iPad Generasi 12 dan iPad Air Baru Dirumorkan Meluncur, Ini Detail Spesifikasinya

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Apple rumornya bakal meluncurkan iPad dan iPad Air baru dalam waktu dekat ini. Kabar ini terungkap lewat laporan Mark Gurman di Bloomberg.

Mengutip Bloomberg via Macrumors, Selasa (10/2/2026), Apple disebut sedang menyiapkan iPad generasi ke-12, iPad kelas bawah baru, serta iPad Air generasi delapan. Kabarnya, ketiga tablet tersebut diprediksi hadir tanpa perubahan desain besar-besaran.

Gurman menyebutkan, fokus Apple kali ini  iPad diperbarui akan segera hadir, bersamaan dengan iPad kelas bawah baru dan iPad Air anyar.

Walau tampil sebagai anggota baru, kedua iPad anyar milik Apple tersebut diprediksi tidak akan menampilkan perubahan besar dalam hal desain.

Akan tetapi, pembuat iPhone ini berfokus pada chip baru. Disebutkan, iPad generasi ke-12 akan menggunakan chip A18. Sementara untuk iPad Air generasi delapan, Apple tampaknya akan melengkapi tablet tersebut dengan chip M4.

Karena dibekali chip A18, maka dapat dipastikan ini akan menjadi iPad dengan harga terjangkau sudah mendukung Apple Intelligence. Sebelumnya, iPad generasi ke-11 yang dirilis Maret 2025 hanya menggunakan chip A16 dan tidak mendukung fitur AI tersebut.

Selain chip baru, perusahaan juga dirumorkan mulai beralih ke layar OLED untuk model iPad tahun ini. Langkah tersebut akan membawa peningkatan kualitas tampilan signifikan dibanding panel sebelumnya.

Laporan juga menyebut raksasa teknologi ini akan memasarkan iPad baru ini secara agresif ke segmen pelanggan perusahaan. Dukungan Apple Intelligence juga digadang-gadang menjadi nilai jual utama.

Jika rumor ini akurat, iPad murah milik apple ini akan menjadi tablet jauh lebih relevan di ekosistem Apple, terutama pengguna yang ingin fitur AI tanpa harus beli tablet mahal.

Apple Tunda Peluncuran Fitur Health+ untuk iOS 27, Kenapa?

Ambisi Apple untuk menghadirkan asisten kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) nampaknya harus tertunda. Laporan terbaru dari Mark Gurman melalui Bloomberg menyebutkan bahwa fitur Apple Health+ dipastikan absen dari sistem operasi iOS 27, meleset dari target peluncuran yang telah direncanakan sebelumnya.

Mengutip Gizchina, Senin (9/2/2026), Apple Health+ awalnya dirancang sebagai "pelatih kesehatan virtual" yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi Apple Health.

Fitur ini diproyeksikan mampu memberikan rekomendasi personal secara real-time dengan menganalisis data metrik dari Apple Watch, hasil survei pengguna, hingga laporan laboratorium eksternal.

Selain saran kesehatan, pengguna mulanya dijanjikan akan menerima laporan kesehatan mendetail, video edukasi medis, hingga kiat kebugaran yang disesuaikan dengan profil biometrik masing-masing.

Namun, proyek yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun tersebut kini mengalami dekonstruksi sebelum sempat menyapa publik.

Alasan Apple Health+ Ditunda Peluncurannya

Meski membatalkan peluncuran sebagai layanan utuh, raksasa teknologi asal Cupertino ini tidak sepenuhnya mematikan proyek tersebut. Apple dilaporkan akan memecah komponen-komponen Health+ menjadi fitur-fitur kecil yang akan dirilis secara bertahap.

"Beberapa elemen, terutama saran kesehatan berdasarkan data aplikasi Health yang sudah ada, kemungkinan akan muncul dalam pembaruan iOS tahun ini," ungkap sumber internal yang dikutip Gurman.

Langkah ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menyelamatkan hasil pengembangan selama bertahun-tahun.

Sebagai catatan, rumor mengenai Health+ sudah berembus sejak era iOS 26, yang mengindikasikan bahwa Apple telah menginvestasikan waktu dan sumber daya yang besar sebelum akhirnya memutuskan untuk memangkas ambisi mereka.

Teka-teki di Balik Pembatalan Health+ untuk iOS 27

Hingga saat ini, Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan di balik penundaan atau perubahan strategi ini. Namun, para analis industri berspekulasi adanya tiga kendala utama:

  • Akurasi AI: Tantangan dalam memastikan rekomendasi medis berbasis AI tetap akurat untuk berbagai kondisi pengguna.
  • Kendala Regulasi: Ketatnya aturan mengenai pemberian saran medis otomatis oleh perangkat non-medis.
  • Reliabilitas Data: Kesulitan dalam mengintegrasikan data dari berbagai sumber laboratorium eksternal secara konsisten.
Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |