Anggota Dewan Main Game-Merokok Saat Rapat, DPRD Jember Siapkan Sanksi

5 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Ketua DPRD Jember Abdul Halim menyampaikan permohonan maaf usai salah satu anggota Komisi D DPRD yakni A Syahri Assidiqi yang terekam kamera diduga sedang bermain game sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung. Halim memastikan yang bersangkutan akan diproses secara etik melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember.

Aksi tak terpuji itu sebelumnya viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, anggota dewan bernama Syahri itu tampak asyik menggerakkan jari di layar ponsel layaknya bermain game saat rapat Komisi D membahas layanan kesehatan pada Senin (11/5).

"Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan," kata Halim saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halim menjelaskan, penanganan pelanggaran ini akan mengikuti mekanisme formal di DPRD Jember. Ia menyebut terdapat potensi sanksi administratif hingga sanksi disiplin bagi Syahri maupun anggota lainnya bila melanggar kode etik tersebut.

"Prosesnya nanti akan kita proses di BKD (Badan Kehormatan Dewan). Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin," ucapnya.

Tak hanya di level lembaga, Halim yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Jember mengungkapkan bahwa anggota tersebut merupakan kader baru di fraksinya. Pihak internal partai pun tidak tinggal diam dan berencana membawa masalah ini ke tingkat pimpinan yang lebih tinggi.

"Tentu nanti akan kami laporkan ke pimpinan (DPD/DPP)," ucapnya.

Lebih lanjut, Halim menegaskan, Gerindra memiliki aturan kedisiplinan bagi setiap kader. Kejadian ini pun disebut akan menjadi bahan evaluasi serius bagi fraksi.

"Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku baik di partai maupun lembaga. Dari partai tentu akan menindak melalui teguran, sanksi administratif maupun sanksi disiplin keanggotaan," tegas Halim.

Dalam waktu dekat, DPRD Jember menjadwalkan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi secara langsung serta menuntut permintaan maaf Syahri secara terbuka kepada publik.

"Bukan hanya saran, kita akan panggil beliau untuk proses klarifikasi. Minimal beliau mau menyampaikan permintaan maaf. Ini akan menjadi catatan bagi kami karena di partai kami menerapkan sistem kedisiplinan yang ketat," katanya.

(isn/frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |