AS Ancam Sanksi Berat Negara yang Berdagang dengan Iran, China Masuk Daftar

3 hours ago 1

loading...

Amerika Serikat (AS) mengancam menjatuhkan sanksi berat terhadap negara atau entitas yang mempertahankan hubungan ekonomi dengan Iran. FOTO/Trend News Agency

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengancam menjatuhkan sanksi berat terhadap negara atau entitas yang mempertahankan hubungan ekonomi dengan Iran sebagai bagian dari upaya mengisolasi Teheran. Kebijakan tersebut berpotensi menekan mitra dagang utama Iran, termasuk China sekaligus meningkatkan risiko gangguan terhadap perdagangan dan pasar energi global.

"Tidak ada seorang pun yang berada di luar jangkauan sanksi AS. Jika mereka memfasilitasi transaksi dan menjadi bagian dari ekosistem yang mengubah minyak Iran menjadi uang, yang kemudian digunakan untuk represi, mereka akan menjadi sasaran," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dikutip dari The Guardian, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Di Ambang Krisis, Iran Terancam Naikkan Harga BBM hingga Rp11.000 per Liter

Bessent menyebut kebijakan tersebut sebagai Operation Economic Outcast, yang menurutnya merupakan kampanye ekonomi belum pernah terjadi sebelumnya untuk memutus jaringan keuangan Iran di seluruh dunia. Ia mengatakan AS telah mengidentifikasi pihak-pihak yang masih bertransaksi dengan Iran dan akan memberikan tenggat waktu untuk menghentikan hubungan tersebut sebelum sanksi diberlakukan.

Adapun China masuk daftar lantaran sebagai mitra dagang terbesar Iran dan diperkirakan membeli sekitar 80% minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut pada tahun lalu. Ketika ditanya apakah sanksi juga akan diterapkan terhadap China, Bessent menegaskan setiap entitas yang membantu transaksi terkait minyak Iran dapat menjadi sasaran, meski belum menjelaskan apakah Presiden Donald Trump akan berkomunikasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping.

China menolak pendekatan tekanan ekonomi tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan persoalan Iran serta menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah bertanggung jawab melalui jalur politik dan diplomatik.

Sementara, Iran menyatakan akan melakukan tindakan balasan terhadap negara yang terlibat dalam kampanye isolasi ekonomi yang dipimpin AS. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengatakan respons dapat dilakukan melalui operasi darat, laut, udara, maupun serangan siber.

Tekanan ekonomi terbaru muncul setelah hampir enam bulan konflik AS dan Israel dengan Iran yang belum menghasilkan tujuan strategis Washington. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan blokade balasan AS terhadap ekspor minyak Iran melalui jalur tersebut juga telah meningkatkan risiko terhadap pasokan energi dan perekonomian global.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |