Guruh Soekarnoputra Terapi Stem Cell Bareng Prof Deby Vinski, Ingin Sehat dan Melihat Indonesia Jaya

9 hours ago 2

Jadi intinya...

  • Musisi Guruh Soekarnoputra jalani terapi stem cell untuk kesehatan dan vitalitas.
  • Ia ingin hidup panjang, sehat, dan terus berkarya demi pengabdian negara.
  • Terapi minim invasif dengan C-Arm fluoroscopy, Guruh rasakan perbaikan lutut.

Liputan6.com, Jakarta - Musisi legendaris Guruh Soekarnoputra menjalani terapi stem cell bersama Prof. dr. Deby Vinski, MSc, Ph.D dan pakar ortopedi dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT, menandai kerja sama strategis Celltech Stem Cell Centre bersama RSPPN Panglima Besar Soedirman Jakarta.

Guruh Soekarnoputra menjalani tindakan medis dengan pendekatan knee rejuvenation dan program men vitality and wellness berbasis regenerative medicine. Ia bersyukur bertemu dua pakar hingga menjalani terapi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Guruh Soekarnoputra menguak alasan menjalani terapi. “Karena saya ingin umur panjang dalam keadaan selalu muda (sehat) terus. Enggak mau umur panjang tapi sakit-sakitan,” katanya lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Minggu (1/3/2026).

“Kenapa saya ingin berumur panjang, karena saya sudah berkomitmen sama diri saya bahwa sepanjang hidup ini untuk pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia tercinta. Bekerja untuk itu, saya rasa perlu waktu yang cukup panjang,” ujar Guruh Soekarnoputra.

Terapi stem cell ini berbasis teknologi C-Arm fluoroscopy yang memberikan pencitraan real-time sehingga dokter dapat memantau pergerakan jarum serta distribusi stem cell secara langsung pada layar monitor selama prosedur berlangsung. Tindakan ini minim invasif.

Guruh Soekarnoputra percaya, dengan sehat, ia bisa berkarya dan melihat perkembangan Indonesia. “Saya ingin melihat Indonesia mencapai kejayaannya. Sebagai negara mercusuar dalam arti, menjadi teladan untuk negara-negara lain di seluruh dunia,” harapnya.

Lutut dan Jongkok

Seperti diketahui, Guruh Soekarnoputra kini berusia 73 tahun. Pencipta lagu “Kala Cinta Menggoda” dan “Mahadaya Cinta” menyadari seiring bertambahnya usia, fungsi beragam organ tubuh menurun. Berkaca pada pengalaman, itu terasa betul di lutut.

“Saya punya kegiatan olahraga dan menari. Kalau habis duduk di bawah, jongkok mestinya bisa berdiri lagi. Tapi, awalnya kok perlu bantuan tangan. Makin hari, makin parah sampai perlu dibantu orang untuk berdiri,” urai Guruh Soekarnoputra.

Buat Saya Ini Mengganggu

“Buat saya ini mengganggu,” keluhnya. Setelah menjalani terapi stem cell bersama Prof. dr. Deby Vinski, dan dr. Sunaryo Kusumo, hasil yang didamba mulai tampak. “Saya betul-betul merasa ada perbaikan,” Guruh Soekarnoputra menyambung.

Dalam kesempatan itu, Deby Vinski dan Sunaryo Kusumo menyanjung semangat Guruh Soekarnoputra untuk hidup sehat sekaligus berkarya di usia kepala tujuh. Sunaryo Kusumo mengenang momen pertemuan pertama dengan sang musisi dua minggu sebelumnya.

Saya Terkejut

“Saya terkejut. Mulai datang pertama, dua minggu lalu. Begitu datang dan melihat semangat beliau, saya yakin betul akan baik nanti ke depan. Kita kan tujuannya usia panjang tapi sehat. Kalau usia panjang sakit-sakitan buat apa?” Sunaryo Kusumo mengenang.

Dalam kesempatan itu, Deby Vinski menegaskan presisi merupakan kunci keberhasilan terapi regeneratif modern. Ia juga menyorot pentingnya integrasi keahlian biologis dan teknologi intervensi ortopedi modern sebagai model baru pelayanan kesehatan berbasis inovasi.

Stem cell therapy bukan sekadar injeksi, melainkan intervensi biologis presisi. Dengan C-Arm, kita memastikan sel punca (stem cell) benar-benar mencapai area yang membutuhkan regenerasi,” Deby Vinski membeberkan.

Rayakan Dua Dekade Berkarya, Sammy Simorangkir Gelar ​Konser 20SSS

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |