Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran.
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5).
Prabowo yang sudah mengunjungi Prancis sebanyak tiga kali dalam satu tahun ini mengatakan hubungan kedua negara sangat baik. Dia ingin meningkatkan hubungan dalam hal sains dan teknologi, serta pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo dalam pidatonya di Istana Elysee sebagaimana dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/5) malam.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian karena konflik, Prabowo meyakini Indonesia dan Prancis bisa memainkan peran positif.
"Indonesia akan selalu mendorong segala usaha untuk memelihara perdamaian," jelas Prabowo.
Sebelum ini, tepatnya saat menerima kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Oktober 2025, Prabowo juga berencana menerapkan Bahasa Portugis di sekolah-sekolah.
Prabowo mengatakan Brasil merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia. Oleh sebab itu, kata dia, bahasa resmi Brasil akan diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia.
"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin Pendidikan Indonesia," kata Prabowo.
Kritik dari Perhimpunan Guru
Hingga saat ini, belum ada pembahasan lebih lanjut perihal keinginan Prabowo tersebut. Namun, ide Prabowo ingin menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran di sekolah mendapat kritik dari Perhimpunan dan Pendidikan Guru (P2G).
Koordinator P2G, Satriwan Salim menilai instruksi Presiden tidak jelas dan hanya dirasa sebagai basa basi diplomatik. Sebab, keinginan itu disampaikan tanpa alasan dan sebab yang jelas.
Apalagi, setahun sebelumnya, Presiden juga sempat meminta sekolah mulai mengajarkan mata pelajaran bahasa Portugis. Bukan tidak mungkin, ke depan Presiden juga akan meminta secara tiba-tiba pembelajaran bahasa Jepang usai bertemu PM Jepang.
"Nanti kalau Presiden Prabowo pertemuan bilateral lagi dengan Jepang, akan memasukkan bahasa Jepang ke kurikulum. Bertemu Tiongkok, lalu akan menjadikan bahasa Mandarin pelajaran wajib, begitu juga pulang dari Belanda, lantas Presiden akan wajibkan pelajaran Bahasa Belanda," ujar Satriwan dalam keterangannya, Jumat (29/5).
"Tentu mengelola pendidikan tidak bisa sebercanda ini," imbuhnya.
Satriwan menilai pemerintah tidak bisa membuat kebijakan pendidikan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Artinya, pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis bukan prioritas merujuk RPJMN yang sudah ditetapkan.
Kedua, mewajibkan pelajaran Bahasa Prancis di semua jenjang sekolah artinya mulai SD, SMP, SMA/sederajat hanya akan menambah beban kurikulum bagi murid. Sebab, kata Satriwan, struktur kurikulum nasional masih relatif padat mata pelajaran.
"Dengan asumsi 1 sekolah ada 2 guru Prancis dan Portugis, dari total sekitar 240 ribu sekolah SD-SMA/sederajat, maka dibutuhkan 480 ribu guru bahasa asing tersebut," katanya.
Menurut Satriwan, bahasa Prancis dan bahasa asing lainnya yakni bahasa Arab, Korea, Mandarin, Jerman, dan Jepang, telah menjadi mata pelajaran pilihan bagi murid yang berminat dan sudah masuk dalam struktur kurikulum nasional sejak Kurikulum 2006 hingga Kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini.
Bahkan, di jenjang SMK jurusan perhotelan dan pariwisata, mata pelajaran Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris masuk dalam mata pelajaran sebagai program keahlian untuk mendukung keterampilan.
"Mei 2026 ini Kemdikdasmen berencana meluncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa," katanya.
(ryn/fra)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5169754/original/004758200_1742544934-WhatsApp_Image_2025-03-19_at_18.19.10_b997d6cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488515/original/050407300_1769755855-Shelter_0.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1500750/original/073244800_1486531397-layar_ponsel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400799/original/056041600_1762148070-Cache_Iphone.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489372/original/069013300_1769847371-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_3.14.14_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2870049/original/061175000_1564651087-free-fire-02.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494405/original/001639100_1770287071-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_16.03.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490787/original/058831400_1770024865-Bigo_Full.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496024/original/029090300_1770456864-Screenshot_2026-02-07_154805.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494002/original/052386300_1770274416-istiqomah_cinta.jpeg)