Jejak Pendidikan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

11 hours ago 4

loading...

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei. Foto/X @khamanei_ir.

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran , Ayatollah Ali Khamenei , resmi dinyatakan tewas dalam serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, demikian diumumkan oleh media pemerintah Iran, termasuk IRNA.

Pemerintah Iran menyatakan Khamenei “gugur sebagai syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara dan revolusi Iran.

Baca juga: Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel

Ayatollah Ali Khamenei, lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Provinsi Khorasan, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah modern Iran, memimpin negara sejak 1989 setelah wafatnya pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung lebih dari tiga dekade, ia memandu Iran melewati periode pasca Perang Iran–Irak, sanksi internasional yang berat, dinamika diplomasi global, gelombang protes domestik, hingga konfrontasi yang semakin intens dengan Washington dan Tel Aviv.

Baca juga: Khamenei Disebut Jalankan 'Negara dalam Negara' via Jaringan Rahasia 4.000 Orang di Iran

Pendidikan Awal dan Fondasi Keagamaan

Dikutip dari laman Khamenei.IR, Khamenei lahir dalam keluarga yang sederhana; ayahnya, Sayyed Javad Khamenei, adalah seorang ulama Islam yang mengajarkan hidup sederhana dan dedikasi terhadap ilmu agama kepada seluruh anggota keluarga.

Pada usia empat tahun, Ali dan kakaknya mulai belajar di maktab (sekolah primer tradisional) untuk mempelajari Huruf Arab dan Al-Qur’an sebelum memasuki sekolah Islam modern yang baru dibuka.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |