Roger Danuarta dan Cut Meyriska Kaget Kasus Hanania Travel, Ungkit Akreditasi A Plus Rekor MURI

5 hours ago 7

Jadi intinya...

  • Roger dan Cut Meyriska kaget Hanania Travel bermasalah, padahal 2024 masih profesional.
  • Mereka sudah riset, Hanania Travel akreditasi A, rekor MURI, dan testimoni positif.
  • Pasangan ini prihatin jemaah gagal berangkat dan bersaksi bantu proses hukum.

Liputan6.com, Jakarta - Roger Danuarta dan Cut Meyriska terkejut mengetahui agen perjalanan Hanania Travel terseret kasus hukum. Padahal, saat mereka menggunakan jasa travel tersebut pada tahun 2024, kondisinya masih terlihat sangat meyakinkan dan profesional. Cut Meyriska mengingat kembali momen keberangkatannya bersama keluarga yang saat itu tidak menunjukkan tanda-tanda bermasalah. Ia merasa perlu memberikan klarifikasi karena banyak pihak yang menanyakan perihal keterlibatan mereka.

"2024... eh 2024, udah lama sebenarnya kan. Mulai ada kasus-kasus ini setahu aku tahun ini ya. Satu kali doang, itu sama keluarga," jelas Cut Meyriska di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026).

Roger Danuarta pun tidak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya terhadap para jemaah yang gagal berangkat. Meski kasus ini tidak memengaruhi pekerjaannya secara langsung, namun ia merasa terbebani secara moral.

"Efek yang dirasakan ya kasihan sama jemaahnya yang belum berangkat, turut prihatin. Kalau dari kita karena keberangkatannya sudah lama, jadi nggak ada yang gimana-gimana sih," kata Roger.

Sebelum memutuskan menjalin kerja sama, pasangan ini mengklaim sudah melakukan riset terhadap kredibilitas Hanania Travel. Roger menekankan bahwa saat itu mereka melihat profil perusahaan yang sangat mentereng dan memiliki testimoni positif dari pengguna lain.

"Sebenarnya kita sudah nyari ya, karena kan dia sudah akreditasi A, sudah rekor MURI, dan juga sudah tanya sama jemaah yang sudah berangkat sebelumnya, mereka semua happy," tegas Roger.

Merasa Semuanya Aman

Cut Meyriska menambahkan bahwa selama masa perjalanannya, pelayanan yang diterima sangat baik dan jauh dari dugaan penipuan. Ketidaktahuan mereka akan perubahan manajemen atau masalah keuangan travel di tahun ini membuat mereka sangat menyayangkan apa yang terjadi.

"Karena di tahun aku, tahun aman ya. Tahun aku tuh masih tahun aman, tidak ada kejadian apa-apa jadi semuanya aman-aman saja. Pada akhirnya seperti ini kita juga tidak tahu apa-apa sih dan nggak ngerti ya. Makanya itu tadi ya kita bantu sebisa mungkin apa yang bisa kita bilang ke Polisi dan sebagainya, ya semoga bisa jadi dapatkan keadilan buat semuanya jemaah. Kasihan," beber Cut Meyriska.

Ngaku Sudah Hati-Hati

Meskipun sudah melakukan pengecekan ketat sejak awal, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka berdua. Cut Meyriska mengaku kaget karena reputasi besar perusahaan ternyata tidak menjamin keamanan jangka panjang bagi jemaah lainnya.

"Sebenarnya dibilang hati-hati kan kita udah ngecek ya, udah akreditasi A, sudah ada rekor MURI, seharusnya sudah aman. Dan itu mungkin kejadiannya di tahun ini, jadi kita nggak tahu. Nggak tahu bakal begini," ungkap Chika lagi.

Jelas Kaget

Roger pun menegaskan bahwa keterlibatan mereka murni sebagai saksi yang ingin membantu proses hukum. Ia merasa terpukul ketika mengetahui banyak rekan sejawat juga turut mempertanyakan integritas travel tersebut kepada mereka.

"Tapi kami sempat kaget juga sih maksudnya akhirnya terbawa... Kaget, kaget jelas kaget banget. Banyak juga yang nanya-nanya kan, hubungi gitu. Karena banyak teman-teman juga yang berangkat ke sana gitu," pungkas Roger Danuarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

6 Tokoh Kunci Film Dukun Magang, Adu Akting Jefan Nathanio dan Hana Saraswati

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |