Battle of Fates Minta Maaf 2 Kali karena Kontroversi Berbeda, Dinilai Tak Sopan Bahas soal Kematian

12 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Program survival show Battle of Fates baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah muncul dua kontroversi berbeda terkait dengan konten acara ini. Sebagai informasi, acara yang tayang di Disney Plus Hotstar ini menghadirkan para cenayang Korea Selatan yang bersaing menyelesaikan serangkaian tantangan yang dirancang untuk menguji kemampuan mereka.

Dilansir dari Korea JoongAng Daily dan Chosun Daily pada Rabu (25/2/2026), kontroversi pertama terjadi pekan lalu, saat para kontestan diberi misi untuk "menerawang" penyebab kematian seseorang yang telah meninggal dunia. Dalam acara tersebut, diungkap sesosok wajah dan informasi detail mengenai orang tersebut, yang ternyata merupakan petugas Pemadam Kebakaran Senior Kim Cheol Hong. 

Ia meninggal dunia saat menjalankan tugas, di tengah upaya menyelamatkan warga sipil saat kebakaran di Hongje-dong pada 2001. Pihak keluarga tak terima dengan perlakuan terhadap mendiang. 

Adik laki-laki almarhum, yang identitasnya disamarkan sebagai Tuan A mengkritik, "Bertentangan dengan klaim acara tersebut untuk menghormati pengorbanan mulianya, acara tersebut hanya menggunakan ekspresi sensasional."

Sementara Tuan B yang merupakan keponakan mendiang, mengaku tak dapat penjelasan memadai atas hal ini. Bahkan Serikat Pemadam Kebakaran ikut angkat suara. "Kematian saat bertugas adalah pengorbanan publik yang harus dihormati dan ditanggung negara,” begitu pernyataan mereka. 

Permintaan Maaf Pertama Pihak Battle of Fates

Atas kontroversi ini, pihak Battle of Fates akhirnya merilis permintaan maaf. Mereka mengaku menampilkan hal yang sudah disetujui pihak keluarga. 

“Kami menggunakan potret dan informasi tersebut dengan persetujuan keluarga. Kami kemudian menyadari bahwa proses persetujuan tidak sepenuhnya dikomunikasikan kepada seluruh anggota keluarga," kata pihak acara. Ditambahkan,  “Kami akan berusaha untuk mendapat pengertian dan empati baik dari pemirsa maupun mereka yang berduka.”

Kontroversi Kedua: Penggambaran Individu yang Telah Meninggal

Kemudian, kontroversi kedua muncul dalam episode yang sama. Salah satu kontestan menggunakan istilah slang kriminal 'kalppang' (menikam) saat mendiskusikan kematian Sersan Polisi Lee Jae Hyun yang meninggal dunia pada 2004 saat hendak membekuk pelaku kriminal dengan kekerasan.

Seorang cenayang berkata, "Orang sering menyebut ditusuk sebagai kal-ppang. Aku juga melihat penikaman." Atas pernyataan ini, MC Jun Hyun Moo berkomentar, "Istilah 'kal-ppang' untuk orang yang berseragam. Ini terlalu jelas."

Pemirsa menyampaikan kritik, karena istilah tersebut dinilai tak sopan untuk menggambarkan sosok petugas yang gugur dalam bekerja.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |