- Apa fokus utama pengembangan Exynos 2700?
- Teknologi fabrikasi apa yang digunakan Exynos 2700?
- Bagaimana Exynos 2700 mengatasi masalah panas berlebih?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Samsung dikabarkan sedang menyiapkan prosesor flagship terbarunya untuk 2027, Exynos 2700. Chip ini digadang akan membawa peningkatan signifikan pada performa, efisien daya, hingga manajemen panas.
Banyak pihak meyakini, langkah raksasa teknologi asal Korea Selatan itu untuk untuk menghapus stigma buruk Exynos di lini ponsel premium.
Dengan nama kode Ulysses, Exynos 2700 diproyeksikan menjadi otak utama untuk seri Galaxy S27. Fokus utamanya mengatasi dua persoalan klasik Exynos, yaitu panas berlebih dan konsumsi daya kurang efisien.
Mengutip Gizmochina, Selasa (21/1/2026), bocoran dari Kaulenda menyebut Exynos 2700 akan dibuat dengan proses 2nm generasi kedua dari Samsung Foundry, yang dikenal sebagai SF2P.
Teknologi ini mengusung arsitektur Gate All Around (GAA) yang telah disempurnakan. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan performa hingga 12 persen dan memangkas konsumsi daya hingga 25 persen dibandingkan dengan Exynoss 2600 berbasis SF2.
Dengan fondasi tersebut, inti CPU utama Exynos 2700 diperkirakan mampu mencapai kecepatan clock stabil pada 4,2 GHz. Dari sisi arsitektur, Samsung dikabarkan akan mengadopsi inti C2 generasi berikutnya dari ARM, kemungkinan diberi label C2-Ultra dan C2-Pro.
Peralihan ini diyakini menghadirkan peningkatan IPC (Instructions per Clock) hingga 35 persen. Serta skor Geekbench 6 diprediksi tembus hingga 4.800 untuk single core dan 15.000 untuk multi core.
Untuk mengatasi isu panas, Samsung kabarnya menerapkan teknologi pengemasan FOWLP-SbS (Side-by-Side). Berbeda dengan metode penumpukan vertikal konvensional, teknologi ini menempatkan chip dan DRAM secara horizontal di bawah blok jalur panas berbahan tembaga.
Desain ini meningkatkan area kontak dengan sistem pendingin sehingga mampu meningkatkan pembuangan panas selama beban kerja berat, seperti gaming atau pemrosesan AI.
Performa Grafis Exynos 2700
Sementara dari sisi grafis tidak luput dari peningkatan. Dengan menggabungkan GPU Xclipse berbasis AMD generasi terbaru, memori LPDDR6 dengan kecepatan hingga 14,4 Gbps, serta dukungan penyimpanan UFS 5.0, chipset ini dapat meningkatkan kecepatan transfer data hampir dua kali lipat.
Kombinasi tersebut diklaim mampu meningkatkan kecepatan transfer data hampir dua kali lipat, sekaligus mendongkrak performa grafis hingga 40 persen. Jika bocoran ini akurat, Exynos 2700 berpotensi menjadi pesaing serius Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus membuka peluang bagi Samsung untuk kembali mandiri dalam pengembangan chipset flagship.
Kombinasi tersebut diharapkan menghasilkan peningkatan kinerja grafis hingga 40 persen, memposisikan Exynos 2700 sebagai pesaing Tangguh bagi Snapdragon 8 Elite Gen 6 milik Qualcomm, dan sebagai peluang bagi Samsung untuk mendapatkan kembali kemandirian silikonnya.
Samsung Ungkap Detail AI Exynos 2600, Kinerja NPU Naik hingga 113 Persen
Sebelumnya, setelah mulai membuka tabir kemampuan kecerdasan buatan (AI) di chipset terbarunya, Exynos 2600. Tampil sebagai prosesor 2nm pertama di dunia, chip ini dijadwalkan bakal debut di seri Galaxy S26 pada bulan Februari 2026 mendatang.
Kini, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut mulai mengungkap detail penting terkait peningkatan AI menjadi fokus utama Exynos 2600.
Dilansir GSM Arena, Senin (5/1/2026), chip baru ini dibekali NPU baru dan diklaim mempu meningkatkan kinerja hingga 113 persen di bandingkan dengan Exynos 2500.
Samsung menggandeng perusahaan AI asal Korea Selatan, NotaAI, untuk mengoptimalkan kemampuan kecerdasan buatan di Exynos 2600. Melalui platform NetsPresso, NotaAI memungkinkan ukuran model AI diperkecil tanpa mengorbankan akurasi.
Pendekatan ini memungkinkan chipset buatan Samsung tersebut mampu menjalankan model AI berukuran lebih besar langsung di perangkat. Ini berarti, AI di smartphone dapat diakses dan beroperasi tanpa butuh koneksi internet.
Hal tersebut juga berpengaruh terhadap pengalaman pengguna saat memakai HP menjadi lebih cepat, responsif, dan aman karena pemrosesan data dilakukan secara lokal.
Bagi pengguna Galaxy S26, peningkatan ini berpotensi menghadirkan fitur seperti pemrosesan gambar, pengenalan suara, dan asisten cerdas lebih sigap dalam penggunaan sehari-hari.
Kerja sama Samsung dan NotaAI bukan hal baru. Sebelumnya, kedua perusahaan telah berkolaborasi dalam pengoptimalan AI pada Exynos 2400 dan Exynos 2500.
Kemitraan tersebut juga melahirkan pengembangan Exynos AI Studio, sebuah perangkat dan alat bantu yang dirancang untuk mempermudah pengembangan serta optimalisasi fitur AI pada platform Exynos terbaru.
Exynos 2600 di Galaxy S26 Dinilai Lebih Boros Daya, Ini Penyebabnya
Samsung dikabarkan akan mengambil pendekatan berbeda pada sebagian smartphone flagship mereka, yakni Galaxy S26 series. Kabarnya, varian Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus tidak akan menggunakan chipset Snapdragon.
Aliha-alih, perusahaan berasal dari Korea Selatan itu akan menggunakan chipset Exynos 2600. Mengutip laporan The Elec via Android Authority, Jumat (26/12/2025), Exynos 2600 harid tanpa modem terintegrasi di dalam prosesor utama.
Karena itu, Samsung memasang modem eksternal Exynos 5410 ke dua ponsel Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus tersebut. Pendekatan ini sangat berbeda dari tren industri dalam beberapa tahun terakhir.
Di saat produsen chipset berlomba-lomba menyatukan modem ke SoC demi efisiensi daya dan desain lebih ringkas, Samsung memilih untuk memisahkan modem dari chipset utama.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Samsung Semiconductor kepada Android Authority, dengan memastikan Exynos 2600 memang menggunakan modem eksternal. Langkah ini langsung mengundang banyak pertanyaan dari berbagai pihak.
Karena, modem eksternal membutuhkan konsumsi daya lebih besar karena komunikasi antar chip berjalan terpisah. Dampaknya bisa terasa paa efisiensi baterai dan manajemen panas, dua aspek sangat penting di HP flagship.
Sebelumnya, Samsung telah mengadopsi modem terintegrasi pada Exynos 2500 yang digunakan di Galaxy Z Flip 7, serta Exynos 2200 yang hadir di beberapa varian Galaxy S22.
Pertanyaan kini mengarah ke strategi Samsung, di mana Exynos 2600 diproduksi dengan fabrikasi 2nm Gate-All-Around, menjanjikan lonjakan performa dan efisiensi. Akan tetapi, keputusah memisahkan modem bisa membuat baterai ponsel cepat habis.
Exynos 2600: Chip 2nm dengan Fokus Efisiensi dan Biaya Produksi
Meski demikian, Exynos 2600 juga menawarkan keunggulan signifikan. Chipset ini diklaim sebagai prosesor smartphone pertama yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer. Teknologi fabrikasi yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya secara keseluruhan dan menekan dampak konsumsi daya dari modem eksternal.
Efisiensi juga akan sangat bergantung pada proses manufaktur modem yang digunakan. Jika modem eksternal Exynos 5410 dibuat dengan teknologi fabrikasi yang lebih kecil, konsumsi daya tambahan bisa diminimalkan.
Selain faktor efisiensi, keputusan menggunakan modem terpisah diduga berkaitan dengan aspek desain dan biaya produksi. Chip yang lebih besar umumnya lebih mahal untuk diproduksi. Dengan memisahkan modem, Samsung berpotensi menekan biaya tanpa mengorbankan fitur utama.
Di luar isu modem, Exynos 2600 tetap membawa spesifikasi kelas atas. Chipset ini dibekali CPU 10-core dengan kombinasi inti besar dan menengah, GPU AMD terbaru dengan teknologi neural super-sampling, NPU berperforma tinggi, serta Heat Path Block yang dirancang untuk meningkatkan sistem pendinginan.

1 month ago
30

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517536/original/015058500_1772431654-sjcam_c100_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517498/original/099065000_1772430578-lrmexport2484898547154820201116121832062-copy-61.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517711/original/081796500_1772437376-v50-x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485870/original/083198800_1769566960-Fitur_Blur_Android_17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494185/original/039916200_1770280085-Meizu1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307914/original/053150700_1754499577-Galaxy_A17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516737/original/005401100_1772344425-Vivo_V70_dan_V70_FE_Siap_Debut_di_Indonesia_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516062/original/038387900_1772251423-BeautyPlus-OBJECT-REMOVER-1772200269067.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5513593/original/007745700_1772029965-Galaxy_S26__Galaxy_S26_Plus__Galaxy_S26_Ultra_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516358/original/009775800_1772284860-ChatGPT_Bisa_Bantu_Apa_Saja_Saat_Ramadan__Ini_3_Tips_Praktisnya_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448518/original/063347600_1766032456-Samsung_Galaxy_Buds_3_Pro_1.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515908/original/097829100_1772217797-Menkomdigi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2738209/original/095781400_1551162420-iStock-952414660.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515494/original/073830300_1772177873-1_-_Snapdragon_8_Elite_Gen_5_for_Galaxy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515474/original/038913800_1772176577-Resident_Evil_Requiem_Bisa_Jalan_di_PC_Kentang__Ini_Detail_Spesifikasi_Lengkapnya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515413/original/006292100_1772173735-Resident_Evil_Requiem_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445517/original/059818100_1765858408-Xiaomi_17T.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514930/original/055895800_1772123778-Galaxy_Buds_4_gan_Galaxy_Buds_4_Pro.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440546/original/019398900_1765437120-Vivo_X200_Ultra.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402499/original/069636700_1762248895-ClipDown.com_568671501_18545587594054071_6278094954927871767_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432645/original/060825700_1764818395-YouTube_Recap_2025_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449618/original/001686900_1766099380-Steam_Winter_Sale_2025_01.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417477/original/023507800_1763534909-google-gemini-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294447/original/065942700_1753404869-omid-armin-AGRtDoZlpYw-unsplash__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426068/original/091035700_1764253361-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_7.13.00_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429570/original/054081400_1764606003-MV5BMDAxOWRmNjMtYWZkOS00YzIxLTgxMDktNjhjOThhY2QxZjM3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UY1995_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431956/original/014866300_1764751840-Apple_Hari_Disabilitas_Internasional_2025_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307781/original/080682700_1754481117-Ro.jpg)