Kiss Dzakiya Dobrak Stigma Negatif FDJ Lewat Musikalitas dan Karya Orisinal

5 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Kiss Dzakiya menolak stigma FDJ, mengedepankan musikalitas dan skill seimbang dengan penampilan.
  • Berbekal pengalaman sejak kecil, ia ingin menyebar energi positif dan menjaga etika panggung.
  • Ia berharap FDJ lebih dihargai sebagai musisi dan sedang mempersiapkan karya orisinal.

Liputan6.com, Jakarta - Profsesi disjoki wanita atau FDJ (Female DJ) seringkali dipandang sebelah mata akibat lekat dengan stigma dunia malam. Namun Kiss Dzakiya bertekad mematahkan anggapan tersebut dengan mengedepankan musikalitas dan karya. Kiss Dzakia tak memungkiri bahwa dunia hiburan tak bisa dipisahkan dari faktor penampilan. Hanya, ia menilai kemampuan teknis tetap menjadi modal utama agar seorang DJ bisa bertahan dan dihargai.

"Penampilan memang harus, tapi skill juga harus dong. Kalau penampilan doang yang kita tonjolkan sementara skill-nya zonk, itu sama saja enggak bagus. Jadi kita harus seimbang, dua-duanya itu harus balance," kata Kiss Dzakiya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Kecintaan Kiss Dzakiya pada dunia seni ternyata mewarisi bakat sang kakek. Pengalaman tampil di atas panggung sejak kecil menjadi bekal penting yang membentuk mental dan karakternya hingga kini. Melalui musik yang ia mainkan, Kiss Dzakiya ingin menyebar energi positif kepada penonton. Karena itu, ia memilih menjaga etika saat tampil dan menghindari aksi yang dinilai terlalu vulgar di panggung.

Di balik profesi sebagai FDJ, Kiss Dzakiya berbagi pengalaman soal besarnya uang saweran yang pernah diterima. Nominalnya bervariasi, tergantung suasana dan antusiasme pengunjung.

"Saweran terbesar aku, pernah aku manggung di satu tempat itu sawerannya kalau untuk yang terbesar Rp35 juta, yang terkecil ada sampai Rp20 ribu. Kadang ada yang ngasih Rp5 ribu juga. Tapi aku tidak kecewa ketika dapet saweran kecil. Karena aku senang saja menghibur orang-orang," akunya.

Menghibur di Depan Orang

Menjalani profesi di dunia hiburan malam, Kiss Dzakiya dituntut profesional meski kondisi emosi kadang sedang tidak baik-baik saja. Baginya, seorang penghibur harus mampu menyingkirkan masalah pribadi saat berada di atas panggung.

"Menghibur di depan orang ketika hati kita lagi bad mood atau lagi enggak baik. Kadang manusia itu berubah-ubah perasaannya. Tapi kita harus tetap menghibur dan kita harus tetap tersenyum di depan banyak orang," tutur Kiss Dzakiya.

Bisa Lebih Dihargai

Ke depan, Kiss Dzakiya berharap profesi FDJ bisa lebih dihargai dari sisi kompetensi dan kerja keras dalam meramu musik. Ia ingin dikenal sebagai musisi atau seniman, bukan sekadar pemutar lagu.

"Ya, aku harapannya sebagai seorang female DJ ini untuk bisa lebih dihargai. Ingin dilihat sebagai musisi atau seniman, bukan sekadar pemutar lagu," imbuh Kiss Dzakiya.

Harapan Untuk Karier Musik

Mewujudkan impian, Kiss Dzakiya tengah mempersiapkan karya orisinal yang akan dirilis dalam waktu dekat. Ia berharap lagu-lagu ciptaannya dapat diterima masyarakat dan membangun basis pendengar lebih luas.

"Harapan untuk karier musik, aku pengin mengembangkan karya dan ke depannya aku mau merilis lagu sendiri. Ya mudah-mudahan, pokoknya aku pengin bangun pendengarlah intinya," pungkas Kiss Dzakiya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

DNA Rilis Album Ourora, Aloy dan Jay Jax Incar Panggung Tomorrowland

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |