Respons Menteri Abdul Mu'ti Usai Nonton Film Children of Heaven: Sederhana Tak Halangi Optimisme

9 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Film Children of Heaven inspirasi optimisme dan kesuksesan meski dalam kesederhanaan.
  • Film menyoroti sekolah sebagai rumah, dedikasi guru, dan perhatian tanpa latar belakang.
  • Guru harus berempati, tidak menghakimi, serta pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Untuk kali kedua, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, menonton film Children of Heaven karya sineas Hanung Bramantyo, di Plaza Senayan Jakarta, Jumat (22/5/2026). Ia menarik banyak hikmah dari Children of Heaven yang diproduksi MD Pictures. Kepada awak media usai menonton, Abdul Mu'ti menilai film ini merefleksikan persahabatan, persaudaraan, dan rasa kemanusiaan.

Children of Heaven yang dibintangi Jared Ali dan Humaira Jahra juga edukatif sekaligus sarat nilai-nilai pendidikan. “Pertama, kesederhanaan tak boleh menghalangi siapapun untuk optimis. Kekurangan tak boleh jadi alasan seseorang untuk tidak memiliki masa depan. Ini nilai edukatif yang sangat penting karena siapapun, kalau bersungguh-sungguh, akan bisa sukses,” kata Abdul Mu'ti.

Kedua, Children of Heaven memotret bagaimana sistem pendidikan itu bisa menjadi tempat di mana anak-anak merasa berada di rumah. Kebersamaan yang terbangun di sekolah sebagai setting film Children of Heaven terasa mengesankan. Kebersamaan ini sejatinya sangat mungkin diadopsi dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari sikap para guru terhadap anak didik mereka.

“Bagaimana guru penuh dedikasi dengan cara masing-masing, menanamkan disiplin kepada para murid. Itu saya kira penting untuk masa sekarang ini. Ketiga, bagaimana dunia pendidikan memberi perhatian kepada semua murid tanpa melihat latar belakang mereka,” ucapnya seraya mengingatkan tiap murid punya kesempatan yang sama merenda cita-cita.

Beri Kesempatan untuk Anak Indonesia

“Berikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk maju, meraih cita-cita, dan guru enggak boleh judgemental, tidak boleh mudah menghakimi murid-muridnya,” beri tahu Abdul Mu'ti.

Pesan ini disampaikan berkaca pada adegan kepala sekolah, Slamet (Muhadkly Acho) yang menghukum Ali (Jared Ali) setelah tepergok telat datang ke sekolah kemudian nekat memanjat gerbang. Bukan berarti Pak Slamet kejam.

Mendengar dan Punya Empati

Ia hanya ingin anak-anak disiplin, menghargai waktu, dan respek terhadap aturan. Di sisi lain, ada guru Matematika, Suraji (Dodit Mulyanto) yang mencegah dan mencoba mencari tahu mengapa Ali sering terlambat ke sekolah.

Dua tipe guru ini punya bahasa kasih berbeda dalam mendidik murid. Merespons adegan ini, Abdul Mu'ti menyatakan, “Jadilah guru yang mudah mendengar, punya empati, dan memberi semangat muridnya dalam mencapai cita-cita.”

Akses Pendidikan untuk Daerah Pedalaman

Dalam kesempatan itu, aktor Andri Mashadi menyambut hangat kedatangan Abdul Mu'ti dalam special screening Children of Heaven. Menurutnya, semangat juang anak Indonesia untuk belajar sebenarnya sangat tinggi.

Begitu pula semangat para guru dalam mengajar. “Saya berharap semangat itu dijunjung tinggi dan menginspirasi kecerdasan anak bangsa,” Andri Mashadi berpendapat. Faradina Mufti membenarkan lalu menyorot daerah terpencil.

“Terutama untuk daerah pedalaman yang belum banyak terjangkau (tenaga pengajar) semoga makin diperhatikan lagi agar (akses pendidikan) bisa rata dan semua mendapat hak untuk belajar mengajar dengan layak,” ucapnya.

7 Potret Kandang Kambing Ibunda Fadil Jaidi, Sederhana dengan Konsep Ternak Kurban

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |