Galaxy S26 Ultra Disebut Bawa Upgrade Kamera Penting, Ini Detailnya

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Samsung kembali menyiapkan pembaruan pada lini ponsel flagship-nya. Galaxy S26 Ultra yang diprediksi meluncur tahun ini. Kabarnya, ponsel ini dilaporkan akan memiliki peningkatan kamera signifikan, meski tidak dibekali dengan sensor baru.

Selama beberapa generasi terakhir, sektor kamera HP Samsung kerap menjadi bahan kritik pengguna. Perusahaan asal Korea Selatan itu dinilai terlalu sering menggunakan sensor sama dengan peningkatan relatif minim di setiap generasi.

Meski begitu, laporan terbaru menyebutkan Galaxy S26 Ultra tetap membawa peningkatan penting. Selain bukaan lensa lebih besar, Samsung juga dikabarkan mengubah pendekatan pemrosesan gambar pada kamera utama.

Samsung Galaxy S26 Ultra Usung Foto Lebih Realistis

Mengutip Phone Arena, Senin (19/1/2026), Galaxy S26 Ultra akan mengutamakan realisme daripada foto dengan kontras tinggi dan saturasi tinggi. Kamera utama ponsel ini akan mengurangi pemrosesan pasca foto.

“Bagi yang menyukai kontras tinggi dan saturasi tinggi ini bukanlah hal baru, tetapi bagi yang mengejar tampilan yang realistis, ini adalah hal yang baik,” cuit @Universelce di platform X.

Sebagai gantinya, hasil foto Galaxy S26 Ultra diklaim akan lebih merepresentasikan kondisi di sekitar pengguna. Warna, pencahayaan, dan detail objek diharapkan tampil lebih mendekati apa yang dilihat langsung oleh mata pengguna.

Peningkatan kamera Galaxy S26 Ultra bukanlah satu-satunya peningkatan yang diperkenalkan. Meski sensor utama masih sama, tetapi Samsung dikabarkan menggunakan aperture yang lebih lebar pada kamera belakang.

Aperture yang lebih lebar untuk kamera utama, memungkinkan Galaxy S26 Ultra mengambil foto yang jauh lebih baik di kondisi minim cahaya. Lebih banyak detail akan ditemukan pada objek dan tingkat noise yang lebih rendah. Hal ini juga disebut menjadi alasan kembalinya tonjolan kamera belakang pada perangkat.

Meski rumor menyebut Galaxy S27 Ultra berpotensi membawa sensor kamera baru, Galaxy S26 Ultra diyakini tetap mampu bersaing di sektor fotografi. Kombinasi pemrosesan gambar yang lebih realistis dan bukaan lensa lebih besar dinilai cukup untuk memberikan pengalaman memotret lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Galaxy S26 dan S26 Plus Lolos TKDN, Varian Galaxy S26 Ultra Masih Absen

HP Galaxy S26 series dipastikan meluncur di pasar Indonesia, meskipun smartphone flagship milik Samsung tersebut belum diumumkan secara resmi. Hal ini diketahui lewat situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Pantauan tim Tekno Liputan6.com di situs TKDN, Senin (12/1/2026), dua ponsel Samsung dengan nomor model SM-S942B dan SM-S947B sudah nongol di situs milik Kemenperin tersebut.

Setelah ditelusuri, nomor model SM-S942B diyakini adalah HP Galaxy S26 varian standar. Sedangkan untuk SM-S947B adalah Galaxy S26 Plus. Kedua ponsel sudah memenuhi syarat nilai TKDN hingga 37.50 persen.

Meski sudah lolos TKDN, masih ada satu model HP Galaxy yang belum muncul di situs tersebut, yakni varian Galaxy S26 Ultra. Besar kemungkinan, ponsel tersebut juga akan muncul di laman web dalam waktu dekat ini.

Meski sudah lolos TKDN, ketiga HP baru Samsung tersebut masih belum mengantongi sertifikasi postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Hingga berita ini ditulis, pihak Samsung Indonesia masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal rilis HP Android tersebut di Indonesia.

Di sisi lain, sejumlah bocoran di internet menyebutkan raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut berencana mengumumkan Galaxy S26 series pada 25 Februari 2026. Berkaca dari peluncuran Galaxy generasi sebelumnya, besar kemungkinan Samsung akan merilis ponsel barunya itu di akhir Maret atau awal April 2026 mendatang.

Bocoran Spesifikasi Galaxy S26 dan S26 Plus 

Lebih lanjut, Samsung kabarnya bakal memiliki dimensi 149,3 x 71,4 x 6,96 mm. Artinya, ponsel ini sedikit lebih tinggi dan lebar dibanding pendahulunya, namun bodinya justru lebih tipis.

Bagian tonjolan kamera di belakang memiliki ketebalan hingga 10,23 mm, menegaskan keberadaan modul barunya.

Sementara itu, layar ponsel ini juga dikabarkan mengalami peningkatan ukuran menjadi 6,3 inci, memberi pengalaman visual yang lebih luas bagi pengguna.

Dari sisi performa, perangkat ini akan dibekali chipset Exynos 2600, RAM 16GB, dan sudah menggunakan baterai 4.300mAh.

Lalu untuk varian Galaxy S26 Plus, ponsel ini juga memakai chipset Exynos 2600, layar berukuran 6,7 inci, dan baterai berkapasitas 4.900mAh.

Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Ditopang Fast Charging 60W?

Banyak bocoran dan rumor terbaru terkait Samsung Galaxy S26 Ultra, seperti tanggal peluncuran, spesifikasi kamera, hingga yang terkini yaitu soal peningkatan kecepatan pengisian daya. Jika informasi ini akurat, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang baterai ponsel flagship tersebut.

Mengutip Android Authority, Sabtu (10/1/2026), Galaxy S25 Ultra hanya mendukung pengisian daya kabel hingga 45W. Namun, beredar rumor bahwa Galaxy S26 Ultra akan mendukung pengisian daya 60W.

Dugaan tersebut semakin menguat setelah adaptor daya 60W sempat muncul di situs resmi Samsung, meski tanpa penjelasan remi.

Meski begitu, belum jelas seberapa besar peningkatan kecepatan pengisian yang benar-benar akan dirasakan pengguna. Untuk memberikan gambaran lebih konkret, pembocor ternama Ice Universe membagikan informasi terbaru terkait hasil pengujian internal perangkat tersebut.

Menurut Ice Universe, hasil uji “resmi” menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra dapat mengisi daya dari 0 hingga 75 persen hanya dalam 30 menit. Namun, informan itu menegaskan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi terkontrol oleh Samsung, bukan dalam penggunaan sehari-hari.

Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian daya adalah suhu perangkat, voltase, hingga kondisi lingkungan.

Meski demikian, bocoran ini tetap memberikan sinyal positif bahwa Samsung telah menyiapkan peningkatan penting pada sektor baterai Galaxy S26 Ultra.

Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Dilengkapi Fitur Layar Privasi Berbasis AI, Apa Fungsinya?

Samsung tengah mempersiapkan peningkatan signifikan untuk jajaran Galaxy S26, termasuk Samsung Galaxy S26 Ultra, yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Kali ini, pembaruan yang dihadirkan disebut berpotensi mengubah catra pengguna berinteraksi dengan ponsel pengguna dalam aktivitas sehari-hari.

Mengutip laporan terbaru FNNews, Samsung dikabarkan bakal menghadirkan fitur “Privacy Display” berbasis kecerdasan buatan (AI) ke lebih banyak model Galaxy S26. Fitur ini disebut tidak lagi eksklusif untuk varian termahal.

Dilansir DigitalTrends, Senin (12/1/2026), jika sebelumnya pengguna harus memilih Galaxy S26 Ultra untuk menikmati teknologi tersebut, kini Galaxy S26 dan Galaxy S26+ versi standar juga dikabarkan akan kebagian fitur serupa. Langkah ini menunjukkan upaya Samsung untuk memperluas pengalaman premium ke lini flagship yang lebih terjangkau.

Fitur ini menjadi solusi yang sejak lama dibutuhkan oleh pengguna, terutama saat mengakses data pribadi di ruang publik seperti di transportasi umum atau kedai kopi. Rasa khawatir layar ponsel dilirik orang lain kini dapat diminimalkan.

Saat diaktifkan, layar tetap terlihat tajam dari depan, namun akan nampak gelap dan sulit dibaca dari arah samping. Dengan konsep sederhana dan teknologi cerdas, fitur ini efektif untuk menjaga privasi pengguna dari risiko shoulder surfing.

Solusi Privasi Tanpa Aksesori Tambahan

Selama ini, pelindung layar privasi dari pihak ketiga kerap menuai keluhan pengguna. Aksesori tersebut biasanya membuat layar akan tampak lebih gelap, mengganggu akurasi warna, sampai menyulitkan saat ingin berbagi tampilan layar atau foto dengan orang lain.

Samsung menawarkan solusi berbeda, yaitu dengan menghadirkan teknologi privasi langsung di sektor perangkat keras. Teknologi ini disebut panel Flex Magic Pixel OLED.

Dengan memanfaatkan AI, teknologi tersebut mampu mengatur arah cahaya langsung di tingkat piksel sehingga sudut pandang layar dapat dipersempit sesuai kebutuhan, tanpa mengorbankan kualitas tampilan bagi pengguna.

Karena membutuhkan panel layar khusus, fitur ini tidak akan hadir melalui pembaruan perangkat lunak pada Galaxy S24 atau S25 generasi lama, melainkan sepenuhnya bergantung pada perangkat keras baru.

Fleksibilitas Jadi Kunci Utama

Bayangkan saat membuka aplikasi m-banking atau pengelola kata sandi, ponsel otomatis beralih ke mode privasi. Ketika berganti ke aplikasi YouTube untuk berbagi video dengan teman, sudut pandang layar akan kembali melebar.

Transisi mulus seperti ini belum tersedia di ponsel saat ini dan berpotensi menjadi keunggulan besar dari Galaxy S26, terutama di tengah pasar smartphone yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung hanya berfokus pada peningkatan sektor kamera.

Kehadiran layar privasi ini memunculkan pertanyaan soal posisi Galaxy S26 Ultra. Jika varian standar sudah mengusung teknologi canggih, Samsung dituntut untuk menghadirkan pembeda yang kuat agar label “Ultra” tetap relevan.

Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah Gorilla Glass Amor dengan lapisan anti-reflektif akan tetap menjadi fitur eksklusif. Meski demikian, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu inovasi yang paling praktis yang dihadirkan oleh Samsung dalam beberapa tahun terakhir.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |