Baru 3 Bulan Meluncur, Penjualan HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Disetop!

9 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan Galaxy Z TriFold dilaporkan akan dihentikan di Korea Selatan Selasa, 17 Maret 2026, berdasarkan surat kabar Dong-A Ilbo.

Keputusan ini muncul hanya tiga bulan setelah perangkat tersebut resmi dipasarkan. Meski demikian, hingga saat ini Samsung belum memberikan konfirmasi mengenai kabar tersebut. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (18/3/2026).

Berbeda dengan pasar Amerika Serikat (AS), Galaxy Z TriFold yang baru diluncurkan pada Januari lalu masih akan tetap dijual hingga stok habis. Di Negeri Paman Sam, perangkat tersebut dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yaitu sekitar USD 3.000 (sekitar Rp 50,9 juta).

Sejak awal, Samsung memang tidak menyiapkan Galaxy Z TriFold sebagai produk massal. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu hanya memasarkannya dalam jumlah terbatas melalui situs resminya, dengan setiap batch penjualan yang selalu habis dalam hitungan menit.

Dalam laporan yang beredar, Samsung disebut telah menjual sekitar 3.000 unit dalam dua gelombang penjualan perdana. Menariknya, perusahaan juga tidak menyediakan unit uji coba bagi media.

Sejumlah laporan industri yang dikutip Dong-A Ilbo menyebut Galaxy Z TriFold lebih ditujukan sebagai ajang pamer teknologi, dibandingkan sebagai produk yang difokuskan untuk menghasilkan pendapatan.

Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya komponen, seperti DRAM dan NAND flash, yang membuat margin keuntungan perangkat tersebut nyaris tidak ada.

Bahkan di Korea Selatan, Galaxy Z TriFold sempat dijual dengan harga hampir tiga kali lipat dibandingkan harga ecerannya di pasar sekunder, menandakan tingginya minat sekaligus keterbatasan ketersediaan perangkat ini di pasaran.

Galaxy Z Trifold Jadi Rebutan di Korea Selatan

Sebelumnya, Samsung Electronics memastikan akan kembali membuka penjualan ponsel layar lipat tiga pertamanya, Galaxy Z Trifold, setelah perangkat tersebut ludes terjual hanya dalam hitungan menit sejak resmi dirilis pada 12 Desember 2025.

Melansir Chosun, Minggu (21/12/2025), Samsung akan menerima pemesanan tambahan untuk Galaxy Z Trifold di situs Samsung.com pada 17 Desember pukul 10.00 pagi waktu setempat. Selain penjualan online, perusahaan juga akan menyalurkan sejumlah unit ke toko fisik di Korea Selatan.

Antusiasme konsumen terlihat sejah hari pertama. Seluruh yang tersedia di 20 gerai Korea Selatan, termasuk Samsung Electronics Store Gangnam, habis terjual tak lama setelah toko dibuka. Di sejumlah lokasi populer seperti Gangnam dan Hongdae, antrean sudah terbentuk sebelum penjualan dimulai.

Situasi serupa terjadi di kanal online. Galaxy Z Trifold dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Samsung kemudian memasang pembertitahuan restock di laman produk, menandakan permintaan jauh melampaui pasokan awal.

Harga tinggi tidak menjadi penghalang. Meski harga Galaxy Z Trifold dibanderol tinggi, yakni KRW 3.594.000 (sekitar Rp 40 Jutaan), minat konsumen tetap tinggi, terutama dari pengguna yang ingin merasakan pengalaman perangkat dengan desain layar lipat tiga.

Tingginya permintaan juga berdampak pada pasar ponsel bekas. Di platform jual beli seperti Karrot dan Joonggonara, Galaxy Z Trifold diperdagangkan dengan harga premium.

Stok Terbatas, Galaxy Z Trifold Dijual Fantastis

Di sisi lain, sumber industri teknologi mengatakan “mengingat volume penjualan yang terbatas, tampaknya baik mereka yang ingin membeli untuk penggunaan pribadi maupun mereka yang mencari keuntungan melalui penjualan kembali telah berbondong-bondong membeli. 'Setelah stok tambahan dirilis, harga jual kembali diperkirakan akan normal," sebagaimana dikutip dari Chosun. 

Total pasokan Galaxy Z Trifold yang dilaporkan di pasar domestik Korea disebut hanya sekitar 3.000 unit.

Meski mendapat respon positif, Samsung juga menghadapi tantangan. Harga pabrik HP Galaxy baru ini dinilai lebih rendah dari ekspektasi pasar berada di kisaran 4 juta won. Kenaikan harga komponen seperti DRAM dan  application processor (AP), serta penggunaan teknologi layar baru, diyakini membuat margin keuntungan perangkat ini sangat tipis.

Selain itu, Galaxy Z Trifold juga tidak termasuk dalam layanan perlindungan Samsung Care+, yang menjadi salah satu catatan bagi calon konsumen.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |