Bintang Sinetron JA Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Kasus Penganiayaan

15 hours ago 3

Jadi intinya...

  • Bintang sinetron JA dilaporkan Aprilia Diah atas dugaan penganiayaan di Polres Metro Jakarta Timur.
  • Aprilia mengaku diinjak dan dipukul, menyebabkan luka lebam dan trauma mental.
  • Visum telah dilakukan sebagai bukti, namun JA belum menunjukkan itikad baik.

Liputan6.com, Jakarta - Bintang sinetron JA dilaporkan wanita bernama Aprilia Diah Permatasari atas dugaan kasus penganiayaan. Didampingi kuasa hukumnya, Fikri Wijaya, April mendatangi Polres Metro Jakarta Timur untuk menindaklanjuti laporannya.

Fikri Wijaya menyebut laporan kliennya teregister dengan nomor LP/B/512/II/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya. Sebelum menempuh jalur hukum, pihak April sudah mencoba membuka komunikasi dengan terlapor, namun tidak diindahkan.

"Hari ini, saya mendampingi klien saya bernama April. Dalam hal ini kami berkoordinasi atas adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh yang konon katanya seorang artis sinetron," ujar Fikri Wijaya di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).

"Sebelum kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kami sudah melayangkan via WhatsApp melalui yang korban langsung, kepada salah satu manajernya, untuk menyampaikan barangkali dia ada itikad baik. Tapi, terkesan pelaku ini seolah-olah menantang," Fikri Wijaya menambahkan.

Insiden dugaan penganiayaan ini bermula ketika April merasa ada perubahan sikap aneh dari JA sepulang dari Bali. Alih-alih mendapat penjelasan, April justru menerima perlakuan kasar sesampainya di rumah terlapor.

"Nah aku datang, aku suruh build in, ternyata dia pas ketemu, pas di pos satpam itu dia sudah emosi, langsung pukul. Kayak 'ngapain lo?' gitu, bahasa kasarnya. Itu mukanya kayak turun, turun, turun. 'Pergi, pergi, pergi!' Aku bilang, 'Kita bisa ngomong baik-baik, kenapa?'," ungkap April.

April mengakui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan terlapor sejak dua tahun lalu. Keduanya bahkan memiliki rutinitas komunikasi yang sangat intens dan hubungan mereka terlihat normal layaknya pasangan kekasih pada umumnya.

"Hubungannya intens. Gimana tiap pagi dibangunin saya kerja, teleponan gitu, video call, pacaran normalnya-lah. Sempat putus di November tapi balikan lagi," tutur April.

Diinjak, Dipukul, Kena Mental

April menduga perubahan emosi terlapor dipicu perilaku temperamental yang mungkin diperburuk faktor lain. Meski sempat memaafkan kejadian serupa sebelumnya, tindakan kekerasan kali ini dianggap sudah sangat fatal dan melampaui batas.

"Nah ini yang sudah paling fatal menurut saya, saya sudah habis-habisan diinjak, dipukul, itu sudah paling fatal. Saya sampai kena mental. Ketemu orang saja saya masih takut," akunya.

Kami Telah Melakukan Visum

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, April mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh. Ia juga mengaku telah melakukan visum untuk dilampirkan pada berkas laporan.

"Tentu kami telah melakukan visum. Artinya visum itu sudah dilakukan, tinggal nanti kami akan berkoordinasi hasilnya seperti apa. Yang mungkin juga akan kami coba nanti berkoordinasi dengan teman-teman penyidik untuk cek TKP," tegas Fikri.

Kabarnya Dia Lagi Stripping

Disinggung tentang sosok terlapor, Fikri menyebut JA sedang membintangi sinetron stripping di salah satu stasiun TV swasta. Kendati sudah melakukan langkah hukum, pihak April masih membuka ruang jika terlapor menunjukkan itikad baik.

"Kabarnya dia lagi stripping. Kami tetap membuka ruang kalau memang dia masih ada itikad baik. Cuma kalau memang tidak, kita lihat aja nanti ending-nya seperti apa," pungkas Fikri Wijaya.

Profil Theresa Kusumadjaja, Perempuan Indonesia yang Sukses Menembus Panggung Grammy

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |