masyarakat Arab jauh sebelum datangnya Islam. Pada masa Jahiliah, bangsa Arab telah menggunakan sistem kalender qamariyah sebagai pedoman waktu.

Saat itu, bulan yang kini dikenal sebagai Muharram disebut Shafar Al-Awwal, sedangkan bulan kedua dinamakan Shafar Ats-Tsani.

Secara bahasa, kata Safar berarti kosong. Penamaan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat Arab pada masa itu. Ketika memasuki bulan Safar, banyak kaum lelaki meninggalkan kampung halaman untuk berdagang, berburu, atau berperang sehingga rumah-rumah dan perkampungan menjadi kosong.

Sebagian ulama juga mengaitkan kata Safar dengan makna "kuning", namun pendapat yang paling masyhur adalah karena kondisi negeri yang menjadi kosong akibat ditinggal penduduknya.

Kedudukan Bulan Safar dalam Islam

Dalam syariat Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama dengan bulan-bulan Hijriah lainnya. Safar bukan termasuk empat bulan haram (bulan suci) yang dimuliakan Allah SWT.

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |