Fable Diundur ke Januari 2027, Xbox Menghindari Bayang-Bayang Besar GTA 6?

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Xbox akhirnya memutuskan untuk menunda peluncuran game Fable ke Februari 2027. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, karena game reboot tersebut dijadwalkan meluncur pada 2026.

Namun, penundaan ini tampaknya bukan sekadar soal pengembangan. Perusahaan ingin memberi Fable ruang lebih awam untuk tampil, tanpa harus “tabrakan” dengan deretan game memenuhi kalender rilis 2026.

Tahun ini gamer memang sangat dimanjakan dengan sejumlah judul game yang akan dirilis tahun ini, seperti Forza Horizon 6, Halo: Campaign Evolved, Gears of War: E-Day, Call of Duty Modern Warfare 4, Control Resonant, Star Wars: Galactic Racer, hingga GTA 6.

Nah, judul game terakhir menjadi faktor penentu Xbox menunda peluncuran Fable. GTA VI dijadwalkan rilis pada 19 November 2026, dan dipastikan akan menyedot perhatian besar dari gamer global.

Karena itu, Xbox pun memilih mundur dan memberi game tersebut slot khusus pada awal 2027. Perusahaan mengungkap keputusan ini lewat unggahan resmi di X.

Xbox menyebut, penundaan dilakukan agar Fable mendapat momen layak..“Untuk merencanakan peluncuran game kami selama liburan, dengan cara paling sesuai untuk para pemain, kami memindahkan Fable ke Februari 2027 agar game ini dapat mendapatkan momen spesial yang layak,” tulis Xbox di akun X, Minggu (31/5/2026). 

Perusahaan menambahkan, “kami sangat antusias untuk memberikan tampilan baru yang signifikan pada Fable, serta jajaran game kami yang lebih luas, di XBOX Games Showcase pada 7 Juni nanti.”

Fable merupakan salah satu proyek paling penting Xbox Game Studios. Setelah lama absen dari perilisan utama, franchise ini membutuhkan panggung yang cukup besar untuk kembali merebut perhatian pemain lama dan menarik pemain baru.

Jika dirilis terlalu dekat dengan GTA VI dan beberapa game besar lain, percakapan publik bisa dengan cepat bergeser. Bagi game sebesar Fable, kehilangan momentum di minggu pertama rilis bisa menjadi risiko besar.

Pernah Mundur dari 2025 ke 2026

Ini bukan pertama kalinya Fable mengalami perubahan jadwal. Sebelumnya, game ini sempat ditargetkan rilis pada 2025 sebelum akhirnya dipindahkan ke 2026.

Kepala Xbox Game Studios, Craig Duncan, pernah menyebut tim membutuhkan waktu tambahan demi kepentingan game dan studio. Pernyataan itu menunjukkan Xbox tidak ingin terburu-buru membawa Fable ke pasar.

Reboot Fable sendiri diumumkan pertama kali pada 2020. Sejak saat itu, game ini menjadi salah satu judul Xbox yang paling sering ditunggu kabarnya.

Fable dikembangkan oleh Playground Games, studio yang dikenal luas lewat seri Forza Horizon. Reputasi Playground Games menjadi salah satu alasan ekspektasi terhadap Fable sangat tinggi.

Namun, Fable jelas berbeda dari Forza Horizon. Jika Forza adalah game balap open-world, Fable membawa dunia fantasi Albion dengan humor khas, pilihan moral, dan nuansa dongeng yang sudah lama melekat pada franchise ini.

Biaya Produksi GTA 6 Disebut Capai Rp 26 Triliun

Di sisi lain, Grand Theft Auto VI atau GTA 6 menjadi salah satu judul gamepaling dinanti peluncurannya pada 19 November 2026, setelah sempat ditunda rilisnya beberapa kali.

Tampil sebagai proyek game paling ambisius tahun ini, game baru Rockstar Games ini datang dengan ekspektasi sangat tinggi, mengingat GTA 5 sudah bertahan lebih dari satu dekade sebagai game paling sukses.

Di balik antusiasme tersebut, satu pertanyaan terus muncul di kalangan gamer. Berapa besar biaya yang dikeluarkan Rockstar dan Take-Two Interactive untuk mengembangkan GTA 6?

Rockstar Games belum pernah mengumumkan angka resmi. Take-Two selaku induk perusahaan juga masih menutup rapat detail biaya produksi game tersebut.

Akan tetapi, CEO Take-Two, Strauss Zelnick, memberi gambaran singkat saat ditanya terkait berapa nominal yang dikucurkan untuk membuat GTA 6.

"Sangat mahal," kata Strauss, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Selasa (12/5/2026). Meski singkat, pernyataan itu cukup menggambarkan skala proyek GTA 6. 

Business Insider menyebutkan, sejumlah analis industri memperkirakan anggaran dana untuk membuat GTA 6 berada di kisaran USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 26 triliun.

Angka tersebut membuat GTA 6 menjadi salah satu proyek game termahal yang pernah dibuat. Banyak pihak menyebutkan, nilai ini berada di level film blockbuster Hollywood.

Salah satu alasannya adalah dunia open-world yang diprediksi 2x lebih luas dari game sebelumnya, detail visual, animasi, cerita, dan teknologi yang digunakan untuk mengembangkan GTA 6.

Beri Kebebasan Tim untuk Buat GTA 6

Zelnick menyebut Take-Two memberi Rockstar ruang luas untuk mengejar kualitas terbaik. Menurutnya, perusahaan memiliki tim kreatif yang luar biasa dan manajemen berusaha memberi sumber daya manusia, ruang kreatif, serta dukungan finansial agar tim bisa membuat game sesuai visi mereka.

“Kami mencoba memberi mereka sumber daya manusia, ruang kreatif, dan finansial tak terbatas untuk membuat GTA 6, dengan harapan untuk membuat game sempurna,” ujar Zelnick.

Bila perusahaan harus menghabiskan dana lebih besar dari pesaingnya, ia menilai hal itu bagian dari risiko yang harus diambil.

“Itu adalah permainan berisiko tinggi hanya untuk pemain besar, dan saya tidak masalah dengan itu,” kata Zelnick, seperti dilaporkan PC Gamer

Meski begitu, perusahaan belum mengungkap secara resmi harga GTA 6. Rockstar dan Take-Two kemungkinan masih menunggu momentum tepat untuk membuka pre-order, edisi game, dan paket penjualannya

GTA 6 diluncurkan pada 19 November untuk PS5 dan Xbox Series X|S. Para penggemar telah menunggu sangat lama untuk game ini, karena awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada Musim Gugur 2025 sebelum ditunda ke Mei 2026 dan kemudian ke November. 

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |