Qualcomm Diam-Diam Siapkan Chip untuk Guncang Pasar Laptop Murah

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Qualcomm mulai melihat potensi besar pasar laptop murah setelah Apple mencuri perhatian banyak pihak lewat MacBook Neo. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu kabarnya sedang menyiapkan chip baru.

Disebutkan, chipset baru Qualcomm ini ditujukan untuk membawa laptop Windows berbasis Arm ke harga lebih terjangkau. Chipset tersebut diberi nama Snapdragon C.

Kehadiran chip Snapdragon C ini dinilai penting karena selama ini laptop Windows berbasis Arm memang hanya tersedia di segmen premium, terutama lewat laptop dengan harga tinggi dan fitur AI kelas atas.

Kini, Qualcomm disebut ingin membuka pasar lebih luas. Targetnya pun bukan untuk pengguna profesional dengan kebutuhan berat, melainkan dipakai pelajar, keluarga, dan pelaku UMKM yang butuh laptop untuk aktivitas harian.

Mengutip Gizmochina, Minggu (31/5/2026), chip Snapdragon C dirancang untuk laptop kelas bawah dengan harga mulai dari USD 300 atau sekitar Rp 4 jutaan.

Angka ini membuat laptop berbasis Snapdragon C ini berpotensi bersaing langsung dengan Chromebook, laptop Windows entry-level, hingga MacBook Neo yang belakangan menarik perhatian karena harga lebih terjangkau.

Secara kebutuhan, laptop ini akan menyasar pengguna yang banyak memakai perangkat untuk browsing web, streaming web, panggilan video, mengerjakan dokumen, hingga aplikasi produktivitas ringan.

Qualcomm belum mengungkap detail lengkap mengenai chipset baru ini. Namun, bocoran beredar menyebut Snapdragon C dibuat dengan fabrikasi 6nm.

Chipset ini menggunakan CPU delapan inti dengan konfigurasi 1+3+4, dipasangkan dengan GPU Andreno berkecepatan 900MHz, dukungan memori LPDDR5, dan fitur AI untuk menjalankan sejumlah proses secara lokal.

Dukungan AI ini menjadi salah satu poin menarik. Snapdragon C disebut tidak sekadar hadir untuk memenuhi syarat branding Copilot+ PC dari Miccrosoft. Chip ini juga dirancang untuk bisa menjalankan fitur AI ringan secara lokal.

Laptop Snapdragon C Siap Diproduksi

Selama ini, pengalaman AI lokal lebih banyak ditemukan di laptop Windows baru dengan harga mahal. Jika Qualcomm benar-benar membawa kemampuan tersebut ke perangkat lebih murah, pasar laptop entry-level bisa berubah cukup besar.

Fokus utama Qualcomm tampaknya ada pada efisiensi. Perusahaan menjanjikan kinerja responsif sehari-hari, daya tahan baterai lama, dan pengoperasian lebih dingin dan senyap.

Beberapa produsen, termasuk Acer, HP, dan Lenovo, sudah mempersiapkan perangkat Snapdragon C. Salah satu contoh awal adalah Acer Aspire Go 15, diperkirakan hadir dengan layar besar, penyimpanan memadai, dan konektivitas modern.

Jika kinerja di dunia nyata sesuai dengan harapan, Snapdragon C dapat memberikan pembeli alternatif benar-benar modern untuk sistem Intel dan AMD kelas menengah sudah usang, sekaligus memberikan tekanan tambahan pada Chromebook.

Namun, hasil akhirnya tetap akan ditentukan oleh benchmark, harga resmi, kualitas perangkat, dan dukungan aplikasi Windows di Arm. Di atas kertas, Snapdragon C memberi sinyal jelas bahwa persaingan laptop murah pada 2026 bisa semakin panas.

MacBook Neo memberi tekanan baru di segmen laptop terjangkau. Qualcomm kini tampak ingin menjawabnya lewat jalur berbeda, yakni laptop Windows murah yang mengandalkan efisiensi, AI ringan, dan daya tahan baterai lebih panjang.

Samsung akan Produksi Prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 6

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, dilaporkan melakukan kunjungan strategis ke Korea Selatan untuk bertemu dengan jajaran eksekutif Samsung.

Pertemuan tersebut memicu spekulasi kuat mengenai potensi kemitraan baru dalam produksi chip generasi mendatang menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer (2nm).

Fokus utama dari kunjungan Amon ini diyakini adalah negosiasi terkait produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6, System-on-Chip (SoC) kelas atas yang akan menjadi otak bagi ponsel flagship di masa depan.

Mengutip GSM Arena, Kamis (23/4/2026), jika kesepakatan ini tercapai, langkah tersebut akan menandai kembalinya Qualcomm ke pangkuan Samsung Foundry.

Hubungan produksi keduanya sempat merenggang pada tahun 2022, ketika Qualcomm memutuskan untuk mengalihkan seluruh pesanan chip kelas atas mereka ke TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Sinyal kerja sama ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak awal tahun. Pada ajang CES Januari 2026, Amon secara terbuka mengungkapkan bahwa Qualcomm sedang dalam tahap pembicaraan dengan Samsung mengenai pengembangan teknologi semikonduktor terbaru.

Efisiensi Biaya

Kembalinya minat Qualcomm terhadap Samsung tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan laporan, ada dua faktor utama yang mendorong pergeseran peta kekuatan ini.

  • Peningkatan Yield Rate: Samsung dikabarkan telah berhasil mengatasi masalah kronis terkait efisiensi produksi (yield) dan overheating. Masalah teknis inilah yang sebelumnya membuat Snapdragon 8 Gen 1 versi Samsung kurang kompetitif dibanding versi TSMC.
  • Kenaikan Harga TSMC: Dominasi pasar TSMC belakangan ini dibarengi dengan kenaikan biaya produksi signifikan. Mencari alternatif fabrikasi pada proses 2nm menjadi langkah logis bagi Qualcomm untuk menjaga margin keuntungan dan diversifikasi rantai pasok.
Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |