Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun

3 hours ago 6

loading...

Ambisi Thailand untuk mengocok ulang peta perdagangan maritim dunia kembali membara, dipicu oleh kepanikan global akibat Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz. Foto/Dok

JAKARTA - Ambisi Thailand untuk mengocok ulang peta perdagangan maritim dunia kembali membara. Dipicu oleh kepanikan global akibat Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz , Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul menghidupkan kembali megaproyek ambisius senilai 1 triliun baht atau USD30,45 miliar (sekitar Rp535 triliun dengan kurs Rp17.593 per dolar) yang dinamakan proyek Land Bridge (Jembatan Daratan).

Megaproyek raksasa ini dirancang khusus untuk memotong jalur komersial dan menyedot sebagian besar traffic kapal kargo yang selama ini menjadi ladang emas bagi Selat Malaka , Singapura, dan Indonesia. Thailand berambisi menghubungkan dua pelabuhan laut dalam baru yang terpisah di ujung kawasannya: Pelabuhan Chumphon di sisi timur (Teluk Thailand) dan Pelabuhan Ranong di sisi barat (Laut Andaman).

Berdasarkan dokumen internal pemerintah Thailand yang bocor ke media, koridor logistik sepanjang 90 kilometer ini diklaim mampu memangkas biaya logistik hingga hampir 30% dan mempercepat waktu perjalanan laut hingga 14 hari untuk rute kargo dari China bagian selatan menuju Samudra Hindia, Asia Selatan, hingga Timur Tengah.

Membidik 80% Pasar yang Dikuasai Singapura

Langkah Thailand kali ini jauh lebih taktis dibanding rencana masa lalu. Alih-alih membangun terusan air (Kanal Kra) yang menguras biaya, mereka memilih membangun sistem double-handling terintegrasi. Baca Juga: Konektivitas Laut Nasional

Di tengah koridor tersebut, akan dibangun jalur rel kereta api standar berskala masif yang mampu mengangkut hingga 20 juta TEU kontainer per tahun, ditopang oleh jalan tol berlapis yang langsung terhubung ke jaringan transportasi nasional mereka.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |