Givina Lukita Akui Adegan Tabok-tabokan dengan Ratu Sofya di Film The Bell Berkesan Banget, Kenapa?

5 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Givina Lukita berperan sebagai Saidah di film "The Bell", sosok pelindung.
  • Adegan tamparan sungguhan dengan Ratu Sofia menjadi momen tak terlupakan.
  • Givina dan Ratu Sofia merasa ada kemiripan dengan karakter yang diperankan.

Liputan6.com, Jakarta - Givina Lukita bersyukur dipercaya membintangi film The Bell: Panggilan untuk Mati. Di film arahan sutradara Jay Sukmo ini, Givina diplot sebagai Saidah, sosok perempuan yang ingin selalu melindungi orang di sekitarnya.

Givina Lukita Dewi mengungkapkan bahwa proses syuting berjalan dengan lancar. Meski begitu, ada satu scene yang membekas di benaknya, ketika harus beradu akting dengan Ratu Sofia yang memerankan karakter Airin.

Givina menyebut scene pertengkaran antara Saidah dan Airin menjadi momen yang tak terlupakan. Semula, Givina dan Ratu sudah saling berkomunikasi tentang akting yang akan mereka lakoni di depan kamera.

"Scene tabok tabokan, itu membekas buat saya. Kalau ada baku hantam tipis-tipis antara Saidah dan Airin, di lokasi kita udah janjian sebenernya," kata Givina Lukita Dewi di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Alih-alih sekadar akting, Givina terkejut mendapati Ratu justru menamparnya dengan cukup keras. Merasa tertantang, ia pun  membalasnya.

"Ternyata kita kayaknya terlalu mendalami, thats way ketika ditampar sama Airin, kita kaget. Akhirnya oke tampar balik. Pas udah selesai kita saling maaf ya, tapi aku bilang 'kamu dari hati ya', lucu sih," kenangnya.

Naluri Melindungi Orang Lain

Menurut Givina, peran Saidah memiliki kemiripan dengan pribadinya. Layaknya Saidah yang diceritakan memiliki insting melindungi orang lain, Givina menyebut caranya saja yang berbeda.

"Kalo kesamaan sama karakter, kita sama sama punya insting melindungi orang lain, cuma caranya aja beda. Agak control freak sih kalo dilihat dalam dalam," ungkapnya.

Senada dengan Givina, Ratu juga merasa memiliki kesamaan karakter dengan tokoh Airin yang diperankan. Terutama dari sifat keras kepala dan selalu aktif.

Ada Persamaan Apa?

"Agak ada persamaan dengan saya. Ratu Sofia sok keras, tapi aslinya gak. Cuma karena tekanan, pengalaman hidup, ya ada kesamaan juga. Airin kan lumayan berisik nggak bisa diem, Keras kepalanya juga. Cuma Airin lebih keras dari Ratu Sofia," tutur Ratu.

Selain Givina dan Ratu Sofia, film "The Bell: Panggilan untuk Mati" turut menampilkan nama-nama seperti Septian Dwi Cahyo, Mathias Muchus, Shalom Razade, dan Bhisma Mulia. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 7 Mei 2026.

Selamat, Film Ghost In The Cell Tembus 2 Juta Penonton Dalam 13 Hari

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |