Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Puji Film Garuda di Dadaku, Harapan Baru Industri Animasi

13 hours ago 13

Jadi intinya...

  • Menteri Ekraf mendukung film animasi Garuda di Dadaku sebagai bukti transformasi industri nasional.
  • Kualitas animasi film ini menunjukkan talenta lokal berstandar internasional, diharapkan berdampak positif.
  • 18 Kementerian/Lembaga serta 15 studio dan 500 kreator terlibat, menunjukkan dukungan luas.

Liputan6.com, Jakarta - Jelang penayangannya pada 11 Juni 2026 mendatang, event screening film animasi Garuda di Dadaku dihelat pada Kamis (4/6/20260). Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, ikut memberikan dukungan kepada film ini dengan menghadiri pemutaran film yang dihelat di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. 

Menteri Teuku Riefky Harsya rupanya begitu terkesan dengan film yang disutradarai oleh Ronny Gani tersebut. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, ia menyebut film animasi Garuda di Dadaku menjadi bukti transformasi industri animasi nasional yang semakin kuat dalam menciptakan karya berbasis IP lokal dan mampu bersaing di pasar global.

"Ini adalah indikator kuat bahwa industri animasi kita tidak lagi sekadar menjadi pendukung industri luar, melainkan mampu mandiri sebagai produser utama kekayaan intelektual yang kompetitif di panggung internasional," kata Teuku Riefky. 

Bagi Menteri Ekraf, Garuda di Dadaku menjadi bukti nyata kemajuan kualitas animasi nasional. Visual olahraga yang dinamis dan sinematografi digital yang detail menjadi bukti bahwa talenta lokal mampu menghasilkan karya berstandar internasional.

Garuda di Dadaku Berikan Dampak Positif ke Industri Film dan Animasi

Melihat pencapaian kualitas yang diraih Garuda di Dadaku, Teuku Riefky optimistis film ini dapat memberikan dampak positif bagi subsektor film dan animasi. Hal ini diharapkan dapat memantik kelahiran lebih banyak IP lokal yang mampu bersaing hingga level internasional.

"Keberhasilan film ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi para sineas dan pelaku industri kreatif di berbagai daerah untuk terus memproduksi karya-karya bermutu yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.

Pada akhirnya, Teuku Riefky percaya keberhasilan film ini bakal memberikan multiplier effect yang siginifikan bagi perekonomian.

Dukungan untuk Garuda di Dadaku dari Instansi Pemerintah

Selain Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, sebanyak 18 Kementerian/Lembaga Kabinet Merah Putih juga memberikan dukungan untuk Garuda di Dadaku dengan menghadiri screening ini.  

Mulai dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes, hingga Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropiyono turut  sebagai bagian dari mendukung film animasi tersebut.

Kehadiran Wamen Ekraf, Irene Umar, sejumlah anggota Komisi VII DPR RI, serta pimpinan InJourney menjadi komitmen pemerintah untuk terus mendukung ekosistem perfilman dan animasi lokal. Langkah ini sejalan dengan peran Deputi Kreativitas Media yang dipimpin Cecep Rukendi dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem perfilman Tanah Air.

Garuda di Dadaku, IP yang Tumbuh Bersama Penonton Indonesia

Sementara itu sutradara Ronny Gani menyebut Garuda di Dadaku adalah IP yang telah tumbuh bersama banyak generasi penonton Indonesia.

"Bagi kami, menghadirkannya kembali dalam format animasi dan melihatnya masuk ke kompetisi animasi Shanghai International Film Festival menjadi bukti bahwa kolaborasi 15 studio animasi dan lebih dari 500 kreator animasi dari berbagai daerah di Indonesia mampu menghasilkan karya yang menunjukkan besarnya potensi industri animasi nasional," tutur Ronny. 

Ia menambahkan, "Kami berharap penonton Indonesia terus memberi ruang dan dukungan bagi karya-karya lokal agar industri animasi Indonesia dapat tumbuh semakin kuat di masa depan." 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Parade 7 Tayangan Seru Vidio Pekan Ini, Termasuk Film Indonesia Miracle in Cell No. 7

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |