Cellos Kejar Pembajak BYON Combat, Potensi Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

14 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Yoshua Marcellos alias Cellos mendatangi Polda Metro Jaya, guna menindaklanjuti kasus dugaan pembajakan konten siaran BYON Combat Showbiz di Aplikasi Vidio yang disiarkan 28 Juni 2025 lalu. Cellos menyebut kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Modus operandi yang dilakukan pelaku terbilang cukup sederhana namun sangat merugikan acara secara materiil dan imateriel. Cellos menyebut terlapor yang berinisial BM, tanpa ijin menyiarkan konten olahraganya secara langsung melalui akun TikTok pribadinya.

"Inisialnya BM, jadi kita ikutin aja prosesnya. Intinya kemarin itu sudah sampai naik sidik. Ya kita lihat aja nanti gimana. Ini dibajaknya buat ditampilin di mana atau gimana," kata Cellos di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2026).

"Live dia, live. Dia nge-live-in videonya kamu gitu. Dia jadi beli pay-per-view-nya, nggak tahu iseng atau motifnya apa ya, cuma dia share gitu sih, lewat gift-gift," Cellos menambahkan.

Cellos mengatakan bahwa saat ini fokus utamanya adalah satu orang yang identitasnya sudah dikantongi oleh pihak berwajib. Sosok tersebut diketahui berasal dari Makassar dan kini menjadi target utama dalam upaya penegakan hukum hak cipta yang sedang Cellos perjuangkan.

"Ada beberapa ya, yang sampai naik sidik ini ada satu dari Makassar inisialnya BM," katanya.

Tak Hanya Jadi Efek Jera

Ketika ditanya mengenai komunikasi dengan pihak terlapor, Cellos mengakui adanya upaya permintaan maaf serta kesediaan untuk mengganti kerugian dari pihak pelaku. Namun, ia menegaskan akan tetap mengikut koridor hukum yang berlaku.

"Ada, ada. Ada ini dia termasuk yang pergantian ganti rugi ya, ikutin pasal. Jadi kita lihatlah," imbuhnya.

Cellos juga menyinggung mengenai sanksi finansial yang mungkin akan dihadapi oleh pelaku pembajakan tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Menurutnya, denda maksimal yang bisa dikenakan mencapai angka satu miliar rupiah.

"Mau gimanapun sebenarnya saya nggak tahu ya boleh bilang di sini apa nggak. Kalau secara hukum itu maksimal Rp 1 miliar. Kurang lebih itu dia bayar segituan juga. Jadi semoga ini bukan cuma jadi efek jera tapi ini sebagai contoh," ungkapnya.

Cellos menguraikan, berdasarkan perhitungannya, apabila dikalkulasikan jumlah penonton ilegal, potensi pendapatan yang hilang mencapai angka yang sangat fantastis. Cellos menyebut angka puluhan miliar rupiah sebagai estimasi kerugian total, mengingat banyaknya orang yang menggantungkan hidup dan nafkah mereka dari industri olahraga hiburan ini. "Kalau misalkan ditanya mau dihitung kerugian materiil itu sudah puluhan miliar ya. Karena sebenarnya saya ciptain pay-per-view ini, saya push culture pay-per-view di Indonesia ini kan sebenarnya untuk bisa menghidupkan industri. Terus ada orang-orang entah iseng atau tahu apa ya, yang dia melaksanakan kultur bobrok pembajakan. Salah satu pembunuh industri juga," urainya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |