Inggit A Wulan Rilis EP Memoar di Hari Ulang Tahun, Perjalanan Emosional Pulang ke Diri Sendiri

13 hours ago 7

Jadi intinya...

  • Inggit A Wulan merilis EP "Memoar" berisi 4 lagu tentang pendewasaan diri.
  • EP ini bertema "Perjalanan Pulang ke Diri Sendiri" dengan eksplorasi pop rock.
  • Inggit berharap karyanya jadi teman bagi yang rapuh, menekankan penerimaan diri.

Liputan6.com, Jakarta - Solois Inggit A Wulan menyapa para penikmat musik dengan merilis EP dengan tajuk Memoar. EP ini berisi 4 lagu, yang merangkai cerita persolan tentang proses pendewasaan diri.

Perilisan EP ini terasa istimewa karena diluncurkan tepat di hari ulang tahun Inggit A Wulan. Ia mengungkapkan bahwa momen peluncuran itu sengaja dipilih agar memiliki makna yang jauh lebih personal bagi dirinya sendiri.

"EP ini seperti langkah baru bagi saya, karena untuk pertama kalinya saya bisa bercerita secara utuh, bukan hanya lewat satu lagu, tapi melalui satu rangkaian cerita,” ujar Inggit A Wulan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Inggit mengangkat konsep bertema “Perjalanan Pulang ke Diri Sendiri” sebagai landasan karyanya. Refleksi emosional itu dituangkan dalam setiap lagu yang merepresentasikan berbagai tahapan perasaan manusia, mulai dari harapan, rasa kehilangan, hingga pencarian makna hidup.

“Memoar adalah catatan jujur tentang apa yang saya rasakan, lihat, dan alami dalam hidup. Ini bukan hanya kumpulan lagu, tapi perjalanan untuk memahami diri sendiri dan menemukan arah untuk pulang,” jelasnya.

Empat lagu yang dihadirkan Inggit adalah "Cinta Bertahanlah", "Serupa Embun", "Teman Sejati", dan Kesepian. Dari keempat judut tersebut, lagu “Serupa Embun” didapuk sebagai single utama karena dianggap membawa pesan yang sangat kuat tentang kerendahan hati.

"Serupa Embun adalah jantung EP ini. Pesannya sederhana, tapi sangat dekat dengan kehidupan, tentang belajar rendah hati dan bersyukur,” ungkapnya.

Eksplorasi Inggit A Wulan

Dari sisi musikalitas, Inggit mengeksplorasi warna musik pop rock, rock, hingga slow rock, namun tetap menyentuh sisi emosional pendengar. Alasannya, Inggit menilai genre rock jadi medium yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan yang menjadi benang merah dalam seluruh lagunya.

"Saya pilih rock karena ada energi yang tidak bisa dibohongi. Di situ saya bisa lebih lepas dan jujur dalam menyampaikan emosi," jelasnya.

Turun Langsung Sebagai Produser

Dalam proses penggarapannya, Inggit turun tangan langsung memegang kendali sebagai produser untuk seluruh materi lagu. Tantangan terbesarnya justru bagaimana caranya agar setiap pesan yang sangat personal tersebut tersampaikan secara organik ke para pendengar.

“Prosesnya sangat emosional. Setiap lagu punya cerita yang dekat dengan kami. Jadi tantangannya bagaimana menjaga rasa itu tetap jujur sampai ke pendengar,” kata Inggit.

Ingin Karyanya Jadi Teman Baik untuk Mereka yang Sedang Rapuh

Melalui EP Memoar, Inggit berharap karya-karyanya dapat menjadi teman bagi mereka yang sedang merasa rapuh atau sendirian. Ia ingin menekankan pesan bahwa menjadi tidak sempurna adalah hal yang manusiawi asalkan seseorang tetap memiliki tujuan untuk kembali ke jati dirinya.

"Tidak apa-apa menjadi manusia yang tidak sempurna, yang penting kita tahu ke mana harus kembali pulang. Kalau lagu-lagu ini bisa menemani satu orang saja di momen sulitnya, itu sudah sangat berarti buat saya,” pungkas Inggit.

Kolaborasi Epik 510 dan Vierratale di Single Esa x Perih, Langsung Melejit di YouTube Music

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |