Anji Manji Cerita Detik-Detik Ibunda Embuskan Napas Terakhir, Simpan Gelang Haji Sebagai Kenangan

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman jenazah ibunda Anji Manji, di TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Apalagi, kepergian almarhumah cukup meninggalkan duka mendalam bagi Anji, karena kejadiannya yang begitu cepat tanpa ada keluhan sakit sebelumnya.

Sehari sebelum wafat, almarhumah dikabarkan masih sempat berinteraksi dengan keluarga dan para asisten rumah tangga. Anji Manji menceritakan kronologi malam terakhir sang ibu yang masih sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp.

“Kemarin juga nggak ada keluhan. Pamitnya sama saya juga cuma mau tidur, di WhatsApp. Hari sebelumnya juga Mama dari rumah, habis ketemu ada sepupu saya juga main ke rumah, ngobrol sama Mama, ketawa, telepon-teleponan sama sahabat-sahabat saya. Nggak ada masalah,” urai Anji usai prosesi pemakaman, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan sang ibu pun masih berjalan normal hingga dini hari, di mana beliau sempat berbincang akrab dengan asisten Anji. Namun, kecemasan mulai muncul saat keesokan harinya ketika sang ibu tidak kunjung bangun dari tidurnya.

“Besoknya juga enggak ada masalah, ngobrol sama abang saya sampai jam 11 malam. Terus jam 11 sampai jam 3 pagi ngobrol sama asisten saya. Terus chat saya bilang mau tidur. Terus tiba-tiba jam 7.20 saya dikabarin bahwa Mama enggak mau bangun,” ungkap Anji.

Langsung Lari ke Rumah Ibunda

Mendengar kabar tersebut, Anji langsung bergegas menuju rumah sang ibu yang lokasinya berdekatan. Anji sempat merasakan denyut jantung yang sangat lemah sebelum akhirnya pergi untuk selamanya.

“Saya langsung lari karena alhamdulillah rumahnya dekat banget. Saya tepuk-tepuk, ‘Mah, Mah, Mah, bangun Mah’. Terus ngorok, terus kayaknya sudah hilang di situ. Karena sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu pas banget lagi saya pegang,” tuturnya.

Kini, ada satu benda berharga yang selalu melekat di tangan Anji sebagai kenang-kenangan terakhir dari ibundanya. Benda tersebut adalah sebuah gelang yang dilepaskan dari tangan almarhumah sesaat setelah dinyatakan meninggal dunia.

“Oh, ini adalah gelang yang Mama pakai sampai meninggal. Saya dikasih sama Mbak saya. Kebetulan saya juga mau ucapin terima kasih sama Mbak Yuli yang selama ini jagain Mama, yang menggantikan saya dan seluruh keluarga untuk 24 jam mengawasi Mama,” kata Anji.

Gelang tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena merupakan barang yang dibawa sang ibu saat menunaikan ibadah haji. Ia menegaskan tidak akan memberikan benda tersebut kepada siapa pun karena dianggapnya sebagai pengingat abadi. “Ini gelang, setahu saya kalau saya nggak salah, ini ketika Mama naik haji. Jadi ini akan jadi ‘jimat’ buat saya. Sorry nih buat yang lain, keluarga, nggak akan saya kasih, sudah masuk di tangan saya soalnya,” imbuhnya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |