Liputan6.com, Jakarta - Meta mendadak mengubah keputusan soal Horizon Worlds, platform sosial metaverse yang selama ini identik dengan headset Quest. Padahal, sehari sebelumnya perusahaan mengumumkan akan menghentikan layanan itu di VR.
Kabar terbaru ini diungkap langsung oleh CTO Meta, Andrew Bosworth lewat sesi tanya jawab di Instagram. “Kami telah memutuskan, tepatnya hari ini, bahwa kami akan tetap menjalankan Horizon Worlds di VR,” kata Bosworth, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Jumat (20/3/2026).
Sehari sebelumnya, raksasa teknologi tersebut mengatakan akan dihapus dari Quest Store pada akhir bulan ini, dan sepenuhnya dihapus dari headset VR pada 15 Juni 2026 mendatang.
Setelah tanggal tersebut, game ini hanya bisa dimainkan melalui aplikasi seluler mandiri, kata perusahaan bentukan Mark Zuckerberg tersebut.
Bosworth menambahkan, dunia yang dikembangkan dengan mesin game Horizon Unity akan tetap tersedia secara eksklusif di VR, dan tidak ada game baru yang akan ditambahkan ke jaringan sosial VR tersebut.
Meskipun Horizon World kini tetap bisa diakses melalui Quest, fakta Meta berencana untuk menutup platform tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan metaverse kurang diminati oleh pengguna internet.
Disebutkan, Reality Labs, divisi yang bertanggung jawab mengembangkan metaverse menjadi lubang hitam pendanaan perusahaan dan telah merugi sekitar USD 73 miliar sejak tahun 2021, ketika Meta berganti nama dari Facebook.
Meskipun Meta akan terus mendukung Horizon Worlds versi VR, raksasa medsos tersebut masih berencana untuk memprioritaskan pengalaman mobile.
Dalam wawancaranya dengan Alex Heath yang dikutip TechCrunch, Bosworth menjelaskan audiens di perangkat mobile jauh lebih besar dan respons pengguna terhadap aplikasi mobile juga positif.
“[Tim] harus membangun semuanya dua kali, mereka membangunnya untuk ponsel, dan mereka membangunnya lagi untuk VR. Ada cara mudah untuk meningkatkan kecepatan mereka, yaitu dengan membiarkan mereka membangun untuk perangkat seluler.”
Arah baru ini penting karena menggambarkan cara Meta membaca pasar. Selama bertahun-tahun, Horizon Worlds diposisikan sebagai salah satu simbol besar ambisi metaverse perusahaan. Namun dalam praktiknya, adopsi pengguna tidak pernah benar-benar meledak seperti yang diharapkan.
Meta Rilis 3 Fitur Baru Anti Penipuan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5366231/original/062082800_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.33.26_941d1ac8.jpg)
Di sisi lain, Meta semakin serius memperkuat perliindungan pengguna dari aksi penipuan di seluruh platform miliknya. Raksasa media sosial (medsos) itu mengungkap, mereka telah menonaktifkan 10,9 juta akun Facebook dan Instagramsepanjang 2025 karena terindikasi terlibat dalam aktivitas penipuan kriminal.
Tak berhenti di sana, perusahaan bentukan Mark Zuckerberg ini juga mengaku bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam operasi berskala besar untuk menindak jaringan penipuan.
Hasilnya, sekitar 150.000 akun terhubung dengan jaringan pusat penipuan berhasil ditindak. Kerja sama tersebut turut membantu Kepolisian Kerajaan Thailand dalam menangkap 21 tersangka.
Meski begitu, Meta mengakui para pelaku penipuan terus beradaptasi dan bergerak cepat. Mereka kerap mengubah pola, memodifikasi pendekatan, dan mencari celah baru agar lolos dari sistem deteksi.
Menurut perusahaan, metode para pelaku penipuan semakin canggih untuk menipu korban, baik di platform media sosial miliknya maupun layanan internet lainnya.
Karena itu, perusahaan meluncurkan serangkaian sistem baru di Facebook, Messenger, dan WhatsApp guna mencegah berbagai modus penipuan.
Salah satu pembaruan kini mulai disorot adalah fitur peringatan permintaan pertemanan mencurigakan di Facebook
Saat ini, pelaku penipu mulai memanfaatkan AI untuk menargetkan korban. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan juga telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan guna membantu mengatasi masalah itu.
Berikut tiga pembaruan sistem yang dihadirkan Meta di platformnya, sebagaimana dikutip dari BGN, Kamis (19/3/2026).
1. Peringatan Permintaan Pertemanan yang Mencurigakan di Facebook
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1206215/original/089547900_1460947131-101911203-20140811-9125-674.1910x1000.jpg)
Fitur pertemanan di Facebook memungkinkan pengguna menambahkan orang baru ke daftar teman. Meski bermanfaat untuk memperluas koneksi, fitur ini juga kerap dimanfaatkan pelaku penipuan sebagai pintu masuk untuk mendekati calon korban.
Karena itu, Facebook menghadirkan fitur perlindungan baru yang akan memberi notifikasi pengguna kepada pengguna saat menerima permintaan pertemanan dari akun yang menunjukkan tanda-tanda aktivitas mencurigakan.
Sebagai contoh, ketika pengguna menerima permintaan pertemanan dari akun yang baru dibuat, tidak memiliki banyak teman bersama, atau menampilkan informasi profil tidak sesuai dengan lokasi aslinya, Facebook akan menampilkan peringatan.
Peringatan tersebut muncul baik saat pengguna mengirim maupun menerima permintaan pertemanan. Jika terdeteksi mencurigakan, sistem Meta juga akan memberikan opsi bagi pengguna untuk menghapus permintaan tersebut.
2. Peringatan Pengaitan Perangkat WhatsApp yang Mencurigakan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170508/original/083408800_1742614728-1742610740388_trik-rahasia-whatsapp.jpg)
Fitur penghubung perangkat di WhatsApp menjadi solusi praktis bagi pengguna untuk mengakses akun di beberapa perangkat sekaligus. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat pesan terbaru yang diterima serta mengirim pesan baru tanpa hambatan.
Namun, di balik kemudahannya, Meta mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan oleh pelaku penipuan. Penipu bisa saja membujuk pengguna untuk menautkan akun WhatsApp ke perangkat mereka.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, WhatsApp akan menampilkan peringatan jika sistem mendeteksi adanya permintaan penghubungan perangkat yang mencurigakan.
Peringatan tersebut akan menampilkan informasi lokasi perangkat yang akan ditautkan ke akun WhatsApp, sekaligus menjelaskan dampaknya. Salah satunya, siapa pun yang menggunakan perangkat tersebut berpotensi melihat seluruh chat terbaru pengguna.
Jika penautan memang dilakukan oleh pengguna, proses dapat dilanjutkan dengan memilih opsi “Tautkan perangkat”. Sebaliknya, jika terasa mencurigakan, pengguna dapat memilih opsi “Jangan tautkan” untuk menghentikan upaya tersebut.
3. Perluasan Deteksi Penipuan Tingkat Lanjut di Messenger
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2356183/original/021747400_1536660632-Messenger_Lite__screenshot_dari_Facebook_.jpg)
Menjelang akhir 2025, Meta mengumumkan tengah menguji fitur deteksi penipuan terbaru. Perusahaan juga mulai meluncurkan fitur keamanan canggih tersebut di Messenger ke lebih banyak negara.
Mengacu pada halaman dukungan Facebook, fitur ini bersifat opsional sehingga dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan pengguna. Namun, saat ini fitur tersebut baru tersedia pada aplikasi Messenger di iOS, iPadOS, dan Android.
Jika diaktifkan, fitur ini akan memberikan peringatan ketika pengguna berinteraksi dengan koneksi baru yang terindikasi mengandung unsur penipuan.
Saat sistem mendeteksi adanya potensi penipuan, Messenger akan mengirimkan notifikasi keamanan kepada pengguna. Peringatan tersebut juga dilengkapi opsi untuk membagikan percakapan untuk ditinjau oleh sistem AI.
Namun, perlu diperhatikan, pesan yang dibagikan untuk peninjauan ini tidak lagi dilindungi enkripsi end-to-end Messenger.

13 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4409934/original/077184800_1682757858-WhatsApp_Image_2023-04-29_at_14.40.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535299/original/045366300_1773978001-Spesifikasi_Crimson_Desert_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445517/original/059818100_1765858408-Xiaomi_17T.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4895129/original/081701700_1721297008-Safari_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535106/original/066759300_1773914486-ASUS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429679/original/095391700_1764640653-Galaxy_Z_TriFold_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515413/original/006292100_1772173735-Resident_Evil_Requiem_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533457/original/048571400_1773737346-01-Creative-Studio-di-Galaxy-S26-Series-1000px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442270/original/032662400_1765532471-Resident_Evil_Requiem__Doc.Gamespot_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485391/original/049350700_1769505525-iPhone_17_04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534052/original/098700200_1773807613-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533237/original/087801400_1773728605-Poppy_Playtime_Chapter_5_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2870049/original/061175000_1564651087-free-fire-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384084/original/025694600_1760750018-x_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516737/original/005401100_1772344425-Vivo_V70_dan_V70_FE_Siap_Debut_di_Indonesia_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533236/original/030544100_1773728605-Huggy_Wuggy_Poppy_Playtime_Chapter_5.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466897/original/010475700_1767857562-493259558_1002658711974857_952022949371984200_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532344/original/050749300_1773648773-Kolaborasi_Paket_Bundling_Telkomsel_dan_iQIYI_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1344215/original/011332600_1473755182-forbes_com.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440546/original/019398900_1765437120-Vivo_X200_Ultra.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449618/original/001686900_1766099380-Steam_Winter_Sale_2025_01.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432645/original/060825700_1764818395-YouTube_Recap_2025_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426068/original/091035700_1764253361-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_7.13.00_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429570/original/054081400_1764606003-MV5BMDAxOWRmNjMtYWZkOS00YzIxLTgxMDktNjhjOThhY2QxZjM3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UY1995_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417477/original/023507800_1763534909-google-gemini-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294447/original/065942700_1753404869-omid-armin-AGRtDoZlpYw-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431956/original/014866300_1764751840-Apple_Hari_Disabilitas_Internasional_2025_01.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307781/original/080682700_1754481117-Ro.jpg)
