Pelangi di Mars Tayang di Bioskop Mulai 18 Maret 2026, Pintu Anak Indonesia Berimajinasi Lebih Luas

7 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Film "Pelangi di Mars" dari Mahakarya Pictures tayang 18 Maret 2026, bergenre fiksi ilmiah keluarga.
  • Mengisahkan Pelangi, manusia pertama di Mars, mencari mineral langka untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air.
  • Produksi lima tahun ini menggunakan teknologi XR dan melibatkan banyak pihak, menjadi proyek terbesar Mahakarya Pictures.

Liputan6.com, Jakarta - Mahakarya Pictures menghadirkan film Pelangi di Mars di bioskop mulai 18 Maret 2026. Dibintangi Lutesha, Rio Dewanto dan Messi Gusti, film ini menempatkan Dendi Reynando sebagai produser serta Upie Guava duduk di kursi sutradara. Pelangi di Mars mengisahkan perjalanan anak Indonesia bernama Pelangi di Planet Mars untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Bumi. Sepanjang perjalanan, ia belajar memahami peran di tengah situasi krisis. Pelangi menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya bisa menyelamatkan masa depan Bumi. Dalam perjalanannya, Nerotek—korporasi raksasa yang menguasai sumber air— melakukan segala cara untuk merebutnya.

Latar Mars dalam film ini tak hanya jadi elemen visual, tapi juga memperluas cara anak membayangkan dunia di luar keseharian. Dunia yang beda, dengan lanskap asing berikut kehadiran robot-robot interaktif. Diharapkan beragam tokoh dalam Pelangi di Mars membuka pintu bagi anak untuk berimajinasi lebih berani.

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Selasa (17/3/2026), Dendi Reynando menyatakan, Pelangi di Mars yang dikembangkan selama lebih dari lima tahun ini jadi salah satu upaya menghadirkan pilihan tontonan seru untuk semua umur.

Selain itu, pihaknya hendak memperkenalkan fiksi ilmiah sebagai ruang imajinasi bagi anak-anak Indonesia. “Kami ingin anak-anak Indonesia punya cerita yang bisa mereka bayangkan sendiri. Pendekatan tersebut terlihat dari cara cerita dibangun,” kata Dendi Reynando.

Petualangan Pelangi di Planet Merah

Alih-alih menghadirkan pesan langsung, Pelangi di Mars bergerak lewat pengalaman tokoh. Isu krisis lingkungan hadir sebagai latar. Cerita berfokus pada perjalanan anak dalam memahami situasi yang dihadapi.

Upie Guava menilai, fiksi ilmiah dapat menjadi medium efektif untuk mengajak anak melihat dunia dari sudut pandang lebih luas. Cerita yang memberi ruang imajinasi akan lebih mudah diterima daripada pendekatan yang bersifat menggurui.

Dibalik Layar Produksi Megah: Teknologi dan Kolaborasi

“Anak-anak tidak suka digurui. Mereka lebih mudah masuk lewat cerita,” katanya seraya menyebut, “Dari sisi produksi, Pelangi di Mars dibangun dengan teknologi Extended Reality dan animasi 3D di Studio DossGuavaXR.

Teknologi ini, kata Upie Guava, digunakan untuk menghadirkan lanskap Planet Mars secara lebih imersif, sekaligus mendukung pengalaman visual yang mendekatkan penonton pada Pelangi dan dunianya.

Visi Mahakarya Pictures untuk Sinema Keluarga Indonesia

Sejumlah pengisi suara seperti Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya turut menghidupkan karakter Pelangi di Mars. Dendi Reynando dan Upie Guava optimistis film ini disambut hangat masyarakat Indonesia.

Kehadiran Pelangi di Mars menambah pilihan film anak lokal dengan pendekatan berbeda. Melalui fiksi ilmiah, film ini mencoba membuka ruang bagi anak untuk membayangkan dunia lebih luas, melampaui apa yang mereka temui sehari-hari.

Saksikan FTV Kisah Nyata di Indosiar, Rabu 18 Maret Via Live Streaming Pukul 14.00 WIB

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |