Dee Lestari Menangis Saat Rekaman Hujan Bulan Juni, Lagu dengan Banyak Keistimewaan

7 hours ago 7

Jadi intinya...

  • Lagu "Hujan Bulan Juni" di album Dee Lestari didasarkan pada puisi Sapardi Djoko Damono.
  • Sapardi Djoko Damono dan istrinya mengizinkan Dee Lestari menggunakan puisi tersebut.
  • "Hujan Bulan Juni" adalah satu-satunya lagu live session di album, direkam emosional.

Liputan6.com, Jakarta - Jangan heran ketika menemukan lagu "Hujan Bulan Juni" di album baru Dee Lestari, (Jangan) Jatuh Cinta. Pasalnya, lirik lagu ini didasarkan pada puisi legendaris pujangga besar Indonesia, mendiang Sapardi Djoko Damono. Dalam hearing session yang dihelat di M Bloc Jakarta pada Rabu (3/6/2026), lagu ini sempat diperdengarkan di depan media dan sahabat Dee. Baris-baris awal lagu ini pun langsung mengingatkan pada puisi tersebut.

"Ini adalah lagu istimewa di dalam album ini, karena saya tidak menciptakannya sendirian. Saya menciptakannya—saya bisa bilang begitu—dengan almarhum Bapak Sapardi Djoko Damono. Jadi lagu ini sebetulnya ditujukan untuk mengisi film Hujan Bulan Juni... Jadi saya bikin lagu ini sudah lama banget," kata Dee Lestari.  

Hanya saja, tanpa memberikan alasan yang lebih mendetail, ia mengungkap lagu ini batal dimasukkan dalam proyek film tersebut. 

"Tapi saya simpan terus. Dan saya bilang sama Pak Sapardi pada satu hari lewat email, 'Pak, boleh enggak lagunya suatu saat nanti saya rilis.' Beliau bilang, 'Dewi, lagu itu milik kamu, puisi itu silakan pakai," ucap wanita yang juga dikenal dengan nama Dewi Lestari atau Dewi Dee ini. 

Sayang, Sapardi Djoko Damono tak sempat mendengar lagu "Hujan Bulan Juni" setelah rampung. "Jadi, sambil kita nanti mendengarkan, saya ingin mendedikasikan lagu ini untuk Bapak Sapardi Djoko Damono," Dee Lestari menyambung.

Dee Lestari Minta Izin Istri Mendiang

Ketika Dee Lestari bergerak untuk menyusun album baru, "Hujan Bulan Juni" masuk sebagai salah satu karya lama yang ingin diikutsertakan. Meski dapat izin Sapardi Djoko Damono semasa hidup, Dee Lestari tetap kulo nuwun pada istri mendiang, Sonya Sondakh.

Sonya tak hanya memberikan lampu hijau, tapi dukungan yang membuat Dee Lestari terharu. "Bu Sonya seneng banget, beliau hadir dari awal sampai akhir rekaman. Beliau membawa foto Pak Sapardi kala itu," tutur sang penulis Supernova.

Satu-Satunya Lagu yang Direkam dalam Live Session

Hal istimewa lain dari "Hujan Bulan Juni", ini satu-satunya lagu dalam album (Jangan) Jatuh Cinta yang direkam dalam live session. Untuk menghidupkan sisi emosional lagu ini, Dee Lestari menggandeng Gardika Gigih yang bertindak sebagai produser, dan juga pemain piano. 

Kesan megah diperkuat dengan kehadiran choir Barsena Bestandhi. "Saya nangis saat rekaman. Saya harap lagu ini dapat memperpanjang legacy Bapak Sapardi Djoko Damono," Dee Lestari memaparkan.

Tentang Album (Jangan) Jatuh Cinta

Album (Jangan) Jatuh Cinta akan dirilis 10 Juni 2026. Ada delapan lagu dalam album ini yakni "(Jangan) Jatuh Cinta," "Patah Hati," "Kabarku," "Hujan Bulan Juni," "Jadi Udara," "Perahu Kertas," "Cuma Satu Nama," dan "Bintang Utara."

Dalam keterangan tertulisnya, (Jangan) Jatuh Cinta adalah upaya menggambarkan perjalanan hati mengarungi berbagai pengalaman cinta. Penyusunan lagu di album ini disusun sedemikian rupa untuk menggambarkan warna-warni dan naik turunnya hidup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

18 Rekomendasi Drama Korea Thriller Misteri Terbaik, Penuh Plot Twist dan Ketegangan

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |