Mantan Manajer Sarwendah Respons Seruan Pemboikotan Sang Artis di Medsos

8 hours ago 9

Jadi intinya...

  • Nanda Persada: Cancel culture konsekuensi artis melanggar etika.
  • Netizen sensitif; Sarwendah disayangkan lambat meminta maaf.
  • Ruben kecewa; Nanda sarankan kedua pihak berkomunikasi demi anak.

Liputan6.com, Jakarta - Nanda Persada angkat bicara soal fenomena cancel culture dan petisi pemboikotan terhadap Sarwendah di media sosial. Mantan Ketua Imarindo itu menilai hal ini merupakan konsekuensi sosial yang harus dihadapi seorang artis saat tersandung masalah etika.

Situasi ini membuat Sarwendah berada di ujung tanduk akibat persepsi negatif yang beredar. Nanda menjelaskan bahwa netizen memiliki sensitivitas tinggi terhadap perilaku para idola mereka.

"Ya itu konsekuensi seorang public figure ya. Namanya artis, selebriti, itu harus menjaga attitude-nya, sikapnya, perilakunya," ujar Nanda Persada di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).

Nanda menganggap cancel culture sebagai reaksi spontan dari masyarakat yang merasa kecewa. Nanda juga melihat fenomena ini sebagai pengingat bagi semua pesohor untuk selalu menjaga tutur kata dan tindakan di ruang publik.

"Karena netizen kita ini sangat sensitif dan peka. Mereka melihat ketika seorang artis atau public figure bersikap tidak etis, melanggar susila dan lain-lain, pasti itu ada sanksi sosial," tuturnya.

Kekecewaan Ruben Onsu pun turut bertambah saat melihat isu ini berkembang liar hingga merugikan nama baik keluarga besarnya. Nanda mengungkap reaksi Ruben mengetahui masalah ini sampai pada tahap pemboikotan massal terhadap ibu dari anak-anaknya.

"Dia juga kaget dengan banyaknya netizen kita yang apa ya, mengungkap hal-hal lain di luar soal anak, gitu. Karena macam-macam tuh isunya," jelas Nanda.

Sayangkan Sikap Sarwendah

Nanda menyayangkan pihak Sarwendah yang dianggap kurang cepat merespons situasi dengan cara meminta maaf. Menurutnya, tindakan sindir-menyindir di media sosial akan memperburuk keadaan dan memancing kemarahan publik.

"Yang disayangkan adalah reaksi dari yang bersangkutan. Mestinya cepat-cepat meminta maaf dengan tulus kepada pihak-pihak yang langsung berhadapan dengan dia ya," katanya.

Menurut Nanda, komunikasi yang baik menjadi kunci agar masalah ini tidak semakin panjang dan melebar. Nanda pun mengutip ucapan Ruben yang menyebut semuanya bisa selesai dengan cepat jika ada kerendahan hati.

"Ada satu omongan dari Ruben, 'Kalau sebenarnya minta maaf dengan baik-baik aja dan berkomunikasi dengan baik, semuanya akan selesai dengan cepat.' Cuman hal itu tidak bisa terjadi," ungkapnya.

Sisi Baik Sarwendah

Nanda melanjutkan bahwa Ruben sendiri tetap mengakui sisi baik Sarwendah, meskipun saat ini hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja. Ia merasa lingkungan sekitar yang memberi pengaruh buruk sehingga situasi menjadi panas seperti sekarang.

"Ruben tuh percaya bahwa Wenda tidak seperti yang orang-orang pikir. Banyak hal-hal baik dari Sarwendah. Tapi karena mungkin faktor lingkungan, orang-orang sekitarnya juga tidak men-support," urainya.

Kedua Pihak Harus Duduk Bersama

Nanda mengingatkan bahwa tidak ada pemenang dalam konflik yang sudah melibatkan amarah publik secara luas. Baginya, kedua belah pihak harus segera duduk bersama demi menghentikan bola salju yang kian membesar ini.

"Jadi buat Wenda, buat Ruben, sama-sama merendahkan untuk kepentingan anak-anak. Segera komunikasi dengan baik-baik ya. Enggak perlu lagi ada sindir-menyindir lah di medsos gitu," pungkas Nanda Persada.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Tak Lolos Final Audition Dangdut Academy 8, Kani Asal Bandung Evaluasi Diri

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |