Quinn Salman Bicara Kebebasan Berekspresi: Percaya Diri Plus Eksplorasi Minat dan Hobi Adalah Kunci

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Karier penyanyi Quinn Salman melambung beberapa tahun terakhir. Salah satu momen emas ditoreh Quinn Salman ketika film Jumbo yang dibintanginya menembus 10 juta penonton. Selain itu, soundtrack film Jumbo, “Selalu Ada di Nadimu,” berjaya di AMI Awards 2025.

Lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dilantun Quinn Salman bareng Prince Poetiray diganjar Piala AMI Award kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik serta Duo/ Grup/ Kolaborasi Anak-anak Terbaik. Pencapaian ini membuat Quinn Salman belajar banyak hal.

Menurutnya, selagi masih muda, jangan takut mencoba berbagai hal baru yang positif dengan percaya diri untuk memperkaya wawasan dan referensi. Keberanian mencoba hal baru bagian penting dalam proses Quinn Salman berkembang sebagai seorang seniman.

“Aku percaya kalau kita berani mencoba banyak hal, kita bisa lebih mengenal diri sendiri dan menemukan apa yang benar-benar kita suka,” kata artis kelahiran Jakarta, 24 Januari 2010, lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (21/2/2026).

Quinn Salman juga mengingatkan generasi muda bahwa percaya diri saja tak cukup. Anak muda Indonesia juga harus rajin mengeksplorasi minat dan bakat, lalu mendalaminya. Ini bagian dari upaya menemukan jati diri lalu menjadi diri sendiri dalam versi terbaik.

“Buat aku, berekspresi itu bukan cuma soal tampil dengan rasa percaya diri, tapi juga berani mengeksplorasi minat dan hobi kita, serta hal-hal baru yang bikin kita happy,” ungkap Quinn Salman dalam sesi gelar wicara bertajuk “Berani Berekspresi, Makin Juara.”

Medsos dan Gadget Bukan Musuh

Quinn Salman menggarisbawahi pentingnya mengenali minat dan potensi diri, menemukan gaya belajar yang pas (visual, auditori, dan kinestetik), hingga mengelola diri dalam penggunaan gadget. Semua mesti pas dan sesuai ritme hidup.

Ini disampaikan Quinn Salman ketika menjadi bintang tamu roadshow “Ale-Ale Goes to School” di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. Bintang tamu lainnya, Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa, Zamia Safira, M.Psi., sepakat dengan pernyataan Quinn Salman.

>Ia lantas menyorot aspek mengelola diri dalam penggunaan gadget. “Medsos dan gadget bukan musuh, melainkan alat yang perlu digunakan secara sadar dan seimbang. Konsep mindful gadget dan digital balance menjadi kunci,” Zamia Safira mengulas.

Konsep mindful gadget dan digital balance adalah kemampuan mengetahui kapan perlu jeda, menyadari dampak konten yang dikonsumsi, serta mengendalikan penggunaan gawai agar tak mengganggu fokus, emosi, maupun proses belajar itu sendiri.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |