Cellos Kecewa Konten BYON Combat Dibajak, Khawatir Industri Kreatif Akan Mati Jika Dibiarkan

6 days ago 10

Jadi intinya...

  • Cellos kecewa konten BYON Combat dibajak, sebabkan penurunan penonton legal.
  • Pembajakan merugikan industri kreatif, mengancam keberlangsungan acara berbayar.
  • Pelaku berinisial BM telah mengakui perbuatannya setelah dilaporkan ke polisi.

Liputan6.com, Jakarta - Kreator konten Yoshua Marcellos alias Cellos kecewa atas ulah oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan konten berbayar (pay-per-view) tanpa izin. Konten BYON Combat di aplikasi Vidio yang digagasnya pada Juni 2025 dibajak terduga pelaku berinisial BM via medsos.

Dampak pembajakan ini terasa pada penurunan jumlah penonton yang bayar tiket secara legal pada acara berikutnya. Cellos mengakui ada tren penurunan cukup drastis dari event kelima ke keenam, yang diduga kuat disebabkan makin canggihnya cara orang membajak.

"Sebenarnya yang 6 itu efeknya paling kelihatan. Karena yang 5 ini parah banget pembajakannya, yang 6 juga parah banget. Cuma kita akan lihat nanti di sini setelah ini semoga efeknya membaik, terus banyak orang yang jera," kata Cellos di Polda Metro Jaya Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Meski harga tiket yang ditawarkan terjangkau, masih banyak penonton memilih jalan pintas dengan menonton bajakan. Padahal, sistem pembayaran sekali menonton ini diterapkan agar industri bisa mandiri dan terus menyajikan tontonan berkualitas bagi masyarakat.

"Bayar cuma Rp50.000. Satu event, per sekali nonton. Pay-per-view itu one-time pay-per-view sebenarnya singkatannya. Jadi sekali nonton sekali bayar. Terus intinya dia bayar Rp50.000, terus dia rekam pakai HP yang lain, terus dia sebarin," jelasnya.

Cellos mengajak publik membayangkan kerugian yang diderita atas pembajakan ini. Ia menyimulasikan jika ratusan ribu penonton itu dikalikan dengan harga tiket resmi.

"Total kerugian kalau dikali Rp50.000, misal yang menonton 20.000 saja sudah berapa? Kalau yang menonton 20.000. Terus itu cuma satu akun, kalau satu akun ada 100.000, ada yang 200.000 dikali Rp50.000, kalian kali saja sendiri," urainya.

Pembajakan Membunuh Industri

Cellos menekankan apabila praktik ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, industri yang baru tumbuh bisa mati perlahan. Ia khawatir toleransi masyarakat terhadap pembajakan akan membuat para kreator dan investor enggan berkarya serta menyuntikkan dana ke dalam industri kreatif.

"Karena pembajakan itu sebenarnya yang bunuh industri benar-benar. Kalau kita biarin terus, ini akan mati. Sekarang mungkin kita lagi lihat cerita suksesnya, tapi kita masih belum tahu ketika ini diterus-terus-terus-terus akhirnya industri ini akan mati sendiri karena orang menoleransi pembajakan," tuturnya.

Pelaku Akui Perbuatannya

Sebagai pemilik hak cipta Byon Combat Showbiz, Cellos melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 21 Agustus 2025. Perkara ini naik ke tahap penyidikan pada November 2025. Pada 9 Desember 2025, terlapor akun @bambangmosaja diperiksa dan secara kooperatif mengakui perbuatannya.

"Bukan cuma jera, karena ini kita benar-benar kejar. Jadi kita bukan ngekor, kita bukan nge-bluffing, tapi ya Beyond Combat Showbiz bersama Vidio bukan cuma ngomong doang, ini benaran dikejar. Sekarang kita lagi ada di Polda Metro Jaya," pungkas Cellos.

Rizky Billar dan Lesti Kini Lebih Waspada Pilih Rekan Kerja, Belajar dari Laporan Yoni Dores

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |