Ini Gambaran Kekuatan Militer Aliansi Mekkah, Punya 1,4 Juta Prajurit dan 3.400 Pesawat

3 hours ago 1

loading...

Ini gambaran kekuatan militer aliansi Mekkah, memiliki 1,4 juyta prajurit dan 3.400 pesawat. Foto/X/@AnamJunejo12635

MEKKAH - Para pemimpin Arab Saudi, Turki , dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah pada hari Jumat lalu. Mereka berkomitmen untuk memperkuat pencegahan kolektif terhadap segala bentuk agresi dan menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Pakta ini muncul di tengah upaya ketiga negara tersebut dalam menghadapi ketegangan regional yang meningkat, termasuk kekhawatiran mengenai perluasan jangkauan militer Israel dan pengaruh regional Iran.

Secara bersama-sama, negara-negara ini membentuk blok militer yang cukup besar. Riyadh adalah eksportir minyak utama, Ankara memiliki militer terbesar kedua di NATO, dan Islamabad adalah satu-satunya negara Muslim yang memiliki senjata nuklir.

Secara gabungan, ketiga negara ini memiliki hampir 1,4 juta personel militer aktif, 3.400 pesawat, 6.000 tank, dan lebih dari 340 aset angkatan laut menurut Indeks Global Firepower 2026, yang memeringkat kemampuan pertahanan 145 negara.

Indeks ini menilai potensi kemampuan perang setiap negara di matra darat, udara, dan laut, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti sumber daya manusia, peralatan, sumber daya alam, keuangan, dan geografi.

Secara gabungan, ketiga negara memiliki sekitar 1,4 juta personel aktif, yang didukung oleh kekuatan paramiliter dan pasukan cadangan yang besar. Pakistan menyumbang jumlah personel aktif terbesar sebanyak 660.000 orang, diikuti oleh Turki dengan 481.000 orang dan Arab Saudi dengan 247.000 orang.

Bersama-sama, mereka mengoperasikan 3.415 pesawat militer, termasuk jet tempur, helikopter, pesawat angkut, dan pesawat latih militer. Pakistan memiliki sekitar 1.397 pesawat, diikuti oleh Turki dengan 1.101 pesawat dan Arab Saudi dengan 917 pesawat.

Ketiga negara mengerahkan sekitar 6.046 tank dan lebih dari 179.000 kendaraan lapis baja, serta ribuan sistem artileri dan sistem peluncur roket ganda. Pakistan memiliki jumlah tank terbanyak yaitu 2.677 unit, Turki memiliki 2.284 unit, dan Arab Saudi memiliki 1.085 unit.

Armada gabungan mereka mencakup 344 aset angkatan laut, termasuk 33 fregat, 24 korvet, dan 22 kapal selam. Turki menempati posisi teratas dalam hal ini dengan 192 aset angkatan laut, diikuti oleh Pakistan dengan 120 aset dan Arab Saudi dengan 32 aset.

Total anggaran pertahanan gabungan ketiganya mencapai sekitar USD124,4 miliar per tahun. Arab Saudi memiliki anggaran militer terbesar di antara ketiganya, yakni sebesar USD63,9 miliar pada tahun 2026, sementara Turki mengalokasikan USD51,4 miliar dan Pakistan USD9,1 miliar menurut data Global Firepower.

Andreas Krieg, seorang akademisi, analis keamanan, dan konsultan risiko politik yang memiliki spesialisasi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan bahwa signifikansi pakta ini terletak pada bagaimana kapabilitas ketiga negara yang berbeda tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |